My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Mencoba bersabar


__ADS_3

Sebelumnya


"Coba kau lihat baik baik, dimanik coklat itu mengatakan bila dia sangat mencintai ku, bukan?" ucap Dinda sambil memeluk leher Dean dari belakang sehingga ia dapat merasakan aroma maskulin dari tubuh suaminya itu.


"Cup"


Dinda mengecup gemas pipi suaminya itu. "Jangan mengacuhkan ku?" ucapnya lirih


"Aku tau kau bersedih, tapi taukah kau, akupun juga merasakannya!" jelasnya sambil menyembunyikan wajah dibahu Dean.


Dapat Dean rasa bila bahunya menghangat, dan terasa basah, ya Dinda sedang menangis saat ini.


"Maaf kan aku, aku tak bermaksud mendiamkanmu." jawab Dean dengan suara beratnya.


Hening menyeliputi pasangan suami istri itu.


Hanya suara Isak Dinda yang mulai terdengar dari bibir mungilnya itu.


"A...ku tau, kau dan aku adalah kesalahan, tapi bukankah kita sudah sepakat, untuk saling menerima satu sama lain?" Lirih Dinda dengan suara bergetar, karena isaknya.


Dean memejamkan matanya, sungguh hatinya sakit mendengar suara Dinda saat ini.


"Maafkan aku, tolong beri aku waktu, untuk mengiklankan semuanya." jawab Dean sambil memalingkan badannya untuk menatap wajah Dinda saat ini.


Ya, wajah cantiknya sangat berantakan saat ini, dengan cairan kristal yang membasahi pipinya.


Dean berdiri untuk memeluk wanitanya itu, sungguh ia tak tega melihatnya.


" Jangan menangis, aku hanya butuh waktu untuk menenangkan hati?" ucapnya sambil menghapus cairan kristal itu lembut, sambil mengecup sayang wanitanya itu, dan memeluknya erat


Dinda hanya diam menerima apa yang suaminya itu berikan, sungguh ia sangat rindu akan hangatnya tubuh suaminya itu.

__ADS_1


Ya Dinda sangat takut saat ini, takut bila tiba-tiba Dean akan mengacungkan dirinya, atau bahkan pergi meninggalkannya. Sungguh ia sangat takut bila sampai itu terjadi, memikirkannya saja ia tak sanggup, apa lagi bila mengalaminya, sungguh ia tak bisa membayangkannya.


Cukup lama mereka berpelukan, seakan melepas rindu, yang selama ini mareka tahan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Siangnya


Dinda sedang menonton TV didalam kamarnya. Sambil Menganti saluran TV itu bosan,


Dean pamit keluar tadi, entah apakah yang dia lakukan, Dinda tidak tau, dan iapun tak berani untuk menanyakan dan kini ia hanya sendiri diapartemen itu dengan rasa bosannya.


Ada rasa tenang dihatinya saat ini, saat mendengar perkataan Dean tadi.


Yang mampu membuatnya merasa tenang.


"Ting "


083255xxxxxx


Datanglah ke restoran xxx


Dinda menyengatkan keningnya binggung melihat pesan itu.


Nanum iapun mengabaikan pesan tersebut, dan kembali melihat TV yang ia tonton.


Tapi beberapa menit kemudian fokus nya teralihkan, karena lagi-lagi ponsel miliknya berbunyi lagi.


083255xxxxxx


kau akan menyesal bila tak datang?

__ADS_1


Dinda semakin penasaran melihatnya. " Apa maksudnya?" guman nya pelan. Dan penasaran, iapun mematikan TV tersebut, dan masuk ke kamar ganti, sungguh ia sangat penasaran dengan maksud orang iseng tersebut.


...


Tiga puluh delapan menit berlalu kini Dinda sudah sampai di restoran yang dimaksud pengirim pesan tersebut.


Dinda mulai mempertajam pandangannya, namun ia tak melihat apapun? Sudah hampir tiga menit ia memperhatikan sekeliling nya, namun tak ada yang aneh menurutnya.


Sampai ketika pandangannya mengarah ke sudut ruang paling sudut, manik lejelnya mulai menajam, melihat pria yang sangat ia kenal, sedang memeluk seorang wanita cantik yang sedang menangis di pelukannya.


Deg, jantung Dinda seakan berhenti berdetak, darahnya terasa mendidih melihat pemandangan itu.


Maniknya mulai berkaca-kaca, tubuhnya seakan limbung.


Dengan langkah pelan namun pasti ia mulai mendekati orang tersebut.


Dinda memegang bahu pria itu, yang tak lain adalah Dean suaminya sendiri.


Dean tersentak kaget, ketika ia menoleh, melihat sudah ada Dinda disana menatap dirinya dengan tatap marah dan kecewa.


Yang terlihat jelas diwajah cantik nya saat itu.


Ya siapa yang tidak marah dan kecewa melihat pria yang kita cintai memeluk mesra, dan perduli dengan wanita lain.


Walaupun wanita itu adalah sahabatnya sediri. Ya wanita itu adalah Cesya, yang Dinda tau adalah sahabat dari suaminya sendiri.


Bersambung.


Maaf ya novelnya lama gantungπŸ™πŸ™ tapi akan saya usahakan agar novel ini gak gantung.


terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2