My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Terjadi21+


__ADS_3

Sesampainya dikamar Dean mendorong tubuh Dinda kasar, sehingga tubuhnya menyentuh kedinding kamar mareka.


Dinda yang saat itu masih tak mengerti dengan situasi yang ada, hanya memandangi Dean lekat sedikit meringis ketika Dean melepaskan genggampan tangannya dipergelangan tangan kiri Dinda.


"Ada apa deng..?" Ucapan Dinda terhenti ketika tampa aba aba Dean sudah menyatukan bibir mareka, bukan dengan cara lembut seperti sebelum sebelumnya, kali ini Dean menciumnya kasar sehingga Dinda hanya bisa meringis akibat gigitan kasar yang Dean berikan untuknya. Dinda mencoba mendorong dada bidang Dean untuk memberi jarak kepada tubuh mareka, namun gagal karena saat ini Dean, sudah meraih batang leher Dinda membuat ciuman itu berubah jadi lumatan dan makin menuntut, Dean dengan leluasa mengabsen setiap jengak yang ada didalam rongga mulut Dinda.


Sehingga membuat tubuh Dinda bergetar bagaikan tersengat listrik rasanya sehingga membuat kedua lototnya lemah, sehingga tampa sadar dia memeluk pinggang Dean sebagai penupangnya, membuat Dean menyimpulkan bila wanita dihadapanya memberi ijin, sehingga dengan suara jantung mareka yang seakan saling bersautan sehingga membuat keduanya bisa mendengarnya dengan jelas suara jantung satu sama lain.


Dean berlahan mengangkat tubuh Dinda tampa melepaskan tautan bibir mareka, dia seakan ketagiah dengan bibir mungil merah merona yang terasa manis dan lembut seakan menjadikannya candu baginya itu.


Berlahan Dean menaiki ranjang king size mareka.


Dinda menatap pria dihadapannya dengan nafas tersengkal sengkal. Masih tersisa air saliva didagunya akibat ciuman panas mareka tadi sehingga membuat Dean semakin tak sabar ingin menyatukan bibir mareka lagi.


"Mau apa?" tanya Dinda panik dengan mata lejelnya yang melotot sehingga membuatnya semakin manis dimata Dean sekarang.


"Mau apa lagi? sudah pasti meminta hak ku bukan?" jawab Dean santai sambil menyatukan kening mareka sehingga membuat Dinda bisa merasakan hembusan nafas Dean yang beraruma mint menyentuh dikulit wajahnya panas, membuat tubuhnya bergetar hebat seakan ingin diperlakukan lebih lagi.


"Apakah kau sudah gila? teman temanmu ada diluar?" guman Dinda sambil menatap wajah Dean, yang kini tengah menutup kedua matanya.


"Biarkan saja!" jawab Dean enteng. Membuat Dinda memejamkan matanya kesal dengan jawaban suaminya tersebut.


"Bagaimana bisa kau meminta hak diwaktu yang tak tepat?" kata Dinda lagi membuat Deannya sedari tadi memejamkan matanya, mulai membuka manik coklatnya sehingga membuat pandang mareka menyatu, Ada gelenjer aneh yang mareka rasakan ketika kulit mareka bersentuhan bagaikan terbakar sehingga menghasilkan hawa panas diraga kedua anak manusia itu.


Dan entah siapa yang terlebih dulu memulainya sehingga kini bibir mareka saling terpaut sehingga membuat Dinda memejampan manik lejelnya seakan menikmati cium lembut yang berbeda dari cium tadi.


Meskipum otak dan hatinya ingin sekali menolak, namun otak hatinya kalah telak dengan tubuhnya yang memberi respon dengan cium Dean itu, sehingga membuat kepalanya menjadi pusing oleh perbedaan kepada dirinya itu.


Berlahan tapi pasti Dean mulai mencuim pipi dan menurunkan ciumanya sehingga kini berada dileher jenjang Dinda yang mulus sehingga membuatkan memberi tanda merah keunguan dikulit mulus istrinya itu,


Dinda hanya mengerang nikmat, dengan bibir mungilnya yang sedikit terbuka seakan menikmati yang dilakukan Dean saat itu.


