
"Sungguh aku tak pernah berbuat salah, jangan kan berbuat salah, bertegur sapa saja kami tak pernah!!. Guman Dinda sambil mengerut keningnya sambil berpikir.
"Trus mengapa dia gak suka ya? apa jangan jangan dia suka Dean?" tebak Wina sambil membulatkan matanya kaget.
Dinda diam sejenak merenungkan ucapan sahabatnya itu serius.
Dan kemudian menggeleng mantap.
"Tidak mungkin win, kalau Siska suka Dean dia tak mungkin mau menjalin hubungan dengan Moren bukan?" jawab Dinda tegas, namun tiba tiba dia mengingat sesuatu yang berhasil membuat manik lejelnya membulat sempurna kala itu.
"Tapi...Jangan jangan Cesya...?" tebak Dinda sambil menandang wajah Wina lekat seakan meminta jawaban dari sahabatnya itu.
"Cesya siapa?" tanya Wina lagi sambil memasukan makanan kemulutnya saat itu.
"Kamu ingat kan wanita yang bertemu dengan kita di Cafe dekat kampus?" jelas Dinda lagi sambil memutar memori ingatannya saat itu.
"Wow...? Wanita itu Din? kalau wanita itu aku menang merasa bila dia ada hati dengan laki kamu!!" jawab Wina mantap dengan wajah kaget.
"Kalau begitu...? jangan jangan yang sakit?" Wina menghentikan ucapannya sambil memandang Dinda serius.
"CESYA?!!" ucap keduanya serentak sambil memandang satu sama lainnya.
"Jadi kesimpulannya Dean adalah kekasih Cesya gitu?" tanya Dinda lagi dengan jantungnya yang berdebar tak menentu saat itu.
"Kalau masalah itu aku tidak bisa menyimpulkannya sayang, tapi yang jelas Dean sangat ce,er terhadapnya kan? jadi bisa aku simpulkan bila Cesya orang yang sangat berarti dihidup suami kamu saat ini!!." Jawab Wina sambil menatap sahabatnya sedih.
Saat melihat wajah tegang Dinda yang membuatnya juga merasakannya.
Dinda hanya memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam dalam untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya kala itu. Sehingga membuat tubuhnya bergetar hebat, dan membuat kepalanya menjadi pening saat itu.
"Bila benar kalau Cesya adalah wanita Dean, berarti selama ini Dean telah membohongiku?" pikirnya sedih sehingga tampa ia sadari air matanya mulai turun membasahi pipi mulusnya.
"Kamu yang sabar ya? kali aja tebakkan kita salah?" ucap Wina sambil tersenyum iba kearah Dinda saat itu
"Hmmm." jawab Dinda pelan sambil menatap makanan dihadapannya tak selera.
Entah mengapa rasa laparnya menghilang saat membayangkan hubungan suaminya dengan wanita lain kala itu.
πππππ
Dinda saat ini sudah berada diapartemen Dean, dengan langkah guntai ia melangkah memasuki lobi apartemennya kala itu yang seakan tak bernyawa ittu.
Ditempat lain tampa Dinda sadari bila ada dua pasang mata yang tengah menatapnya tajam saat itu.
__ADS_1
Orang itu adalah Arenof, ya saat ini Renof tengah memperhatikan Dinda dari kejauhan sambil tersenyum getir, melihat kekasih yang selama ini ia rindukan baik baik saja dapat membuat harinya senang.
Tampangnya sangat memperhatinkan sekali dengan rambutnya yang botak, akibat Komo Therapi, dan lingkaran hitam dibagian mata dan hidungnya akibat sinar lascer yang dijalaninya setiap hari itu.
Sehingga membuat kulitnya terbakar sehingga membuatnya menjadi hitam.
"Ayu kita pergi? kamu sudah lihatkan bila dia baik baik saja?" ucap seorang wanita yang saat ini duduk mengemudi mobil yang saat ini mareka tumpangin itu.
Renof hanya mengangguk pasrah, di dalam hati ingin rasanya dia berlari untuk memeluk Dinda erat.
