
Sebelumnya
"Bukankah tuhan kita menghormati janji sakral itu? lalu bagaimana kita umatnya harus melanggarnya?" lanjutnya dan kali ini Dean mengecup lembut bibir Dinda, sehingga membuat wanita itu terlena dan menutup manik lejelnya menikmati perlakuan suaminya yang mampu membuatnya melayang itu.
"Terima kasih, akan ku pegang semua ucapanmu itu?" ucap Dinda sambil menyentuh bibir seksi Dean dan mengelusnya lembut.
Saat Dean hendak menyatukan bibir mareka lagi, disaat yang bersamaan ponsel yang ada disaku Dean bergetar, sehingga membuat keduanya tersentak kaget dengan wajah canggung dengan situasi saat ini.
Dean mengambil ponsel itu, tampa melihat yang memanggil dia pun mengangkatnya.
"Halo?" ucapnya pelan.
"Iya aku akan kesana?" jawabnya lagi sambil melirik Dinda yang masih berada dipangkuannya saat itu.
"Baiklah sudah dulu ya?" ucap Dean lagi dengan ekspresi canggung karena Dinda menatapnya seakan mencurigainya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Dean sambil mencolek hidung Dinda gemes.
"Apakah wanita itu yang menghubungimu?" tanya Dinda sambil menaikkan alis kirinya, tampa sedikitpun melepaskan manik lejelnya dari manik coklat Dean saat itu.
"Hmm, Namanya Cesya, dan dia adalah sahabatku, kamu tau? dia baru saja siuman dari komannya, dan dia memintaku untuk menjenguknya?" jelas Dean sambil mengelus pipi Dinda sayang.
"Tapi...?" Dinda mengurungkan niatnya sambil menghela nafas berat, entah mengapa dia tak suka bila Dean menemui sahabat yang dimaksud suaminya itu.
"Sudahlah?!" jawabnya lagi sambil beranjak dari pangkuan suaminya itu dengan ekspresi kecewa.
Dean yang melihatnya sontak menarik tangan Dinda refleks.
"Kau mau kemana? ayu pergi bersamaku?" pinta Dean sambil menarik Dinda hingga tubuhnya terjatuh lagi dipelukan Dean saat itu.
Dinda terdiam sejenak mencerna apa yang Dean ucapkan tadi, kemudian ekspresinya berubah sedih.
"Tidak...aku tidak mau, bila aku kesana, pasti ketemu dengan Siaka lagi, aku takut?" ucap Dinda sambil mengedik ngeri membayangkan ekspresi Siska saat melihatnya.
"Hey...apa benar saat itu kau memarahi Kakaknya Siaka?" tanya Dean dengan nada ragu, takut akan menyinggung perasaan istrinya itu.
"Aku...tidak...tau. aku hanya ingin masuk? tapi dia mencegatku, dan berbicara yang tidak ku mengerti?" jelas Dinda sambil memandang Dean seksama, tampa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya kala mengingat ucapan Siska beberapa waktu lalu.
yang entah mengapa membuat dadanya sesak dan berhasil mengubah moodnya saat itu.
__ADS_1
"Maaf?! karena tidak membela mu
kemaren, aku hanya tidak ingin membuat keributan disana, dan menyinggung perasaan Moren, karena bagaimanapun Siska itu kekasihnya." Ucap Dean dengan wajah menyesal
Dinda hanya diam sambil menganggukkan kepalanya pelan, dan tersenyum canggung kepada suaminya itu.
Entah mengapa saat mengingatnya dia jadi merasa kesal kepada suaminya itu saat ini.
Dan tampa Dinda sadari saat ini disedang mengigit kuat lengan Dean sadis.
Yang berhasil membuat pria itu mengaduh kesakitan oleh apa yang Dinda lakukan itu.
Namun Dean hanya membiarkan Dinda melakukan aksinya itu, agar mampu mengurangi kesedihan yang terlihat jelas diwajah cantik Dinda saat ini.
Setelah merasa puas Dindapun melepaskan gigitanya sambil menatap tajam kearah Dean saat itu.
