
Sebelumnya
Tiga bulan sudah berlalu, sejak kepergian Renof untuk menghadap sang pencipta saat itu.
Namun Dean masih tenggelam dalam rasa sesalnya saat itu.
Berbeda dengan Dinda yang sudah mulai mengiklaskan kepergian Renof, namun tidak sebaliknya dengan Dean yang masih hidup dengan rasa sesal yang mendalam.
Namun Dinda tidak menyerah untuk menghibur suaminya itu dengan sabar, agar mau mengiklaskan kepergian Renof.
Sampai Sampai Dinda rela menunda keberangkatannya ke singapore untuk melakukan Internship atau yang biasa disebut dengan magang.
Sebenarnya mama Chinta sudah menyuruh Dinda untuk berangkat, namun Dinda kekeh tidak mau pergi, karena tidak tega melihat kesedihan Dean saat in.
Bohong bila Dinda bilang dia tidak sedih, akan tertundanya keberangkatannya itu, karena dia harus menunggu tahun berikutnya baru bisa berangkat lagi.
Dinda harus mengubur untuk mendapatkan gajih pertamanya itu.
Mau bagaimana lagi, Dinda tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk kepada suaminya itu.
Karena ia sudah sering merasakan yang namanya kehilangan, dan ia tidak mau merasakannya lagi.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Saat ini Dinda tengah Duduk bar mini yang ada diapartemennya saat ini, ia merasa bingung dengan sikap Dean yang berubah dingin kepadanya beberapa hari ini.
__ADS_1
Bukan cuma beberapa hari, bahkan mungkin hampir tiga minggu lamanya.
Sikap Dean mulai berubah dengan bertahan namun pasti.
Mulanya Dinda mencoba untuk memaklumi perubahan sikap suaminya itu namun semakin hari, Dinda menjadi sedih dibuatnya.
Dean jarang ada dirumah, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
Bahkan untuk sarapan ataupun makan bersama jarang, bisa dibilang hampir tidak ada.
Dan itu berhasil membuat hati Dinda berkedut sakit, melihat sikap dingin suaminya itu.
Saat Dinda masih asyik dengan lamunannya saat itu, tampa ia sadari bila orang yang ada dipikirkannya saat itu baru saja masuk dalam apartemen itu, Dean merasa kasihan melihat istrinya itu, namun setiap kali melihat Dinda entah mengapa Dean merasakan rasa sesal yang mendalam, ya setiap melihat senyum istrinya itu ia selalu terbayang dengan wajah Renof yang penuh derita.
Dan itu berhasil membuat Dean merasa sangat bersalah terhadap kakaknya itu.
"BARK" Suara bantingan pintu sukses membuyarkan Dinda dari lamunannya saat itu dan menuleh ke sumber suara.
Dinda mengalihkan pandangannya kearah jam dinding besar, yang tak jauh dari tempatnya saat itu.
Yang sudah. menunjuk pukul 22:14 WIB itu, Dinda masih duduk disana, sambil berpikir apa yang akan ia lakukan, apakah ia. harus masuk untuk menghampiri suaminya itu?
Namun Dinda merasa sangat enggan sekali, melihat wajah dingin suaminya itu, dan memilih berdiam diri disana.
...
__ADS_1
Satu jam sudah berlalu, namun Dean tidak keluar dari kamar, dan itu berhasil membuat Dinda merasa sedikit kecewa, terhadap sikap Dean yang seakan tidak mempedulikannya itu.
Bayangkan saja ini sudah lewat dari jam 11 malam, bahkan ia tidak memerintah istrinya untuk tidur? suami macam apa dia?. itulah kata kata yang berkerumun dihati Dinda saat ini.
Dengan langkah pelan ia mulai memasuki kamar, berlahan ia membuka pintu dengan pelan, dan bisa ia lihat dengan jelas bila suaminya itu sudah terlelap dengan posisi mereng membelakangi tempat tidur bagian Dinda.
Dinda hanya menghela nafas, berlahan air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya saat itu.
Belahan lahan Dinda ikut membaringkan dirinya disamping Dean dan menggantikan lampu kamar, dengan lampu tidur itu.
Sebenarnya Dinda ingin sekali menanyakan tentang perubahan sikap suaminya itu.
Namun ia tidak berani untuk melakukan itu.
Dinda memeluk tubuh Dean dari belakang meskipun tidak ada respon dari suaminya itu, namun itu sudah cukup. baginya.
.
.
.
.
Hay guys? maaf🙏🙏🙏 ya baru update, di karena kan selama 2 bulanan ini aku pulang kampung, sebenarnya disini sinyalnya ok koq.
__ADS_1
hanya saja listriknya tidak ada, jadi bila mau ngeces, harus hidup ginset dulu guys, makanya aku lama gak upnya, karena bila cowoknya gak ada dirumah, otomatis gak ada yang menghidupi ginsetnyakan?.
Gara gara Covid 19 ini, masalahnya guys, Semoga covid 19 ini cepat berakhir ya guys. biar kita bisa beraktifitas tampa rasa khawatir lagi. amin🙏