Namun tak bisa dia lakukan, dia takut Dinda akan takut melihat dirinya yang sangat mengerikan ini, sehingga membuatnya hanya bisa mengubur keinginannya itu dalam dalam, membiarkan mobil yang ia tumpangi itu membawa dirinya pergi meninggalkan separu hatinya yang tlah ia beri kepada Dinda saat itu.
Wanita yang bernama Sinta itu membawa Renof kerumah sakit Dharmais, rumah sakit kanker terbesar yang ada dijakarta barat itu.
Sinta adalah sepupu Renof anak dari adik armahum ibunya Renof.
Jadi selama ini Renof dirawat oleh keluarga ibunya itu.
Sinta mengeluarkan kursi roda, dan membantu Renof untuk menuruni mobil tersebut.
Yang terlihat sangat sangat mempirhatinkan itu, kemudian Sinta membawanya memasuki rumah sakit megah itu untuk melakukan sinar lascer lagi untuk yang kesekian kali ya itu.
πππππ
Sehingga dapat ia lihat senyum indah yang terlukis diwajah adiknya saat itu.
"Kakak..? sudah bangun?" ucapnya sambil berjalan menghampiri Cesya yang masih terlihat sangat lemah itu.
Siska memeluk pelan Cesya yang masih memperhatikan sekitar seperti mencari seseorang itu.
Membuat Siska yang melihatnya mengerutkan dahi kelihat kelakuan kakaknya itu.
"Kak Cesya cari siapa?" tanya Sisak pelan
Namun Cesya hanya diam sambil menatap lekat adiknya itu lagi.
"Kak Dean udah pulang kak, nanti juga keseni, kak tenang aja ya?" bujuk Siska lembut sambil mengelus tangan Ceaya lembut.
"Apakah kak Cesya lapar?" tanyanya sambil melirik Cesya meminta jawaban.
Cesya hanya menggeleng sambil menunjuk air mineral yang ada diatas meja.
Dengan sikap Siska memberikannya untuk kakaknya itu sambil membantu Cesya untuk menduduki dirinya.
__ADS_1
πππππ
Sementara ditempat lain Dinda menghelanya nafas gusar melihat apartemen mewah itu sunyi sepi tak berpenghuni itu.
Dia berjalan memasuki kamar yang sangat gelap gulita kala itu, berlahan Dinda menghidupkan lampunya.
Kemudian berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lelah dan lengket itu.
Selesai mandi ia menuju lemari untuk mencari baju tidurnya dan mengenakannya dengan cepat.
Dinda merebahkan diri dikasurnya lelah, saat hendak memejamkan matanya, tiba tiba bayangan Dean muncul dibenaknya, sehingga dengan cepat ia membuka matanya mengira bila suaminya itu sudah datang, sambil memperhatikan sekelilingnya dengan senyum mengembang menghiasi bibirnya saat itu.
Namun senyum manisnya luntur saat tak melihat tanda tanda keberadaan suaminya itu.
"Dean aku sangat merindukanmu!!." ucapnya sambil mendudukkan tubuhnya dengan tangan memeluk kedua lututnya sedih.
Hatinya sangat sakit sehingga membuatnya menangis dengan sangat pilu.
"Apa salah ku Tuhan sehingga takdir seakan mempermainkanku?' ucapnya terbata bata karena isak tangisnya saat itu.
Tampa terasa iapun tertidur karena kelelahan menangis.
Sudah dua kali hari ini Dinda menangis dan semuanya dikarenakan oleh satu orang, yang tak lain dan tak bukan adalah Ardean Anggara. Pria yang sudah berhasil memporak poranda hati Dinda saat itu.
πππππ
Beraambung
Author minta maaf, gak bisa update banyak guys?
Bisanya hanya update satu saja!
karena author sangat sibuk.
Membuat kue kering, untuk acaran natal nanti.
jadi maaf ya, bila gak bisa memenuhi keinginan kalian.
Jangan lupa Likeβ€ komen dan bintang limanya.
Okπππ
Makasihπππ
__ADS_1
Dan selamat natal bagi kaliannya menjalaninyaπππ