My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Insiden Kuah Bakso


__ADS_3

Pagi ini udara terasa begitu dingin menusuk tulang. Cuaca pun sedikit mendung disertai hujan gerimis yang tak begitu besar. Pagi ini Hana berjalan menyelusuri gang rumahnya menuju halte diujung jalan besar dekat rumah nya.


Udaranya benar-benar dingin karena hujan besar sehabis subuh tadi. Hana pun mengeratkan pelukan pada tubuhnya sendiri padahal ia sudah memakai sweter yang lumayan tebal tapi masih terasa dingin.


Saat sudah sampai dihalte, angkot pun nampak sudah mulai berjalan dari kejauhan.Tiba-tiba fokus nya teralihkan akan seseorang yang sedang melaju didepannya. Hana memperhatikan motor ninja merah yang barusan melintas.


Entah kenapa hati Hana berdesir. Seumur-umur gadis berwajah oriental itu tak pernah berurusan dengan makhluk yang nama nya laki-laki. Bukan Hana tak cantik, justru Hana terlihat cantik natural meski tanpa make up karena Hana ada keturunan tionghoa dari nenek nya.


Dan tak sedikit pula beberapa laki-laki mendekatinya. Tapi sikap Hana terlalu pendiam dan tertutup. Hana menolak semua perasaan yang tertuju padanya dengan baik-baik. Jujur Hana hanya ingin sekolah,baginya tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal tentang percintaan. Hana takut sekolahnya terbengkalai dan impiannya terhempaskan.


Tiin...tiin...tiin.!!


Terdengar suara klakson mobil angkot yang membuyarkan lamunan Hana.


"Neng...mau naik gak??" tanya sang sopir.


"Ehh..iya mang..," seru Hana.


Lalu Hana pun duduk paling depan dekat pintu mobil karena memang mobil sudah hampir penuh. Bahkan ada beberapa siswa laki-laki yang bergelantungan didepan pintu masuk angkot. Untung jalannya masih pagi belum ada polisi lalu lintas yang setiap hari mengawasi ketertiban jalan bisa-bisa amang angkot nya kena tilang.


Bagaimana pun naik angkot/bis dengan bergelantungan seperti itu tidak dibenarkan justru membahayakan penumpang dan pengendara lain. Tapi ya namanya tukang angkot mungkin mereka sedang kejar target jadi mereka sedikit egois memperhatikan keselamatan penumpang nya.


Perjalanan Hana memakan waktu 25 menit dengan naik angkot untuk bisa sampai ke sekolah. Maka dari itu setiap hari Hana berangkat pagi-pagi. Bahkan terkadang Hana lupa untuk sarapan. Padahal Sarapan itu hukumnya wajib sebelum memulai aktivitas apalagi digunakan untuk berfikir.


Saat sampai kelas, 5 menit lagi bel berbunyi. Hana mulai membuka tas dan mengeluarkan sebuah buku pelajaran yang ingin dia pelajari sebelum dimulai nya jam mata pelajaran pertama.


teeett....teettt....teetttt!!


Bel pun sudah berbunyi. Dan sesaat terlihat guru Kimia memasuki kelas XIia1.


"Selamat pagi anak-anak !!"sapa bu Darlik selaku guru Kimia.


"Selamat pagi buu !!" jawab semua murid serentak.


"Wahh...masih pagi semangat ya, oke ibu minta kumpulkan tugas Kimia yang kemarin ibu tulis di papan ya ?"


"Kamu.., " tunjuk bu Darlik kearah Hana.


"Iya bu...," jawab Hana lembut.


"Kamu..murid baru kan?namamu siapa?" tanya bu Darlik.


" Nama saya Hana bu," balas Hana dengan tenang.


"Oke...Hana ibu minta tolong kumpulkan tugas teman-teman kamu yah dan nanti taruh saja di meja ibu sana ibu mau kekantor dulu ada yang ketinggalan," terang bu Darlik dengan menunjuk kearah mejanya.


"Baik bu,"balas Hana patuh.


tokk...tokk..tokk!


Terdengar bu Darlik mengetok papan tulis dengan spidol meminta perhatian muridnya yang sedikit ribut.

__ADS_1


"Anak-anak tolong kumpulkan tugas kalian ke Hana ya ibu mau kekantor sebentar diharapkan jangan ribut mengganggu kelas lain,mengerti !"ucap bu Darlik tegas.


