My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Bimbang


__ADS_3

Sorenya Dinda dan Wina memasuki sebuah mini market yang tak jauh dari kampusnya.


Mareka memutus untuk berbelanja bulanan. Selesai berbelanja keperluan masing masing. Tidak lupa mampir ke Cafe favorit mareka


sambil menikmati Coffeelattee yang menjadi minuman kesukaan dua wanita cantik itu.


"Hay boleh gabung?" tanya seseorang sehingga membuat Dinda dan Wina menghentikkan obrolan mareka sambil menatap kearah sumber suara.


Dan mendapati seorang wanita cantik dengan dress warna hitam stiletto senada dengan warna tas tangannya kala itu.


Sehingga membuat wanita yang ada dihadapannya itu sangat sempurna hari itu.


"Silahkan!" Jawab Dinda sambil tersenyum ramah sehingga memperlihatkan kedua lesung pipitnya sehingga membuat wanita itu sempat terpana melihatnya, sementara Wina hanya diam, karena dia sama sekali tak mengenal wanita yang ada disampingnya saat ini.


"Kamu anak kedokteran?" tebak wanita yang tak lain adalah Cesya itu.


Dinda hanya mengaguk mengiyakan tebakan wanita itu.


"Wow...Dean beruntung sekali?!" katanya sambil tersenyum yang terkesan dipaksakan.


Sementara Dinda hanya tersenyum kikuk mendengar pujian Cesya tadi.


Sementara Wina hanya memperhatikan Cesya dengan saksama.


"Udah berapa lama pacaran dengan Dean?" tanya Cesya lagi sambil menatap Dinda curiga.


Dinda yang saat itu sedang meminum Coffeelatteenya, tersedak kaget sampai terbatuk batuk membuat Wina yang ada dihadapannya refleks memberikan tissue untuk sahabatnya itu.


"Maaf? aku terlalu lancang ya?" kata Cesya dengan wajah sedih dan enak.

__ADS_1


"Tapi aku penasaran, karena setau ku Dean tak memiliki kekasih!" lanjut Cesya sambil tersenyum seakan menertawakan Dinda saat itu.


"Tidak...!" jawab Dinda sambil tersenyum canggung.


Cesya hanya tersenyum licik melihat Dinda yang gelabakan dengan pertanyaannya tadi.


"mengapa tak kau katakan bila kamu adalah kakak iparnya?" ucapnya dalam hati sambil memandang Dinda tak suka.


Dinda hanya menunduk sambil menatap sepatu kets yang ia kenakan saat ini.


"Aku ke toilet sebentar!" pamit Dinda sambil beranjak meninggalkan Cesya dan wina yang masih duduk manis.


"Apa maksudmu?" tanya Wina tutup poin.


"Apa?" tanya Cesya polos.


Sementara Cesya hanya tersenyum manis sambil menupang dagunya dengan kedua tangannya melihat kemarahan Wina saat ini.


"Aku peringatkan jangan pernah ganggu kehidupan Dinda... Belum selesai Wina berkata Cesya terlebih dahulu memotong ucapannya.


"Dinda lah yang terlebih dulu menganggu kehidupanku, Asal kamu tau Dean itu cinta mati sama aku, jadi sebaiknya kau harus bersiap siap untuk menghibur sahabatmu itu nanti?!" ucap Cesya sambil beranjak meninggalkan Wina yang terlihat sangat kesal, terbukti dengan raut wajahnya yang kini sudah merah padam.


"Dan satu lagi, Dean bahkan membelikan ku sebuah apartemen?" lanjut Cesya sambil melangkah keluar dengan perasaan puas.


Sementara ditempat lain Dinda melihat semua apa yang Cesya dan sahabatnya bicarakan.


Wina yang sadar akan keberadaan sahabatnya itu pun tersenyum canggu dengan harapan Dinda tak mendengar apa yang Cesya ucapkan tadi.


"Tidak apa apa? jangan terlalu dipikirkan, apakah kau tau, anak tetanggaku bahkan menikah karena dijodohkan, tapi sekarang mareka sudah memiliki anak tiga, dan bahagia!. ucap Wina sambil mengelus punggung Dinda yang kini sudah duduk disampingnya.

__ADS_1


Dinda hanya tersenyum pelan dia tak mau membuat sahabatnya itu sedih.


"Tidak apa apa, aku dan Dean sudah sepakat untuk mencoba!" katanya sambil tersenyum terpaksa, karena jujur saja saat ini dia ingin sekali menangis.


Entah mengapa hatinya sakit mengetahui bila Dean menyukai wanita lain bahkan membelikan sebuah apartemen untuk wanita itu.


.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Hay guys jangan lupa like ❤ n komentarnya ya.


author baru datang kemaren, disana gak ada sinyal internet makanya


author gak bisa oll.


maaf ya🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2