
Setelah sampai di apartemen Darren, lelaki macho itu segera menjelaskan rencana mereka selanjutnya kepada teman dan gadis ajaibnya.
"Loe yakin anak buah loe sudah nemuin lokasi mereka bro ?" tanya Kenzi penasaran.
"Gue yakin, mereka adalah anak buah gue paling gue percaya. Dan info yang barusan gue dapat Hana dalam keadaan baik-baik saja, sepertinya bos yang menculik Hana itu menyimpan perasaan kepada Hana Ken."
"Maksud loe Lee ?"
"Benar, mereka bilang Lee itu tidak menyekap Hana seperti tawanan melainkan seperti tamu," tutur Darren.
"Sekarang gue bisa mengerti kenapa itu lelaki menculik Hana, tapi sebenarnya apa hubungan mereka ? pantas saja ia waktu itu datang ke pernikahan Hana dan Johan."
"Gue juga tidak mengerti," balas Darren sambil mengedikan bahu.
"Yang jelas malam ini kita harus berangkat ke Mongolia, apa loe siap?"
"Apa Mongolia ?!" Kenzi menatap tak percaya kearah temannya.
"Iya Hana sekarang ada di Mongolia."
"Oppa ! Sona ikut ya ? please !" rengek Sona.
"Tapi ini terlalu beresiko Sona, loe kan cewek kalau terjadi apa-apa sama loe bisa-bisa papa Kim jadiin gue daging cincang nanti," tolak Kenzi.
"Sona bisa jaga diri kok, Sona janji !" ucap Sona menyakinkan.
"Biarlah Ken, gue rasa Sona bisa ilmu bela diri. Seperti yang kemarin loe lihat. Luarnya aja smoot tapi dalamnya very tasty and crunchy," sahut Darren dengan tatapan yang masih menelisik Sona dari atas hingga ke bawah.
"Hei ! what do you see ?! " ketus Sona sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"Astaga ! loe lagi ngiklan ciki-ciki apa gimana sih. Buruan kita harus persiapan semuanya dari sekarang!" tegur lelaki maskulin.
Kenzi hanya geleng-geleng kepala menyaksikan temannya yang sepertinya keplayboyannya kumat kembali setelah beberapa pekan ia tak melihat lelaki crocodile itu bersama seorang wanita.
Sebenarnya dulu Darren bukanlah seorang play boy akan tetapi, ada suatu kejadian hal yang membuatnya jadi seperti sekarang. Mematikan rasa suka dan cintanya terhadap semua wanita dan hanya menikmati sesaat kesenangan bersama para wanita-wanita itu.
Mungkin ada luka yang tersembunyi dalam diri lelaki macho itu di masa lalu, tapi entahlah Kenzi tak pernah mengetahuinya. Karena sang cassanova memilih untuk bungkam seribu bahasa tentang kehidupan terdalam pribadinya hingga sekarang. Kecuali apa yang bisa terlihat oleh mata.
"Okay, mari ikut gue !" ajak Darren dengan wajah seriusnya.
Sona pun terkesiap. Wajah serius yang Darren tampilkan sungguh mempesona di mata gadis korea itu. Ya dia menyukai lelaki yang serius, dewasa dan juga tampan. Meski sebenarnya ia tak menyukai lelaki buaya.
Tapi entah untuk lelaki brewokan satu ini, pesonanya memang tak terbantahkan. Pantas saja ia bisa menjadi playboy ulung. Mungkinlah ini alasan para wanita diluar sana yang sengaja menyapu lantai dengan tidak bersihnya. (termasuk author 😅 hehe)
Malam pun tiba. Helicopter yang akan mengangkut mereka menuju negara Langit Biru sudah berada di atas apartemen Darren.
"G*la ! gue baru tau loe bikin landasan udara di atas apartemen ?!" decak kagum Kenzi.
"Inilah yang gue bilang sedang renovasi kemarin, karena sekarang gue sedang menjalankan misi mau nggak mau gue harus membuat apa yang bisa mempermudah dalam misi gue kali ini termasuk membuat landasan udara sendiri," cengir Darren.
"Waow ! kereeen nya !" pekik Sona.
"Apakah kau sudah terpesona kepadaku nona? Jadi maukah kau menjadi pacarku ?" rayu Darren sambil menatap Sona dengan tersenyum.