"Dimengerti bu ,"jawab semua murid serentak.


"Mampus gue ! mana baru dapet 1 soal lagi semua ini gara-gara Darren s*alan !! kalo dia gak ngajak gue mabar pasti gue gak bakal lupa kalo punya PR ," gerutu Reno kesal mengingat dengan bodohnya menerima tawaran Darren untuk mabar.


"Heh...ta gue minta tugas lo napa?" pinta Reno ke teman yang duduk didepannya.


Mita yang aslinya mempunyai rasa ke Reno pun tampak tersenyum manis menurutnya.


"I..i..ini No tugas gue ," ucap Mita seraya menyerahkan buku sambil senyum-senyum malu.


"Gak usah cengar-cengir loe, gue gak bakal terpesona sama loe !"gertak Reno risih dengan senyuman Mita yang ganjil.


Mita yang digertak pun hanya menunduk. Ya dia sadar ,dia memang tak cantik. Rambut ikal, kulit sawo matang dengan kacamata yang tebalnya sudah minus 3. Mana ada laki-laki yang menyukainya?Tapi kembali lagi ke takdir, jodoh tidak ada yang tau. Bisa aja orang yang saat ini membenci kita jadi menyukai kita di masa depan begitu sebaliknya.


Jam pelajaran pun berlalu selama 2 jam dan tiba waktunya istirahat pertama. Cuaca diluar masih mendung tampak hujan gerimis agak besar. Beruntung letak kantin tak jauh dari kelasnya, jadi Hana tak perlu berlari sambil hujan-hujanan seperti murid dari kelas lain.


"Han...loe mau pesan apa?" tanya Marisa sambil memesan..


Hana terlihat berfikir sebentar, pagi tadi dia tidak sempat sarapan dan seketika dia tersenyum. Apa salahnya sekali-kali dia memesan makanan? karena selama ini Hana hanya membeli roti dan air mineral.Apalagi cuaca sangat mendukung pikirnya. Kebetulan hari ini Hana punya uang lebih.


"Aku..mau pesan bakso aja, kamu pesan apa sa?" tanya Hana balik.


"Gue pesan nasi soto ayam, ehh..gue nitip pesanan gue yah, gue mau nyari bangku kosong dulu buat makan kita berdua ," pinta Marisa.


Hari ini Boby tidak masuk katanya sakit. Karena biasa nya dimana ada Marisa disitu pasti ada Boby.


Saat pesanan selesai, Hana sedikit bingung harus bagaimana membawa nya. Sesaat Hana berfikir dan mulai mengangkat mangkok yang berisi soto dan kuah bakso panas. Hana sedikit kesusahan untuk keluar dari kerumunan itu. Saat tak sengaja kakinya teratuk meja dan otomatis.


Byuuuuurr !!!


"Ohh...shitt ! panas...panas..panas sil*alan panas bangett !! loe...loe jalan pakai mata apa napa !"bentak orang yang terkena kuah bakso itu.


Hana hanya menunduk dan takut tak berani menengadahkan pandangannya menatap si sumber suara.


Orang yang terkena kuah bakso itu adalah Kenzi.Biasanya Kenzi tak pernah membentak seseorang secara sadar barusan hanya ucapan reflek akibat tangannya kesiram kuah bakso panas. Kenzi baru menyadari orang yang menumpahkan kuah bakso panas itu adalah si gadis es. Melihat Hana ketakutan, Kenzi pun menurunkan suaranya.


"Loe...lain kali hati-hati ya ,"kata Kenzi melunak.


"Ba..ba...baik, ini tisu buat bersihin tanganmu, maaf apa rasanya sakit?" tanya Hana kwatir melihat tangan Kenzi yang merah terlihat sedikit melepuh.


"Gak papa...pakai salep entar juga sembuh, yaudah loe mau makankan ? pesan lagi aja entar gue yang bayar ,"ujar Kenzi menahan perih ditangannya.


Kenzi bukannya marah malah mentraktir Hana dengan memesan makanan yang sama. Kalau orang lain yang terkena kuah bakso itu pasti sudah mengumpati Hana dengan nama binatang dari A sampai Z dan meminta uang ganti rugi.


"Ehh....Ken, gak bisa gitu dong, tuh liat tangan loe merah bengkak gitu. Cewek ini harus ganti rugilah paling gak buat berobat , "sela Darren sarkastik.


