
Sebelumnya
"Ada apa?" tanya Dinda heran
Namun Dean hanya diam sambil memejamkan matanya tiba tiba rasa sakit menjalar dihatinya saat membayangkan bila yang memenuhi benak istrinya itu bukanlah dirinya, melainkan pria lain, sehingga membuatnya merasa sesak saat ini.
Dinda merasa heran dengan tingkah laku suaminya itu, namun ia lebih memilih untuk diam, sambil menutup kedua manik lejelnya.
Entah mengapa beberapa hari ini sungguh sangat melelahkan bagi wanita cantik itu sehingga tampa terasa iapun tertidur dengan posisi bersandar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Cyank...cyank...cyank!!" teriakan Dean membangunkan Dinda dari tidur lelapnya.
Dinda membuka manik lejelnya pelan, sehingga ia bisa dengan jelas melihat senyuman suaminya yang seindah mentari pagi itu.
"Ada apa?" tanya Dinda sambil mengucek matanya yang masih terasa buram.
"Maaf, tapi apakah kau, tidak kuliah? Temanmu, ada diluar sedang menungugumu!" beritahu Dean sambil menunjuk keluar.
"Jam berapa ini?" tanya Dinda sambil mengeliat malas, entah mengapa otot ototnya terasa remuk saat ini, mungkin karena posisi tidurnya yang bersandar itu.
jam 9 pagi!" jawab Dean sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah karena baru selesai mandi itu.
Sehingga membuatnya terlihat begitu macho dimata Dinda saat itu.
__ADS_1
Sehingga membuatnya seakan dihipnotis melihatnya.
"Jangan lihat lihat, nanti kamu mau lagi!?" bisik Dean pelan sambil tersenyum menggoda istrinya itu, yang sukses membuat wajah Dinda merah padam mendengarnya.
"Apaan dech?" teriak Dinda sambil melemparkan bantal tepat kearah wajah Dean saat ini.
Namun dengan sigap ia menangkap bantal tersebut, sehingga tidak mengenai wajah tampannya itu.
"Tapi kalau kamu mau, aku gak nolak koq?" goda Dean lagi sambil berjalan mendekati istrinya itu, yang sudah waswas dibuatnya.
"Glek" Dinda meneguk salivanya, saat melihat otot sixpek suaminya itu yang masih telanjang dada itu, Sehingga membuat kedua manik lejel Dinda melolot dengan sempurna dibuatnya.
"Dean kau mau apa?" tanya Dinda panik saat Dean sudah ada dihadapannya saat itu.
Dean hanya diam sambil tersenyum senang melihat mimik Dinda saat itu.
"Andaikan selalu seperti ini?" gumanya pelan dengan pandangan lurus kedepan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dinda sudah selesai mandi, dan saat ini ia sedang duduk didepan cermin sambil mengeringkan rambutnya pendek sebahunya menggunakan hairdryer.
Dean sudah tidak terlihat, mungkin ia sudah pergi, itulah pikir Dinda saat itu.
Selesai mengeringkan rambutnya Dinda mengoles lipstik dan bedak diwajahnya, sehingga membuatnya terlihat lebih fresh.
__ADS_1
Sehingga membuatnya tersenyum puas melihat bayangan dirinya dicermin itu.
Dinda keluar dari kamar dan sesaat maniknya terkunci kearah wanita cantik yang sedang menatapnya khawatir itu.
Membuatnya tersenyum sambil berjalan menghampirinya.
"Apa kabarnya?" tanya Wina sambil merentangkan kedua tangannya, yang disambut hangat oleh Dinda saat itu.
Wina memejamkan matanya sedih, tampa terasa air matanya terjatuh, saat membayangkan betapa beratnya cobaan hidup sahabatnya itu.
Pelukan Wina yang hangat dan penuh sayang itu sukses membuat Dinda menangis pilu, entah mengapa kesedihan yang sudah ia pendam itu pecah seketika.
"Menangislah, oke?" ucap Wina kepada sahabatnya itu.
Sehingga membuat isak Dinda semakin pecah dibuatnya.
....
Setelah sekian lama menumpahkan rasa yang ada didadanya, kini Dinda sudah mulai tenang.
Hening menyelimuti ruangan itu, Wina seakan memberi waktu untuk sahabatnya itu menenangkan dirinya.
Bersambung
Sebenarnya author mau libur karena covid 19 atau yang biasa disebut dengan corona virus itu.
__ADS_1
Tapi kalau vote dan likenya banyak author pikir lagi dech.