My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Salting uy.


__ADS_3

Kini Dinda dan Dean sudah sampai diapartemen tempat kediam mareka.


Tak ada sepatah katapun yang mareka ucap diperjelanan pulang tadi dan sampai saat ini,tak


ada percakapan diantar mareka.


Sebenarnya Dean merasa menyesal dan merasa bersalah atas apa yang terjadi tadi, coba saja dia lebih memperhatikan Dinda mungkin tragedi tadi tak akan terjadi.


"Dinda maafkan aku?" ucap Dean tulus, sambil mengelus rambut pendek Dinda lembut.


Dinda menatap mata coklat itu sendu, tarlihat dengan jelas ada penyesalan tergambar dimata coklat itu.


Sehingga Dinda menganggukkan kepalanya.


"Itu bukan salah mu, andai aja aku lebih berhati hati, pasti semua akan berjalan dengan semestinya." jawab Dinda sambil tersenyum kaku, ya Dinda merasa tak enak dengan pria yang ada dihadapannya saat ini.


"Wanita itu? Apakah dia kekasihmu?" tanya Dinda ragu, namun ia memberanikan diri untuk bertanya walaupun sebenarnya takut, tapi rasa penasarannya mampu mengalahkan rasa takutnya saat itu.


Dean hanya terdiam kaku, Dinda bisa melihat berubahan ekspresi diwajah pria dihadapannya saat ini.


"Maaf jika aku terlalu ikut campur, bagaimana pun juga sebenarnya aku tak ingin menjadi penyebab penghalang hubungan kalian?


Karena hubungan kita, yang seperti ini."


lanjut Dinda panjang lebar, dengan suaranya yang serak oleh isak nangis yang Dinda sendiri tak tau penyebab dari nangisnya saat itu.


Dean melirik iba wanita yang ada dihadapannya saat itu.


"Namanya Cesya, dan dibukanlah kekasihku. Dia adalah sahabatku dari kecil, dan saat ini dia sudah mempunyai suami!"


Jelas Dean sambil mengusap air mata yang membasahi pipi mulus istrinya tersebut.


Entah kenapa Dean tak tega melihat Dinda yang terlihat bersedih dan rapuh kala itu.


Deanpun memeluk Dinda hangat dan berkata.

__ADS_1


"Bukan kah kita sepakat untuk saling membuka hati satu sama lain?" ucapnya pelan.


"Mungkin sekarang kita memang tak memiliki rasa, tapi tak ada orang yang bisa tau nantinya bukan?" lanjutnya lagi sambil melepaskan pelukannya untuk menatap manik lejel Dinda saat itu.


Dinda yang dipandang serius seperti itu, jadi salah tingkah.


"Apa kau yakin?" tanya Dinda ragu, sambil menunduk malu.


Dean mengaguk mantap, sambil menghela nafas dan berkata.


"Adinda putri mari kita memulai hubungan ini lagi?" katanya sambil menatap Dinda yang terduduk kala itu.


Dinda pun mengakat kepalanya, sesaat mata lejelnya terpaut oleh mata coklat Dean.


Degupan jantung mareka seakan saling bersautan kala itu, dan tampa Dean sadari ia sudah mengecup Dinda lembut bibir mungil wanita dihadapannya.


Dinda hanya diam membiarkan Dean menciumnya saat itu.


Dean yang merasa Dinda tak menolak semakin memperdalam ciumannya dengam cara menekan tengkuk Dinda lembut.


"aargh..." erang Dinda ketika tangan Dean yang entah sejak kapan sudah masuk dibalik kaos yang dia kenakan malam ini.


Membuat Dinda semakin panas dingin karena takut.


"Dean, aku takut? katanya ketika Dean mencium leher jenjang dengan gairah mengebu ngebu.


"Serahkan saja padaku?!" jawab Dean sambil mengendong Dinda kekamar mareka.


"T...t..tapi aku belum siap...?" tolak Dinda panik.


Dean membaringkan Dinda ditempat tidur sambil menatap paras cantik istrinya itu.


Terlihat jelas bila wanita itu sedang ketakutan, Dean tersenyum sambil berkata.


"Baiklah kita tak akan melakukannya." jawabnya sambil membaringkan tubuhnya disamping Dinda dan melingkarkan tangan kanannya dipinggang Dinda kala itu.

__ADS_1


Dinda menghela nafas lega, melihat Dean yang malai memejamkan matanya.


Setelah berselang lama, iapun berusaha untuk memindahkan lengan kukuh yang dari tadi bertengger manis dipinggang rampingnya.


"Mau kemana?" tanya Dean tampa membuka matanya.


"M...Aku mau ganti baju!." jawabnya sambil beranjak turun dari ranjang menuju lemari pakaian dan berjalan kekamar mandi.


Dean membuka matanya ketika dia rasa Dinda sudah hilang dibalik pintu kamar mandi.


Sebenarnya Dean tidak tidur dia hanya pura pura tidur.


Bagaimana bisa tidur bila Adik kecilnya sudah bangun ingin masuk kesarangnya saat ini.


"Huuh." geram Dean frostasi membayangkan mimik Dinda yang ketakutan ketika disentuhnya tadi membuatnya tak tega..


.


.


.


Bersambung


.


.


.


.


Hay guys jalan lupa like ❤ n komentarnya


makasih😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2