My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Tentang Dinda


__ADS_3

Dinda yang saat itu sedang duduk diruang keluarga sambil menonton TV.


Mulai bosan sambil mengutak atik TV tersebut. "Gak ada yang seru!" ucapnya bosan, sambil mematikan TV tersebut dan membaringkan diri diatas sofa dengan tubuh terlentang.


Dean sudah pulang lagi kebandung karena tiba tiba papa Bima meneleponnya memdadak, jadi Dinda gak perlu repot memasak.


Dinda menatap layar hape pipih yang ada ditangannya.


"Pasti cuma aku didunia ini yang tak tau nomer hape suami sendiri?" katanya sedih.


Tampa sadar ia sudah membuka galeri hape tersebut, ia melihat beberapa foto disana.


foto ia dan Arenof saat liburan ke kalimantan, kususnya di daerah Palangka Raya. Kota cantik tempat kelahiran seorang Adinda putri itu sendiri. Ya Dinda adalah orang kalimantan Dia asli orang Suku dayak, yang dikenal suka makan daging manusia katanya, tapi itu cuma hoaks.


Karena semua itu tidaklah benar. Yang benar adalah orang dayak itu orangnya ramah dan bersahabat.


Waktu Dinda baru baru dijakarta banyak temannya yang menanyakan dari mana ia berasal, dan tentu saja ia menjawab dari Kalteng, Tapi teman teman yang mulanya ramah menyapanya malah berlahan lahan menghindar.


Mulanya Dinda masa bodo, tapi lama lama ia mulai kepikiran juga.


Jadi ia mulai mencari tau ternyata teman temannya takut karena ia orang dayak katanya bisa makan manusia.


Masih ingat gak kerusuhan tahun 2001 dulu?


Dimana Suku madura dibantai abis, oleh suku dayak?


Sebenarnya itu bukan salah suku dayak loe. karena suku maduralah yang terlebih dahulu membantai suku dayak yang ada disampit tepatnya. Karena merebut pelabuhan dan apalah itu Dinda kurang paham saat itu karena ia masih sangat kecil.


Tapi tenang saja sekarang suku dayak dan suku madura udah damai kok.


malah udah banyak dari suku madura yang kembali lagi ke kalimantan yang terkenal kaya raya ini. Dan bukan hanya Suku madura, suku batak, Suku Jawa, Bahkan sampai papua dll ada Dikalimantan ini.

__ADS_1


Tapi gak ada masalah karena orang dayak itu cinta damai, kami tak akan menganggu bila tidak digangu itu lah prinsip kami orang dayak.


Dan kami orang dayak menjujung tinggi Pancasila sebagai rakyat indonesia sejati harus cinta pancasila.


Dinda menyengit kan keningnya disaat melihat foto dirinya dan Arenof sedang memakai baju tradisonal suku dayak.


Menbuat Dinda tersenyum melihat tingkah konyalnya dan Renof saat itu.


"Kamu jahat!" ucapnya sambil menatap foto Renof yang ada dihapenya saat itu.


Lalu terlintas dipikirannya untuk menghubungi Nomor Renof.


Dinda pun menelepon nomornya ragu. dan ternyata aktif... tut....tut....tut....mendengar nada tunggu membuat jantung Dinda deg deg,an tak karuan, tangannya jadi dingin seketika.


"Halo?" suara orang diseberang sana.


membuat Dinda sedih sakit mendengar suara seseorang diujung telepon tersebut, itu bukan lah suara Renof, melaikan suara seorang wanita."Halo, Dinda?" tebak wanita itu.


" Apakah ini alasan kauu meninggalkanku?" ucap Dinda sambil terisak sedih. Sakit, kecewa, terluka, marah bercampur aduk jadi satu, sehingga membuat Dinda menangis sejadi jadinya untuk menghilangkan rasa sesak yang menghimpit didadanya saat ini.


Entah berapa lama ia menangis, sehingga kini ia sudah tertidur lelah dengan wajah sembab dan bengkak.


Malamnya


Dean yang sedang berada dikantor cabang yang ada di Bandung masih sibuk dengan laporan penjualan bulanan yang sedang ia bahas dengan jovita seketaris kakak sulungnya itu.


Ya perusaan Anggara saat ini menjual suku cadang semua merak kendaraan bermotor. Mareka yang memasukkan barang barang ke jawa, bahkan sampai ke kalimantan dan masih banyak daerah lainnya.


"Ok, kalau begitu saya permisi dulu pak?" pamit jovita dengan nada dimanja manjain kaya inces shareno apalah itu.


Membuat Dean geli dibuatnya.

__ADS_1


Apalagi dengan baju super ketat dan rok mini yang dengan jelas memperlihatkan lengkuk tubuhnya saat itu.


Membuat Dean agak risih dibuatnya, sambil mengagukkan kepalanya, agar wanita itu cepat pergi dari hadapannya,


Suara telepon berhasil menyita perhatianya saat itu, Dilihatnya orang yang menelepon tertara nama mama tercinta dilayar hapenya kala itu, sehingga dengan cepat Dean mengangkatnya. " Halo?" jawab Dean pelan "Dean kenapa Dinda tak menganggak teleponnya? apakah dia baik baik saja?" tanya mama Chinta dengan nada khawatir.


"Dean tak tau ma, sekarang Dean sedang dibandung!" jawab Dean jujur.


"Apa? bagaimana bisa kau meninggalkannya seorang diri nak?" Teriak mama Chinta dengan nada panik.


"Ada perkerjaan yang belum selesai ma, papa sendiri tadi yang menyuruh Dean kembali kebandung!" jawab Dean jujur.


"Cepat kau kembali, mama takut Dinda kenapa kenapa?" perintah mama Chinta panik.


Dia takut Dinda akan bunuh Diri kaya kebanyakan Remaja saat ini, diputusin pacarnya dan memilih bunuh diri, apa lagi Dinda yang ditinggalkan calon suaminya itu. pikiran mama semakin menjadi jadi.


"Besok aja, apa mama tak kasian, Dean cape ma, bolak balik terus?" jawab Dean sambil mengusap wajahnya kasar.


Mama diam mendengar kata kata Dean benar apa adanya. "Iya kalau begitu, sudah dulu, dan cepat pulang ini sudah malam?" katanya sambil memutuskan sambungan telepon itu.


Dangan hati tak tenang memikirkan sang menantu tersayang.


Bersambung


.


.hay guys jangan lupa like n komentarnya untuk meninggalkan jejak kalian


supaya author tau siapa saja ysng udah mampir.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2