
Kenzi pun berlari terengah-engah menuju apartemennya dilantai tiga.Karena terlalu panik dan tidak fokus,ia melupakan kegunaan elevator yang terpajang cantik di apartemennya.Dan lebih memilih menaiki tangga darurat yang melelahkan.
Akibatnya deru nafas lelaki berwajah maskulin itu kembang kempis tak beraturan.Ini karena ia menerima kabar dari seorang maid yang ia tugaskan untuk menjaga wanitanya.Karena perasaan panik beserta khawatir menjalar cepat dihatinya tanpa pikir panjang meninggalkan rapat yang tengah berlangsung.Seperti biasa asistennya yang harus membereskan semuanya siapa lagi kalau bukan Boby.
"Bi...bi.. hah...hah." panggilnya terbata karena deru nafasnya yang tak beraturan.
Seorang maid pun berlari tergopoh-gopoh menuju pintu apartemen lalu buru-buru menggesekkan key card itu agar tuan mudanya bisa masuk.
"Tuan muda..tuan muda kenapa?"tanya maid yang umurnya sekitar 40 tahun itu.
"Tidak apa-apa,dimana Hana bi ?"
"Nona muda ada di dapur tuan,mari masuk dulu tuan."
Kenzi pun mulai menegakan badannya kembali setelah cukup lama ia memeganggi lututnya yang sedikit bergetar. Rasanya sudah lama sekali ia tak melakukan olahraga sederhana ini akibatnya lututnya itu sedikit kram.
Lalu Kenzi pun masuk kedalam menuju tempat Hana berada.Dipandanginya wanita itu yang tengah menelungkupkan kepalanya menghadap meja seperti sedang tertidur.Namun saat ia mencoba mendekat dan ingin menyentuh bahu wanita itu,tiba-tiba...
"Doooorrr !!"
" Astaga! jantung gue !"
Kenzi pun misuh-misuh seketika ditempatnya.Hampir saja ia memukul wanita itu karena kaget.Sedangkan wanita yang tengah merasakan fly itu tertawa terbahak-bahak.
"Ha..haaha...kamu kaget ya...mukamu lucu deh kalau kaget kayak mr Bean..hik.."
Apa? Mr Bean yang konyol itu? yang benar saja wajahnya yang cakep pake banget enggak ada obat mirip abang Kris Wu ini dibilang kayak mr Bean?untung yang bilang itu wanitanya.
Eh wanitanya ya?Seketika ia terkekeh sendiri karena terlalu percaya diri mengeklaim bahwa Hana itu wanitanya.Lalu ia pun mendekati Hana kembali.
"Apa yang terjadi Hana?"
Wanita itu pun mendelikan matanya tajam,lalu mendekatinya perlahan-lahan dengan gerakan yang sangat sensual bahkan kini ia merapatkan tubuhnya pada tubuh lelaki jangkung itu.Sedangkan Kenzi memandangnya tak percaya.
glek!
Wanita itu kini tengah memeluknya erat seraya melakukan gerakan mengelus-ngelus dada bidangnya yang membuatnya bergetar.
__ADS_1
"Ternyata kau menyimpan minuman teh rasa coklat itu kenapa kau tak bilang-bilang kalau ada minuman seenak itu..hiik."
Maid yang sedari tadi berdiri tak jauh dari Hana pun merasa malu sendiri.Ia pun memilih pergi dari tempat itu dan memilih keluar dari tempat itu untuk berbelanja kebutuhan yang ingin ia masak.
Kenzi pun menepuk dahinya pelan.Astaga! ia tak menyangka wanita itu meminumnya.Sebenarnya minuman itu tak akan membuat mabuk peminumnya karena kadar alkohol yang terkandung didalamnya hanyalah tujuh belas persen.
Kini ia baru mengingat jika wanita yang tengah memeluknya itu bukanlah seorang peminum.Jika kadar alkohol dalam minumannya terlalu tinggi efeknya ia akan langsung pingsan seperti waktu itu.Dan jika kadar alkoholnya rendah ia akan seperti orang mabuk seperti saat ini.Ia baru menyadarinya sekarang.
Hana masih bermain-main didada bidang lelaki itu membuat siempunya mati-matian menahan gejolak yang tiba-tiba meradang.
"Em...Hana apa kau ingin tidur?" tanyanya lembut berusaha mengalihkan.
"Emm..oke..tapi aku pengen digendong.." balasnya manja.
Sisi anggun yang ia selalu tampilkan selama ini entah terbang hilang kemana.Kini ia seperti Hana yang lain terlihat lebih agresif dan manja.Tapi entah kenapa Kenzi menyukainya.
"Baik lah...ayo aku gendong."
Hana pun terlonjak-lonjak senang seperti anak kecil yang baru dibelikan permen.Lalu ia pun bersiap menaiki Kenzi yang sudah menurunkan badannya.
Hap!
