My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Bertemu Sahabat lama


__ADS_3

Saat dalam perjelanan pulang Dinda mengajak Wina mampir ke Swalayan untuk membeli bahan pokok yang sudah habis.


Karena memang prsedian mareka yang sudah habis, dan kebetulan Swalayan itu satu arah dengan jalan ke apartemen Dinda saat itu.


Saat sedang asyik memilih sayuran Dinda dikagetkan dengan seorang wanita yang memandangnya dengan senyum merekah dibibirnya.


Dinda menyengit dahi berpikir, namun beberapa saat kemudian, dia menghambur ke arah wanita itu.


Ya wanita itu adalah sahabat baik Dinda waktu sma dulu.


"Lala?" teriak Dinda sambil mencubit pipi wanita itu tak percaya.


"Iihh...? begini ya cara kamu menyapa sahabat yang baru ketemu?" sindir wanita yang bernama Lala itu sambil memutar bola matanya jengah.


"Opss!! sorry?" balas Dinda sambil melepaskan cubitannya dari wajah wanita cantik itu.


Namun beberapa saat kemudian Lala mencubit balik pipi Dinda gemas sambil memeluknya histeris.


"Gak nyangka banget bisa ketemu kamu disini?" ujarnya sambil menangkup kedua tangannya dipipi Dinda.


"Iya, aku juga gak nyangka!" balas Dinda sambil memegang tangan Lala erat.


"Oh, iya kamu sama siapa kesini?" tanya Dinda sambil melirik menelusuri ruang swalayan itu.


"Sama Ferry. Dia lagi ke toilet." balas Lala lagi


Dinda hanya menganggukkan kepalanya mengerti, sambil membawa sahabatnya itu kekasar, untuk membayar belanjaan yang ia beli itu.


"Kamu sendiri?" tanya Lala balik kala melihat Dinda yang hanya sendiri saat itu.


"Tadi aku diteman teman aku, dia ada dimobil." Jawab Dinda sambil membayar belanjaannya kepetugas kasir itu.


"Teman, atau Teman?" goda Lala sambil mengedip matanya kearah Dinda saat itu, karena dia tidak tau bila teman yamg dimaksud oleh sahabatnya itu adalah seorang wanita juga.


"Teman lah, dan yang pasti dia itu wanita, masa jeruk makan jeruk?" cibir Dinda lagi.


Lala hanya tertawa ngagak memdengar cibiran sahabatnya itu.


"Ok gimana kalau kita ngobrol di Kedai kopi seberang sana?" pinta Lala sambil menunjuk Ke seberang jalan yang ada sebuah kedai sederhana.


"Sorry La, kayanya aku gak bisa dech?" belum selesai Dinda berbicara namu kedulan dipotong oleh sahabatnya itu duluan.

__ADS_1


"Ayulah Nda? kita kan udah lama tidak bertemu? masa kamu tega sech?" potong Lala dengan mimik wajah memelas, sehingga membuat Dinda tak tega menolaknya.


"Baiklah." jawab Dinda pasrah sambil mengirim pesan Chat untuk Wina, menyuruh sahabatnya itu kekedai yang ada diseberang Swalayan tersebut.


Begitupun dengan lala dia juga mengirim pasan untuk Ferry, agar segera menyusul mareka ke kedai itu.


Sesampainya di Kedai Dinda memesan Coffelate 4 dan cemilannya juga.


Karena perutnya yang masih kenyang saat itu.


Beberapa menit kemudian Wina datang, dan langsung menghampiri meja sahabatnya itu dengan wajah bete, karena permintaan sahabatnya itu.


Tak berapa lama datang lah seorang pria dengan perawakan tinggi tegap, dan sempurna itu.


Dia tidak lain adalah Ferry kakak dari Lala sahabat dari Dinda.


Ferry menghentikan langkahnya saat melihat wanita yang ada disamping adiknya itu.


Terbesit rasa rindu dan kecewa yang memenuhi hatinya saat itu.


Ya Dinda adalah wanita yang sangat dia cinta jaman sma dulu, namun Dinda tidak pernah menganggapnya, dengan alasan fukos dengan sekolahnya.


Dinda yang sadar bila ada yang sedang memperhatikannya saat itu pun melihat kearah Ferry yang sedang menatapnya intens.


Entah karena apa, namun situasi itu berhasil membuat Dinda menjadi canggung dibuatnya.


Wina yang sadar bila sahabatnya itu tak nyaman pun menjadi penasaran dan ikut memperhatikan pria yang masih menatap Dinda dengan seksama itu.


"Kak? sini?" Teriak Lala ikut memalingkan kepalanya melihat arah pandangan Wina saat itu, yang kebetulan berada dibelakangnya saat itu.


Teriakan Lala nerhasil menyadarkan Ferry dari lamunannya dan berjalan menghampiri wanita yang entahlah benci, kecewa, cinta dan rindu bercampur menjadi satu sehingga membuatnya sulit untuk mengontrol emosinya saat itu.


Dinda memejamkan matanya kala merasakan bila pria yang ingin ia hindar tadi duduk disampingnya.


Ya walaupun Dinda tak melihat pergerakannya, namun ia dapat merasakannya.


"Ha-llo, apa kabar?" sapa Ferry dengan suara bergetar.


Dinda memberanikan diri untuk menatapnya.


"Hmm, baik! kakak sendiri?" tanya Dinda sambil mengulurkan tangannya ramah.

__ADS_1


"Ya, kamu lihat sendiri, tubuh aku masih lengkap, tampa sedikitpun yang kurang?" Balas Ferry dengan mata berkaca kaca saat itu.


"Ah...puji Tuhan bila kak Ferry sehat tampa kekurangan?!" balas Dinda sambil tersenyum canggung.


"Oh ya kak, La, kenalin ini Wina sahabat aku disini?!" ujar Dinda memperkenalkan sahabatnya itu.


Wina menyalam kedua adik kakak itu secara bergantian saat itu.


Dengan senyuman ramahnya saat itu, yang disambut senang oleh Lala saat itu.


"Terima kasih ya, karena mau jadi teman Dinda disini?" ucap Lala sambil tersenyum ramah kearah Wina.


"Itu tidak masalah, karena aku senang berteman dengannya!" balas Wina lagi.


Tidak berapa lama pesanan marekapun datang, Wina tak henti hentinya memperhatikan Ferry yang kebetulan duduk didepannya saat itu.


Sehingga membuat pria itu merasa tak nyaman karena dipandang seperti itu.


"Ya Tuhan pria ini sempurna sekali?: pikir Wina sambil menatap Ferry tampa berkedip saking kagumnya.


Dinda yang sadar dengan tingkah sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya.


Jarang jarang sahabatnya itu tertarik dengan kaum adam.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Hay guys hari ini sampai disini dulu


jangan lupa Like❤ n komennya

__ADS_1


ok😘😘😘


__ADS_2