__ADS_1
Sona pun mencebik bibir bawahnya. Akan tetapi respon wajahnya tak mampu ia sembunyikan. Wajahnya pun pink merona antara terkejut dan malu.
'Astaga ! apa ini pernyataan cinta dari sang crocodile ? tidak....tidak ini hanya rayuan bukan sungguhan. Mana ada mengungkapkan cinta tidak romantis seperti ini, ini hanya tipu muslihat dari sang crocodile jangan sampai tertipu Sona teguhkan hatimu !" yakinnya dalam hati.
"Huh ! aniyo, nan neol midjido joh-ahajido anh-a ( tidak, aku tak percaya dan tidak menyukaimu )," ucap Sona berbohong.
Entah semenjak kapan lelaki yang ia juluki dengan sebutan crocodile itu mampu mengalihkan pandangannya.Tidak bisa di pungkiri, dirinya memang sudah terjatuh kedalam pesona sang cassanova.
Kenzi pun tertawa mendengar penolakan dari Sona untuk Darren.
"Cckk, bocil aja nolak loe ya. Kayaknya yang doyan sama loe itu cuma tante-tante secara loe kan pecinta barang second ," cibir Kenzi disertai gelak tawa.
"S*alan, daripada loe ngajak balik mantan ditolak trus ditinggal nikah lagi dan parahnya sekarang tu hubungan kalian HTS tapi kalian sudah cup-cup haha," sarkas Darren tak kalah sengit sambil terkekeh.
"Yee... ini juga gue lagi usaha, daripada loe teu puguh awewe na saha we asal masuk tau-tau eta nini-nini baru nyaho loe !"
"Sudah, sudah ! Oppa ! Crocodile ! kenapa kalian jadi berantem sih ! Kita tidak akan sampai kalau begini terus ?!" gertak Sona dengan menjewer kedua lelaki yang gagal dewasa itu.
"Auw...sakit beb, jangan jiwir dong telinganku. Mending sun aja nih," seru Darren sambil menyodorkan wajah brewoknya kearah si gadis cute.
"OMG sexy sih ! Bener-bener ini godaan ya, pastinya rasanya aku tidak bisa membayangkannya."
Plakk !!
"Astaga ! kenapa beby malah menampar wajah ganteng abang sih ?" pekik Darren seraya menampilkan wajah pura-pura sakitnya.
"Biarin ! ayo ah berangkat keburu malam." tegas Sona berusaha menepis rasa aneh yang menghinggapi hatinya.
Mereka bertiga pun mulai memasuki helikopter pribadi milik keluarga Ferguso. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang laki-laki dari bawah.
"S*al ! siapa yang mengajaknya ?" geram Kenzi.
Sona pun tampak cengengesan saat ditatap oleh si lelaki maskulin.
"Sona Oppa yang sudah memberitahu dokter ganteng," cengirnya.
"Yasudah, masuk !" titah Kenzi dingin.
"Sabar bro ! untuk saat ini loe harus berdamai dulu dengan rival loe demi wanita yang kalian cintai," hibur Darren.
Kenzi pun hanya membalas dengan sorot mata tajam, meski ia memang membenarkan ucapan sahabatnya itu.
Setelah mereka memasangkan sabuk pengaman beserta headphone masing-masing, helikopter pun mulai melambung tinggi ke udara dan melesat dengan cepat.
⚜️⚜️⚜️
Di Mongolia
Terlihat seorang wanita cantik berwajah oriental tengah duduk bersama seorang lelaki tampan dengan cambangnya.
Berbagai hidangan sudah tersaji cantik di hadapan mereka berdua. Sang pria pun mengambil serbet dan memasangkannya di pangkuan wanita dan juga untuk diriya.
"Kau nampak menawan dengan gaun yang kau kenakan sekarang my Queen Hana," puji Lee seraya menatap intens wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Hana nampak merasa kikuk ditatap intens oleh lelaki yang baru beberapa waktu lalu ia kenal. Ia merasa risih dengan gaun berwarna merah menyala dengan model terbuka pada bahunya. Sehingga menampakan kulit putih bersih miliknya yang sangat contras dengan gaun yang ia kenakan. Gaun itu yang sudah disediakan Lee untuk acara dinner mereka.
