My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
EXTRAPART2 (RAMUAN AJAIB DARREN)


__ADS_3

Acara pesta sekaligus resepsi pernikahan Kenzi dengan Hana berlangsung meriah. Menampilkan senyum dan bahagia dari kedua mempelai pengantin dan para tamu undangan yang hadir.


Malam pun semakin larut. Acara pesta pernikahan yang mewah nan megah itu pun akhirnya usai sudah. Para tamu undangan sudah beranjak meninggalkan lokasi.


Hanya tersisa beberapa kerabat dan para pekerja yang bertugas membersihkan sisa-sisa pesta pernikahan dari keluarga Abraham.


Hana masuk ke dalam kamar paling mewah di hotel tempatnya melangsungkan pernikahan. Kamar mewah yang ditaburi bunga mawar berwarna pink itu.


Hana pun tersenyum, ternyata Kenzi masih mengingat bunga kesukaannya. Ia juga mengingat laki-laki itu juga menanamnya di balkon apartemennya dulu.


Seluruh ruangan itu ditaburi bunga segar. Aromanya bahkan menyeruak memenuhi rongga pernapasan dan dadanya.


Bip !


Tiba-tiba atensinya teralih oleh suara pintu kamar mandi yang terbuka menampilkan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam lalu.


Lelaki maskulin itu keluar hanya dengan bertelanjang dada dengan handuk yang melilit dibagian bawahnya. Membuat Hana seketika menurunkan pandangan. Ia malu sendiri melihat pemandangan yang meski ini bukan hal yang pertama ia lihat. Namun status yang berbeda memberikan rasa lain muncul dalam benaknya.


Lalu Kenzi pun berjalan menghampiri Hana yang masih tertegun sambil tertunduk.


"Bagaimana my ice ? Apakah kamu siap untuk meleleh bersamaku?" ucap Kenzi setengah berbisik dengan menggoda.


Ucapan itu sukses membuat bulu kuduk Hana meremang. Membuat wanita berwajah oriental itu salah tingkah.


"Em...Ken sepertinya saat ini aku ingin mandi, badanku terasa lengket karena seharian menyalami tamu undangan yang nggak ada habisnya."


"Baiklah...apa ingin aku antar ?" goda Kenzi lagi.


"Tidak tidak perlu Ken!" cegah Hana dengan cepat-cepat menghindar dari pesona Kenzi.


Wanita itu dengan tergesa-gesa menyeret gaunnya yang terasa berat menuju kamar mandi. Namun sampainya didalam ia merasa kesulitan saat ingin membuka gaunnya.


Dengan malu-malu, Hana memanggil Kenzi untuk meminta tolong membuka resleting gaunnya yang berada di belakang.


"Ken, bisa minta tolong? tolong aku sebentar," pinta Hana.


Kenzi pun mendekat, dan ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa love ?" tanya Kenzi sedikit heran.


"Tolong bukakan pengait gaunku," jawab Hana lirih karena malu.


Dengan senang hati Kenzi pun melakukannya. Dengan gerakan slow motion ia mulai membuka pengait gaun istrinya itu. Ada rasa panas yang menggelora tiba-tiba hadir dalam diri Kenzi.


Kini terpampang punggung putih dan mulus milik istrinya. Jakunnya naik turun melihat pemandangan yang mampu membiusnya itu. Tiba-tiba telapak tangannya bergerak dengan sendiri untuk menyentuh kulit putih dan mulus itu membuatnya sang empunya meremang.


"Ken...Kenzi apa yang kamu lakukan? Ap..apa sudah selesai ??" tanya Hana sedikit tergagap akibat sentuhan Kenzi di kulitnya.


"Belum-belum selesai !" balas Kenzi masih fokus menatap tubuh Hana dari belakang.


Sedetik kemudian Kenzi memeluk tubuh itu dan membisikan sebuah kata yang membuat tubuh Hana menegang.


"Love, I want you !" bisik Kenzi dengan lembut tepat ditelinga istrinya.


Seketika Hana membisu. Ia tak mampu menolak dan mengelak. Ia mengikuti keinginan suaminya. Bagaimana pun Kenzi sudah menjadi suaminya. Sudah menjadi kewajibannya menuruti keinginan sang suami kapanpun suaminya itu minta.