"Kau tidak boleh kesana? bila kau masih kekeh pergi?, aku tak mau bicara padamu lagi?, ancam Dinda sambil mengembungkan pipinya kesal.
Dean hanya menghela nafas berat, agak keheranan dengan apa yang baru saja Dinda lakukan padanya.
Dan melihat bekas gigitan Dinda pada lengannya yang sudah mulai membiru itu.
"Tidak bisa sayang, bagaiman mungkin aku mengabaikannya?" jawab Dean dengan wajah frustasi.
"Ok, kalau begitu, abaikan aku?" jawab Dinda kesal sambil berlari menginggalkan Dean yang masih binggung dengan tingkahnya saat itu.
💐💐💐💐💐
Dean tak mematuhi ucapan Dinda dan pergi menemui Cesya saat itu, karena Cesya yang selalu menghubunginya saat itu, membuat Dean tak bisa menolak, apa lagi saat mendengar bila sahabatnya itu tidak mau makan bila dia tak datang untuk menjenguknya.
Sementar dikamar Dinda sedang merasa marah dan sedih, sambil menyisir rambutnya dengan perasaan marah yang meluap luap, karena Dean tak menghiraukan ucapannya dan malah pergi menemui wanita lain.
"Baik Dean, bila memang ini yang kau inginkan, maka akan aku kabulkan." ucapnya pelan sambil meraih tak punggungnya dan berjalan keluar.
💐💐💐💐💐
Dinda terlihat murung diruangan, sehingga membuat Yudis sedikit menyengitkan dahinya heran melihat ekspresi wanita itu saat itu.
"Ada apa dengannya?" pikirnya masih memperhatikan Dinda dengan seksama.
__ADS_1
Sementara Dinda tengah menggerutu menyesali berbuatannya pada Dean tadi.
"Ya Tuhan apa yang telahku perbuat?" ucapanya sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu dengan frustasi dan malu.
"Dinda emang kamu siapa? kamu hanyalah istri pemberian, bagaimana bisa kau menganggap dirimu penting hah?" ucapnya saat melihat kaca yang melukiskan Dirinya itu.
💐💐💐💐💐
Malamnya Dinda memutuskan untuk menginap ditempat Wina sahabatnya itu, meskipun mulanya Wina menolak dengan alasan bila Dinda memiliki suami, dan kewajiban untuk melayani suaminya itu.
Namun Dinda tetap kekeh ingin menginap dan akhirnya Wina hanya bisa mengangkat kedua tangannya menyerah menghadapin kelakuan sahabatnya itu yang asli keras kepala itu
"Baiklah...langsung kerumahku, atau pulang dulu?" tanya Wina saat mareka sudah memasukin mobilnya saat itu.
"Kita langsung kerumahmu sajalah." jawab Dinda cepat sambil tersenyum kepada sahabatnya itu kilas.
Wina hanya mengangguk pahan sambil melajukan mobilnya meninggalkan kawasan rumah sakit kala itu.
Sesampainya dirumah Wina Dinda langsung memasukin Kamar sahabatnya itu tampa meminta ijin dari sang empu, karena Dinda sudah sering menginap disana.
Jadi dia merasa seperti berada dirumahnya sendiri. Dan juga keluarga Wina yang sudah menganggap dirinya keluarga itu.
Wina masuk kekamar dengan membawa minuman dingin ditangannya dan melihat Dinda tidur terletang diatas ranjangnya masih dengan seragam dan sepatu ketsnya masih bertengger manis dikedua kakinya saat itu.
"Mandi dulu sana?" perintah Wina sambil meletakkan minuman yang ada ditangannya keatas meja.
Dan melempar handuk yang baru saja ia ambil dari lemari dan melemparnya tepat diatas kepala sobatnya itu.
💐💐💐💐💐
Bersambung
Hay Guys maaf ya? baru update.
karena author kedatangan banyak keluarga dari mana-mana.
Sepupu sepupu author, jadi gak mungkin dong author pegang hp terus, kan terkesan gak sopan.
Jadi maaf ya.
__ADS_1
Dan terima kasih untuk yang masih setia menunggu.