Daripada menanggapi ucapan Lee lebih baik ia mengalihkan diri dengan makan.
"Aa..aku lapar lebih baik kita segera makan," ucap Hana agak bergetar.
"Baiklah."
Sela beberapa menit tidak ada suara yang mengiringi acara dinner mereka. Hanya terdengar dentingan suara sendok dan piring yang saling bergesekan. Mereka berdua bukan melakukan dinner di sebuah restoran mewah, mall atau semacamnya. Akan tetapi mereka melakukan dinner outdoor di halaman taman bunga milik lelaki bermata sipit itu.
"Nah.. acara makannya selesai, maukah kau berdansa denganku ?" tawar Lee.
'Hayolah Hana ini hanya dansa biasa jangan takut !'
"Baiklah."
Lee dan Hana pun berdiri berhadapan. Lelaki bermata sipit itu mulai menautkan kedua lengannya di pinggul wanita pujaannya. Hana tak perlu dibimbing lagi karena ia masih cukup mengingat saat pertama kali ia berdansa bersama Kenzi.
Sesaat raut wajahnya berubah sendu. Tiba-tiba saja ia merindukan lelaki songong itu, dan juga lelaki manisnya. Katakanlah ia memang serakah, karena nyatanya di lubuk hati terdalam telah dihuni oleh 2 lelaki yang berpengaruh dalam hidupnya.
Musik pun menggema dan mengalun merdu. Lee pun mulai mengeratkan tautan lengannya pada tubuh Hana membuat keduanya tak terkikis oleh jarak.
"Kau tau queen, begitu banyak wanita yang singgah dihidupku selama ini tapi tak mampu satu pun memberikan kedamaian dihatiku seperti malam ini," gumam Lee lembut.
"Mereka hanya menginginkan harta, uang serta kepamoran keluargaku, dan sebagai manusia biasa aku kasian kepada mereka jadi aku menerimanya," sambungnya lagi.
Hana pun tak merespon. Ia sendiri bingung harus menjawab apa. Ia hanya bisa terdiam sambil mendengarkan. Tiba-tiba Lee meraih tengkuknya dan menyatukan benda kenyal milik mereka tanpa permisi.
Plakk !!!
Terdengar suara tamparan yang cukup keras yang mendarat di wajah lelaki bermata sipit itu. Lelaki itu pun menggeram pelan merasakan rasa panas yang menjalar di area wajahnya. Sedangkan Hana sudah bergetar menahan rasa takut.
"Lee...maafkan aku, aku tak bermaksud menyakitimu..a..aku hanya terkejut," sesal Hana lirih.
Ya ia telah menyesal sudah menampar lelaki dihadapannya seperti membangunkan singa yang sedang tertidur, tapi bukan berarti ia menerima ciuman dari lelaki itu.
Cih !
Lee pun menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya akibat terkena cincin yang Hana kenakan. Lalu ia pun mencengkram kuat kedua lengan wanita itu.
"Selama ini aku belum pernah menerima penolakan dari siapapun! Bahkan mereka sendiri bersedia menyerahkan tubuh mereka untuk aku nikmati, tapi kenapa kamu justru menolakku !" teriak Lee tepat di hadapan wajah Hana.
Hana pun semakin bergetar ketakutan mendengar teriak Lee barusan. Sampai sendi-sendi kakinya terasa tak mampu menahan beban tubuhnya bagaikan jelly.
"Sekarang ikut aku !" ajak Lee sambil menarik paksa lengan Hana dengan kasar.
Hana tak mampu menolak lagi. Dirinya saat ini benar-benar diliputi rasa takut yang menjalar disetiap sendinya. Sudah sepekan lebih ia bersama lelaki itu, akan tetapi baru kali ini ia melihat raut amarah dari lelaki itu. Mungkin setelah ini ia akan dikurung dalam kamarnya dan tak diijinkan untuk melihat dunia luar lagi atau mungkin lebih dari itu.
'Kenzi, Johan aku merindukan kalian. Please tolongin aku, aku takut sendirian disini,' rintihnya dalam hati.
Terima kasih untuk para kaka yang sudah selalu support
Jangan lupa like, koment dan votenya biar author makin bersemangat..
__ADS_1
Dan jangan lupa bersyukur..
Saranghae semua 😘😘