
"Iya Mbak tau bukan non, hehehe." jawab mbak Sari pura pura tak tau, karena tak tega melihat wajah Dinda yang memerah seperti tomat itu.
"Iya mbak." jawab Dinda sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu.
"Trus gimana dong mbak, biar suami teman ku itu tidak marah lagi?" tanya Dinda pelan sambil menatap wajah mbak Sari penuh harap.
"Ehm...Gimana ya non? Mbak juga bingung sebenarnya? gimana kalau non kasih kejutan aja, siapa tau den Deannya gak marah lagi!" usul mbak Sari lagi.
"Ih mbak udah Dinda bilang itu bukan Dinda, tapi ini teman Dinda mbak, jawab Dinda canggung sumpah ia malu bsnget saat ini, serasa seperti tertangkap basah sedang berbuat salah itu lah yang Dinda rasakan saat ini.
"Maaf non, Mbak keceplusan!" jawab mbak Sari sambil menutup bibirnya, namun tak bisa ia tutupi senyum yang mengembang di bibirnya oleh tingkah majikannya itu saat ini.
"Iya, bukan Dinda ya mbak?" ingat Dinda lagi sambil menatap tajam mbak Sari yang masih tersenyum geli melihat tingkah sok jaim Dinda saat itu.
"Anak jaman sekarang koq susah banget ngaku ya?" pikir mbak Sari sambil menganggukin ucapan Dinda saat itu.
"Tapi usuh mbak Sari boleh untuk dicoba dech?" kata Dinda girang.
"Tapi kejuta apa ya mbak?" ucapnya lagi dengan wajah Bingung.
"Ngapain cape cape mikir sich non, biar teman non aja yang cari idenya?" jawab mbak sari pelan entah mengapa ada pikiran usil terlintas diotaknya untuk mengerjai Dinda saat itu.
"I-ya ya mbak!" jawab Dinda terbata bata sambil tersenyum canggung.
"Ya udah mbak mau cuci baju dulu ya!" ucap mbak Sari yang mendapatkan anggukan dari Dinda saat itu.
Dan kini tinggallah Dinda seorang disana, iapun memutuskan untuk pergi kekamar.
Karena otaknya seperti tumpul rasanya mungkin perlu untuk beristrirahat mungkin, jadi iapun memutuskan untuk tidur.
.
.
__ADS_1
.
Siangnya Dinda dikagetan oleh ketokan pintu dari luar, terdengar suara mbak Sari yang tengah memanggil manggil namanya itu.
Dindapun berjalan sambil dan menarik pelan hendle pintu kamarnya itu.
"Ada apa mbak?" tanyanya sambil mengusap rambutnya yang berantakan itu.
"Ada paket non." beri tau mbak Sari sambil menyerahkan sebuah kotak kepada Dinda saat itu.
Dinda menerima kotak itu dengan penasaran, "Dari siapa mbak?" tanyanya lagi.
"Nggak tau non!" jawab mbak sari jujur, kemudian kembali lagi kedapur.
Dinda membawa kotak itu masuk dan meletakkanya diatas meja.
Saat ia hendak membuka kotak tersebut, tiba tiba Hpnya berdering, Dindapun mengurungkan niatnya dan berjalan untuk meraih ponselnya tersebut.
Tertara nama Wina disana, Dindapun menggesel tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.
"Ihh dari suaranya seperti dimabok cinta ya?" goda Wina dari sebrang sana.
"Mabok cinta apanya? yang ada sakit kepala akunya Win." jawab Dinda lagi.
"Kami ada masalah?" tanya Wina dengan nada suara khawatir itu.
"Tidak, sakit kepala baru bangun tidur." jawab Dinda jujur.
"Iihhh kamu abis lembur ya..?" tanya Wina dengan nada menyelidik.
"Apa itu nada suaramu?" protes Dinda sambil mengidik ngeri mengdengar pertanyaan sobatnya itu.
"Hahaha." tawa Wina pecah memdengar nada suara Dinda yang mulai meninggi karena ucapnya tadi.
__ADS_1
"Kamu ada waktu gak? temanin aku jalan dong? lagi bete nie!" Kata Wina lagi.
"Boleh jam berapa?" tanya Dinda semangat karena dia juga bosan tinggal sendiri dirumah.
"Sekarang lah." jawab Wina lagi.
"Emang kamu dimana?" tanya Dinda penasaran.
"Ada dilobi apertemen kamu!" jawab Wina lagi.
"yang benar?" tanya Dinda tidak percaya.
"Serius!" jawab Wina lagi.
"Oke, naik aja kelantai 20 no 1243 oke?" kata Dinda senang
"Oke." balas Wina sambil mematikan ponselnya.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Hay guys ini episode ke2 untuk hari ini.
__ADS_1
minta like ❤ n komennya ya?
Makasih😘😘😘