(Baru juga author omongan muncul tuh kaum penindas)


"Ma...maaf..aku gak bawa uang lebih cuma ini yang aku bawa ," ucap Hana sambil menyerahkan ATM yang ada di dompetnya.

__ADS_1


"Nah...gitu dong, berapa **p**assword -nya ?" tanya Darren semangat.


"Darr...loe apa-apain sih ?! Gue yang kena malah loe yang minta ganti rugi ," kesal Kenzi.


"Udah..diem loe ! ini namanya bertanggung jawab ,"jawab Darren sekenanya.


"Udah gak papa, password-nya ini ,"ucap Hana menengahi.


Hana menyerahkan sobekan kertas yang tertulis password dari ATM-nya. Hana tak mempunyai uang tunai maupun kartu kredit. Atm itu berisi seluruh tabungan satu-satunya yang ia serahkan ke Darren.


Disekolah elit seperti Angkasa murid maupun guru bisa melakukan tarik tunai atau membayar dengan kartu kredit dan ATM. Setelah menyerahkan ATM ke Darren Hana berlalu menuju meja yang dimana ada Marisa yang sedang duduk menanti.


"Han....kenapa? apa ada masalah? kenapa tadi disana terlihat rame-rame?" Marisa memang tak menyadari insiden yang barusan di alami Hana karena disibukan membalas chat nya Boby.


"Gak papa...cuma insiden kecil, nih pesananmu Sa maaf menunggu lama ,"Hana terpaksa berbohong karena tak ingin temannya satu ini heboh mendengarnya.


"Makasih...trus pesanan loe mana?"tanya Marisa.


"Aku gak jadi pesan lupa uangku ketinggalan, ini aja juga cukup ,"ujar Hana dengan menunjuk sebuah roti dan air mineral.


Saat mereka asyik makan tiba-tiba terdengar seorang murid pria berteriak lantang ke segala penjuru kantin.


"Perhatian..perhatiaan !! Hari ini Kenzi dapat rezeki nomplok ! Doi akan traktir kalian makan es krim sepuasnya," teriak Darren kepada seluruh penghuni kantin.


Semua yang ada dikantin matanya berbinar senang melihat Darren yang mulai mendorong freezer yang penuh dengan es krim lezat membuat siapapun akan menelan salivanya sendiri kecuali Hana.


Saat sampai didepan Hana, Darren pun mengatakan dengan nada penuh penekanan.


"Ini buat loe ,"menyerahkan es krim kearah Marisa.


"Terima kasih ,"balas Marisa dengan senang hati menerima es krim tersebut tanpa ia tahu yang sebenarnya terjadi.


"Tapi sorry...kalo buat loe gak ada, kan loe yang udah nraktir kita semua !" ucap Darren tanpa perasaan.


Seketika hati Hana seperti dihantam beribu batu besar , sungguh terasa sakit. Apakah yang dipakai buat membeli es krim sebanyak itu adalah uang nya?Kenapa orang kaya setega itu. Mereka tidak tahu bahwa Hana mati-matian mengumpulkan uang tersebut. Dan itu tabungan satu-satunya yang Hana punya.


Hana masih tak bergeming merespon ucapan Darren.Hati nya bergemuruh menahan amarah tapi ia memilih beranjak dari tempat itu dan berlalu ke kelasnya.


"Han...maksutnya apa ? Han..jelasin sumpah gue gak ngerti ,"tuntut Marisa.


Hana tak menjawab tanya Marisa dan berlalu meninggalkan Marisa yang masih bingung dengan semua yang terjadi.


Sampai didepan pintu kantin, tiba-tiba langkahnya tertahan. Kenzi mencekal lengan Hana untuk menahan gadis itu.


"Han..maafin, gue gak bisa nyegah Darren. Nanti gue ganti semua uang loe ya ," ucap Kenzi merasa bersalah sungguh Kenzi tak bisa menahan kelakuan temannya yang sudah kelewat batas itu.


Hana melihat tangannya yang dicekal oleh Kenzi lalu menepisnya.


"Lupakan !"sahut Hana dingin.


Sungguh dia ingin marah kenapa perilaku orang kaya selalu seenaknya dan tidak bisa menghargai barang sekecil pun.

__ADS_1


Kenzi pun hanya memandangi kepergian Hana sungguh dia kecewa dengan teman sekaligus sahabatnya itu.


__ADS_2