My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Sahabat Dean


__ADS_3

Sementara di kamar inap Dean, Dinda tengah mengupas apel yang dibeli Chalvin tadi.


Sedangkan Dean hanya duduk diam sambil memperhatikan Dinda yang malam ini sangat berantakan.


Rambut pendeknya yang acak acakan dan baju piama panjang namun tampa menggunakan bra.


Ya Dean sudah tau kebiasaan istrinya itu, bila tidur tak pernah mengenakan bra.


Jadi Dean dengan leluasa melihatnya namun tak bisa menyentuhnya hahaha.


Sungguh menyiksa memang.


Melihat penampilan istrinya saat ini Dean tau bila istrinya itu terburu buru untuk datang kesini, terbukti dengan sandal rumahan Dinda yang lain sebelah membuat Dean tersenyum senang.


Entah kenapa ada rasa bahagia yang dia rasakan mendapatkan perhatian dari istrinya, jujur Dean tak pernah merasakannya selain dari ketiga sahabatnya terutama Chalvin.


Dan kini ada seorang wanita yang memperlakukan layatnya seorang anak kecil yang sangat butuh kasih sayang Dean menghargai itu.


Dinda yang sadar ada mata yang sedang menatapnya menghentikan aktivitasnya sejenah untuk melihat kearah Dean.


"Ada apa?" tanyanya bingung.


Dean hanya mengeleng tertanda bila tak ada apa apa.


Namun Dinda yang terlanjur curiga, spontan melihat dirinya sendiri.


Betapa kagetnya dia ketika sadar bila lupa mengenakan bra.


Tidak hanya itu, sandal rumahanya yang berbeda warna, "Apa ini? astaga?!" ucapnya sambil menepuk jidatnya sendiri panik.


Dean yang melihat tingkah lucu Dinda tak kuasa menahan tawanya dan seketika tawa Dean pecah, sehingga membuat Dinda seketika melototkan matanya tanda tak suka.


Sontak Dean menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apakah ini lucu?" Tanya Dinda sambil mencibirkan bibirnya kesal melihat Dean yang tega menertawa penampilannya saat ini.


"Tidak!" jawab Dean singat melihat wajah cemberut dari sang istri.l membuatnya dengan cepat menertalkan ekspesinya saat itu.


Namun Dinda tidak bodoh sehingga tak mengerti hal tersebut.

__ADS_1


"Makan?" perintah Dinda sambil menyudurkan apel yang belum dipotong kemulut Dean.


Dean yang tak siap hanya bisa menerima saja tampa bisa melawan dan itu sukses membuat Dinda tersenyum girang.


"Apa kau sudah memberi tau mama?" tanya Dinda sambil memperhatikan Dean yang tengah asyik mengigit apel tersebut.


Dean hanya menggelengkan kepalanya, membuat Dinda berinisiatif untuk menghubungin mertuanya itu.


Melihat Dinda yang ingin menghubungin orang tuanya dengan sigap Dean mencegahnya membuat Dinda bingung dibuatnya.


"Kenapa?" tanya Dinda heran.


"Mama akan sedih bila tau aku ikut balapan lagi!" jawab Dean pelan


"Apa?" tanya Dinda kaget


"Jadi kamu abis balapan?" sentak Dinda marah.


Dean hanya mengagukan kepalanya membuat Dinda mengacak rambutnya prostasi,


karena baru tau hobi dari suaminya itu.


Dinda hanya diam karena masih syok dengan hobi suaminya itu yang menurutnya sangat berbahaya.


"Emang tidak apa tak memberi tau mareka?" tanya Dinda sambil menatap sang suami ragu.


Dean hanya mengagukan kepalanya yakin.


"Baiklah!" jawab Dinda pelan namun dia ragu tapi ini keputusan Dean dia tak bisa apa apa kan?.


.


.


.


Tak terasa sudah dua hari Dean menghuni kamar putih ini dan itu sungguh membosankan baginya, walapun Dinda selalu siaga membantunya tapi Dean tak suka dengan makanan yang disediakan pihak rumah sakit yang menurutnya tak ada rasa, karena dia hanya cedera bukan sakit deman dll yang harus mengumsumsi bubur.


Dan hari ini waktunya Dean pulang ditemanin oleh ketiga sahabatnya, dan tentu saja Dinda karena wanita itu sudah ijin dari pihak kampus untuk merawat suaminya itu sampai sembuh.

__ADS_1


Tentu saja semua itu membuat teman Dean merasa iri+bersyukur, terutama Remy.


Dia iri dengan nasip beruntung Dean karena bisa mendapatkan istri cantik tampa usaha keras, dan bersyukur akan kehadiran Dinda yang entah kenapa dia merasa akan memberi angin segar untuk sahabatnya itu..


"Apa sudah siap?" tanya Chalvin memastikan takut bila ada yang tertinggal.


Dinda hanya mengelengkan kepalanya, marekapun berangkat dengan Remy dan Chalvin yang menuntun Dean dan Moren yang bertugas membawa barang.


Sedangkan Dinda hanya membawa tubuhnya saja, karena Chalvin melarang keras dia untuk membantu jadi nurut saja.


.


.


.


.


Sorenya kini Dinda tengah membantu Dean untuk mengelap tubuh suaminya itu.


Sebenarnya Dinda menolak, tapi Dean kekeh menyuruhnya untuk melakukannya. Dengan alasan bila tangan kanannya masih sakit jadi Dinda tak bisa menolaknya lagi.


Dan itu membuat Dean senang karena selama ini Dinda selalu menolaknya, tapi hari ini tak berkutik dan kesempatan itu tak mau Dean sia siakan.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Hay guys jangan lupa like❤ komentar n bintang limanya ya?

__ADS_1


bila penasaran tunggu aja author up tiap hari koq.


__ADS_2