Dean meraih tangan Dinda berlahan sambil tak henti hentinya mengecup setiap jengkal leher istrinya itu, Dean meletakkan tangan Dinda lehernya sambil mencium payudara wanita itu yang masih terbungkus dengan kaos putih yang ia kenakan saat ini.

__ADS_1


Dean merebahkan tubuh Dinda sambil meraba perut rata wanita itu sehingga membuat Dinda membuka manik lejelnya panik, Dean Membuka pengait bra warna hitam yang Dinda kenakan itu, sehingga membuatnya bisa melihat payudara putih mulus dan padat dengan p***ng warna pink kecoklatnya itu.


Dean menarik nafas kasar melihat pemandangan indah itu , membuatya tak sabar ingin bergulat manja disana. "Dean temanmu?" tanya Dinda malu melihat Dean yang memandai tampa berkedep. Dinda menyilakan kedua tangan menutupi dadanya. Suntak Dean menakis tangan itu yang menghalangi pandangan indah dihadapanya itu, membuat Dinda menahan nafas karena malu dengan tatapan dari sang suaminya itu.


Dean mendekatkan wajahnya kepayudara Dinda dan mengecup dan menjilatin p***ng Dinda sehingga membuat Dinda merasakan geli disekujur tubuhnya. Dean meremas payudara Dinda yang satunya dengan ibu jari mengusap pujuk p***** wanita itu.


"Hentikan? dasar kau mesum?" teriak Dinda malu sambil mendorong Dean, membuat Dean menghentikan aktivitasnya itu, untuk memandang wajah cantik istrinya itu.


"Kenapa?" tanyanya santai, "Bukankah kau menikmatinya juga?" tanya Dean lagi.


Membuat Dinda hanya diam tampa bisa mengelak ucapan Dean karena semuanya benar.


"Lakukan saja kewajiban mu?" ucap Dean sambil mulai membuka baju yang membungkus tubuhnya saat itu.


Dinda hanya diam dengan nafas tertahan melihat tubuh polos Dean saat itu.


"Aku rasa aku mulai mencintaimu?" kata Dean sambil menyentuh dagu Dinda agar menatapnya saat ini.


"Apakah kau merasakan hal yang sama?" tanya Dean dengan wajah penuh harap


"Tapi aku merasa aman dan nyaman bila bersamamu?" jelasnya lagi


Sehingga ada sedikit aura cerah diwajah Dean saat itu.


Dan mulai menyerang Dinda yang hanya pasrah menerima perlakuan suaminya itu.


Ketika merasa perih di intinya saat Dean memaksa memasukan sesuatu disana sehingga membuatnya menjerit kesakit dengan air mata berlinang.


Dean merasa kasian, namun nafsunya lebih besar dari pada rasa kasiannya.


Sehingga ia mulai memaju mundurkan pinggangnya dengan cepat kala merasa merasakan puncaknya.


Dean merebahkan tubuhnya disamping Dinda dam mencium istrinya itu sayang.

__ADS_1


"Terima kasih, karena aku yang pertama?" ucapnya dengan senyum bahagia.


Sementara Dinda hanya mengangguk pelan dengan mata tertutup karena sakit yang ia rasa tadi.


Sehingga marekapun tertidur dengan tangan Dean memeluk mesra tubuh Dinda sayang.


.


.


.


Sementara diluar Moren Remi dan Chalvin yang masih menunggu memutuskan untuk pulang karena tak ingin menganggu si empu yang tengat asyik berdua.


Sehingga melupakan ketiga sahabatnya yang menjadi nyamuk disana.


mareka pun pulang tampa pamit, pamit melalui Chat grup saja, karena mareka tau apa yang sedang sahabatnya itu lakukan didalam.


Jadi mareka enggan untuk menganggu.


Besambung


.


.


.


.


Maaf ya authur potong, karena author ditawarkan kontra, jadi adegan dewasanya hanya boleh 1bab saja.


jangan lupa like❤komen dan bintang limanya.

__ADS_1


Makasih


__ADS_2