My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
I MissYou


__ADS_3

Sebelumnya


"Ya sudah aku pulangnya bulan depan aja, nunggu kamunya kangen aja?" goda Dean yang sukses membuat Dinda dongkol mendengarnya.


"Mengapa tidak usah pulang selamanya saja?" teriak Dinda kesal, namun sukses membuat Dean tertawa terbahak bahak mendengarnya.


Yang semakin membuat Dinda kesal mendengarnya, tampa sadah ia memejamkan matanya geram mendengar suara Dean yang asli nyebeli di telinga Dinda saat itu, sehingga membuat telinganya gatal.


"Bercanda cyank? gak usah marah, kalau aku gak pulang emang kamu mau jadi j-a-n-d-a?" goda Dean sengaja memperlambat diakhir kalimatnya.


Namun berhasil membuat hati Dinda bagai dihantam palu saat mendengarnya, ya siapa coba yang mau menjanda, semua wanita didunia ini pasti gak ada yang mau menjadi janda, nach sama Dinda pun tidak mau itu.


"Ya gak lah!" jawab Dinda cepat


"Gak apa?" goda Dean pura pura gak mengerti.


"Ya gak mau?" jawab Dinda kesal karena sadar sedang dikerjai oleh suaminya itu.


"Gak mau apa sich, gak ngerti dech?" jawab Dean lagi dengan nada suara yang asli membuat wajah Dinda kaya tomat masak dibuatnya.


"Udah dech, kalau gak ngerti, jadi PR aja?!" jawab Dinda sebel dengan kelakuan Dean saat itu.


"PR? ya ampun cyank apa susahnya sich menjawabnya?" sahut Dean tidak habis pikir dengan istrinya itu.


Dinda hanya diam mendengar nada kesal dari nada suara Dean saat itu, sehingga membuatnya mati matian menutup mulutnya agar suara tawanya tidak di dengar oleh Dean saat itu.


"Emang enak dikerjain?" pikir Dinda dakam hati.

__ADS_1


"Cyank?" teriak Dean lagi karena tak mendapat jawaban dari Dinda saat itu.


"Apa?" geram Dinda bagaimana tidak telinganya mampir budek mendengar teriak Dean itu.


Dean hanya tertawa garing mendengar suara kesal Dinda saat itu.


"Bila dulu?" rengek Dean lagi, yang berhasil membuat Dinda geli mendengarnya.


Sehingga iapun memilih menyerah saat itu.


"Ok ok, aku gak mau menjadi janda?! tuch udah, puadls belom?" sahut Dinda malu bercampur apalah itu.


"Belum?!" goda Dean lagi.


"Bilang I mis you dulu baru aku puas?" perintahnya lagi.


yang sukses membuat jantung Dinda berdebar debar mendengarnya bagaikan banyak bunga yang bertebaran ke dirinya saat itu,


"I Miss You to?" jawabnya lagi.


"Ya sudah aku mandi dulu ya? selamat sore cyang?" ucap Dean lembut saat itu, yang di iyakan oleh Dinda.


Marekapun sama sama mengakhiri panggilan tersebut.


Sesaat hening mencengkam dihati Dinda saat itu, entah mengapa dirinya merasa sangat kesepian, padahal baru saja suaminys itu pergi, Dinda seakan sudah terbiasa akan keberadaan Dean disampingnya.


"Ya ampun?! koq sampai kaya gini ya rasanya?" ucap Dinda sambil merebahkan tubuhnya terlentang diranjang dengan tangannya memegang dadanya sambil memejamkan kedua matanya saat itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malamnya kini Dinda baru akan mencari cemilan


habis dinas malam bersama Wina saat itu, namun tiba tiba dikagetkan oleh suara nyaring yang memanggil nama Dinda saat itu.


Sontak marekapun menoleh kesumber suara dimana seorang pria tengah tersenyum sambil melambai tangan kearah kedua wanita itu, namun berhasil membuat Wina mencibirkan bibirnya jengah melihat orang yang menyapa sahabatnya saat itu.


Yang tak lain adalah Chalvin, Chalvin hanya tersenyum melihat wajah males Wina saat itu.


"Eh Chalvin? sedang apa disini? siapa yang sakit?" sapa Dinda ramah namun berbeda halnya dengan Wina yang menebarkan auran permusuhan saat itu.


Chalvin hanya tersenyum simpul.


"Iya kakek aku lagi dirawat disini, udah 2 hari ini!" jawab Vhalvin sambil mencuri curi pandang kearah Wina yang hanya diam sambil memainkan ujung jas putihnya saat itu.


"Cuek betul!!" pikir Chalvin sambil menyengit heran melihat tingkah Wina saat itu.


"Ok Dinda, Hmm, Wina? aku masuk dulu?" pamit Chalvin tampak ragu saat menyebut nama sahabat dari istri Dean tersebut.


"Iya!" jawab Dinda namun Wina masih jutek, sehingga membuatnya memdapat cubitan sayang dari sahabatnya itu sehingga dengan terpaksa mengiyakan pamitan Chalvin tadi.


Bersambung


Maaf yang jarang update


banyak banget masalah author saat.

__ADS_1


Tapi puji Tuhan Semuanya udah selesai.


Semoga author bisa up seperti biasa lagi.


__ADS_2