💐


Paginya Darren berjalan menghampiri sahabatnya yang tengah duduk di lobby hotel sambil membawa dua cangkir coffe panas ditangannya.


"Hai pengantin baru kenapa muka loe kusut begitu? Bagaimana malam panjangnya, apakah Hana berhasil meneriakan nama loe semalam ?" tanya Darren frontal.


"Boro-boro...yang ada gue akhirnya solo ria," jawab Kenzi lesu.

__ADS_1


"What ?!! what happen bro ?! Apa loe lupa pelajaran biologi waktu kita kelas X dulu ? Astaga apa gue harus mentraining loe lagi," kata ex cassonova itu lagi.


"Padahal tinggal loe buka terus masuk udah beres, bukankah kalian dulu pernah melakukannya?" tanya Darren lagi.


"Nggak semudah itu kamvr*t ! Ini sulit, tiap gue akan melakukannya ia meringis kesakitan dan menangis. Padahal gejolak gue udah di ubun-ubun, gue nggak tega lakuinnya."


"Bentar, maksud loe Hana kembali gadis gitu? Bagaimana mungkin ?"


"Gue juga nggak tahu, perasaan dulu gampang tapi sekarang entah kenapa jadi susah."


Kedua laki-laki dewasa itu pun saling terdiam termenung. Kenzi yang merengut karena tak bisa menikmati malam pertamanya. Dan Darren yang mencoba mencari solusi untuk sahabatnya itu.


"Aha ! gue punya ide, loe harus kasih ini ke Hana. Gue jamin Hana bakal neriakin nama loe berkali-kali. Dan loe harus siapkan stamina. Karena perempuan itu kuat. Sebentar gue ambil dulu di kontak rahasia gue," ucap Darren sambil berlalu.


Kenzi hanya menatap tak mengerti atas kepergian temannya itu. Lalu tak lama kemudian Darren datang sambil menyerahkan sebotol kecil kearah Kenzi.


"Campurkan ini kedalam minuman Hana, mau jus atau air jahe atau air teh terserah. Buat ia minum semua minuman yang loe sudah campur dengan ramuan ini. Ingat hanya 2 tetes saja jika lebih loe bisa tepar ditempat."


"Apa ini Darr ? gue nggak ngerti. Gue baru lihat benda kayak gini," tanya Kenzi polos.


"Astaga! pokoknya ini namanya ramuan ajaib. Malam ini loe harus garap Hana, gue jamin setelah Hana loe kasih ini ia bakal nggak merasa sakit lagi."


"Benarkah ? apa ramuan ini bisa bikin Hana bernafsu sama gue ?" tanya Kenzi dengan mata berbinar-binar.


"Of course ! to night Hana is yours!"


💐


Malam harinya Kenzi mencoba membuat teh hangat sesuai saran Darren. Lalu mengantarkan ke kamar istrinya yang sedang tiduran sambil memainkan ponsel.


Dan malam ini mereka masih menginap di hotel yang sama sambil menunggu rumah baru mereka yang sedang dalam penyelesaian.


"Love, aku membuatkanmu teh penambah stamina khusus untukmu."


"Eh..maksudku dengan minum teh ini staminamu akan bertambah lebih baik love, aku dengar teh mampu membuat hormon emosional kita menjadi lebih baik," balas Kenzi beralibi.


"Oh..begitu, baik nanti aja aku minum Ken. Taruh saja diatas nakas itu."


"Oh..tidak! tidak ! harus diminum sekarang love...karena...karena kalau sudah dingin akan berbeda rasanya," ujar Kenzi mencari alasan.


"Oh..yasudah bawa sini biar aku minum," pinta Hana.


Kenzi pun menyerahkan segelas teh hangat itu kepada Hana. Lalu dengan segera Hana meneguknya.


Hayo sayang habiskan air teh nya aku sudah tidak sabar untuk meleleh bersamamu. ayo habiskan ! hehe.


Tak menunggu lama, teh itu pun tandas tak tersisa dengan sekali teguk. Senyum mengembang dari sudut bibir Kenzi.


Yes ! setelah ini Hana bakal neriakin namaku kayak waktu dulu. hhiihi. aku sudah tidak sabar euy..


"Sini love, biar ku kembalikan gelasnya."


"Terima kasih husband."


"Sama-sama wife."


Kenzi pun keluar ruangannya sambil menunggu reaksi apa yang akan terjadi pada Hana setelah meminum ramuan ajaib dari Darren.