Bagaimana tidak mulus?setiap hari ia rajin merawatnya. Seorang pemilik perusahaan kecantikan terbesar se-Asia tenggara haruslah selalu menjaga penampilannya.Prinsipnya ia tak boleh kalah ganteng sama abang-abang boy band asal negeri ginseng itu.
"Ternyata wajahmu begitu mulus dan aromanya wangi sekali aku jadi ingin menggigitnya." ucap wanita dalam gendonganya sambil mengendus-endus daun telinga Kenzi dari belakang.
Kenzi tampak tak fokus dengan apa yang Hana ucapkan.Belum siap ia ingin bertanya tiba-tiba wanita itu menggigit telinganya dengan kuat.
"Aaarrrgggh !"
Kenzi pun buru-buru menurunkan tubuh Hana pada ranjang yang ada didepannya.Wanita itu masih senyum-senyum sendiri dengan muka yang memerah.Sedangkan Kenzi mengusap-usap daun telinganya yang terasa sakit akibat gigitan Hana barusan.
"Kamu manis aku jadi pengen gigit lagi." racau Hana lagi sambil menarik pergelangan tangan Kenzi.
"Udah ya...besok aja gigitnya kalau kita udah nikah kita gigit-gigitan lagi,oke."
Wanita yang tengah fly itu memberengutkan wajahnya sesaat,lalu tersenyum ceria kembali.
__ADS_1
"Okeh..janjinya,awas saja kalau kau bohong.Kau jangan kayak dia ya.Kau taukan aku siapa?aku adalah dokter bedah yang handal ! Jika kau berbohong maka aku akan membelah dadamu dan kuambil jantungmu! Dan akan ku potong menjadi kecil-kecil untuk ku jadikan pakan ikan. Ha...haa." racau Hana lagi sambil tertawa keras.
glek!
Sedangkan Kenzi susah payah menelan salivanya sendiri. Ia bergidik ngeri membayangkan sendiri jika itu benar-benar terjadi sambil memegang jantungnya yang berdetak kuat mengikuti suara tawa Hana.Kenapa wanita itu tiba-tiba berubah menyeramkan saat mabuk.
"A...akku janji kok,mana mungkin aku berbohong." balas Kenzi kikuk karena merasa takut dan gugup bersamaan.
Bagaimana tidak pandangannya teralihkan oleh piyama yang Hana kenakan tersibak naik sampai keatas.Menampilkan paha putih nan mulus milik wanita itu.
Lalu tiba-tiba wanita yang sedang fly itu memeluknya lagi dan menarik batang lehernya hingga ia ikut terjatuh di atas ranjang.
"Hayo bobo sini sama aku,aku enggak mau sendiri aku takut." pinta Hana sambil merengek.
Ya ampun sifat Hana yang dewasa sudah lenyap begitu saja.Apakah ia kesurupan?sifatnya seperti anak kecil yang manja.
"Baiklah...tapi tolong lepaskan pelukanmu ini pada leherku,aku bisa tercekik nanti."
Lalu wanita berdarah Tionghoa itu melepaskan jeratan dari leher Kenzi dan tersenyum senang karena lelaki itu akan menemani dirinya tidur.
"Oke sekarang kamu tidur ya,aku akan menemanimu disini."
Kenzi merapikan selimut pada wanita itu.Sungguh pemandangan tadi sangat membuatnya panas dingin.Ia pun ikut menenggelamkan diri kedalam selimut tebal nan lembut itu.Dan mulai mengelus lembut puncak kepala wanitanya.Berharap wanita yang tengah fly itu cepat tertidur.
Namun saat ia tengah ingin memejamkan mata tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak-gerak lembut di bawah sana.
Oh sh**** ! Apalagi ini ?!
Ia merasakan sesuatu tengah membelai lembut benda mati miliknya yang mulai mengeras.Wajahnya seketika memerah menahan gelenyar aneh yang menjalar akibat belaian itu.
Dilihatnya wanita itu sudah memejamkan mata seperti tertidur akan tetapi salah satu tangannya membelai-belai lembut membangunkan ular yang tengah semedi selama bertahun-tahun.
"Oh..God! ini baru dibelai aja efeknya sudah bikin aku gemeteran apalagi kalau di itu." batinnya meracau menahan belaian lembut dibawah sana.
Kenzi udah enggak tahan.Lalu ia beranjak dari ranjang miliknya yang ditiduri Hana.Wanita itu tidak menunjukan tanda-tanda kehidupan sepertinya memang sudah tertidur.Lalu ia bergegas menuju kamar mandi.
"Sabar Kurama gue belum nemu rumah yang cocok buat loe jadi jangan kayak gini lagi ya?gue bingung harus ngapain loe biar semedi lagi coba." ucapnya sambil bermonolog sendiri memperhatikan sesuatu di bawah sana yang sudah berdiri tegak.
__ADS_1
J*ni*r nya sudah sangat mengeras ini tidak bisa dibiarin.Ia butuh pelepasan kalau tidak kepalanya akan terasa pening sedangkan setelah ini ia masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.Terpaksa akhirnya ia melakukan konser solo di dalam kamar mandi seorang diri.