"Gimana bro? apakah sudah bereaksi ramuan ajaib gue ?" tanya Darren yang muncul dengan tiba-tiba.


"Astaga! jantungan gue, loe dateng kayak casper ! Ngapain loe kesini ?!" tanya Kenzi sewot mendapati Darren tiba-tiba muncul di area VVIP room miliknya.


"Heh ! loe lupa gue juga menginap disini kali. Pengen tahu aja seberapa jantan sahabat gue ini ?hem," jawab Darren asal sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Tuh lihat mana? Hana belum bereaksi apa-apa juga! Udah kesemutan gue nunggunya!"


Kedua laki-laki itu pun mencoba mengintip Hana dari celah pintu yang terbuka sedikit.


Tak berselang lama, Hana pun menunjukan tanda-tanda tak biasa. Wanita berwajah oriental itu mencoba mengibas-ngibaskan tangan kearah tubuhnya. Lalu meraih remote pendingin ruangan dan menekannya.


"Ken...Ken! lihat noh lihat ramuannya udah bereaksi !" seru Darren sambil menjambak rambut temannya itu.


"Astaga! sakit dugong ! rambut badai gue rontok entar! Mana coba gue lihat !"


Kenzi pun mendorong Darren untuk menyingkir.


"Hei ! gue juga pengen lihat reaksinya. Soalnya ini yang pertama gue coba makenya, hehe." ucap Darren dengan wajah innocentnya.


"Apa yang loe bilang?! Yang pertama ?! Jadi Hana itu kelinci percobaan loe ?" tanya Kenzi menatap tak percaya ke sahabatnya yang sedikit gila itu.


"Loe tenang aja, kata abang-abangnya ini tu ramuan ajaib. Bisa bikin wanita klepek-klepek ya," jawab Darren menyakinkan.


"Emang loe belinya dimana sih ?" tanya Kenzi penasaran.


"Di tanah abang," jawab Darren pelan.


"WHAT ?!!!" teriak Kenzi.


Hampir saja Kenzi mengumpati Darren dengan semua nama hewan yang ada di kebun binatang. Namun mulutnya kincep seketika, manakala mendengar suara lembut nan sexy milik Hana memanggil-manggil namanya.


"Kenzi ! Ken...."


"Bro Hana bro ! lihat tubuhnya mulus dan sexy juga ya?" gumam Darren spontan.


Pletak !


"Jaga mata loe ya! mana sini gue lihat!" ucap Kenzi sambil menutup mata sahabatnya itu serta menjitak kepalanya.


"Astaga! ini sudah bagian gue, loe pergi sana. Ini area dewasa ! loe jangan coba-coba ngintip ya!" usir Kenzi saat melihat Hana sudah melepas sweater yang wanita itu kenakan.


"S*al ! gue sudah dewasa kali. Bahkan gue lebih pengalaman daripada loe! "


"Loe belum dewasa kalau loe belum nikah! Udah sana pergi !"


"Iye...iye , have fun ye. Jangan lupe videonya kirim ke gue."


"Gila loe !"


Brakk !


Kenzi pun menutup pintunya dengan sedikit agak keras. Ia mendapati Hana tengah meliuk-liuk bagaikan penari ular.


Glek !


Hana dengan tubuh sexynya menari dengan sensual seraya berjalan kearah Kenzi yang mematung menatapnya tanpa berkedip.


Lalu Hana memeluk Kenzi dari belakang, serta membisikan sebuah kalimat erotis yang sukses membuat jinchuriki dalam diri Kenzi bangkit.


"Kenzi..aku menginginkan sentuhanmu," bisik Hana penuh gairah sambil menggigit ujung daun telinga suaminya.


Kenzi pun menjadi gelagapan mendapati Hana menjadi sedikit agresif, jiwa kelakiannya pun bangkit seketika.


"Sekarang baby, sekarang hayo !"


Kenzi pun langsung membopong Hana menuju ranjang king size yang ada di kamar mereka. Ramuan ajaib Darren memang benar-benar ampuh meski ia ingin sekali mengutuk sahabatnya itu menjadi nyamuk dan menepuknya hingga mati.


Karena sudah menjadikan istrinya sebagai kelinci percobaan dari ramuan yang sahabatnya itu beli di tanah abang.

__ADS_1


__ADS_2