My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Ada apa Dengan Dean?


__ADS_3

Paginya


Dinda mengejip matanya pelan, akibat tertepa sinar matahari yang menyelinap masuk dari jendela.


Dinda membuka matanya pelan, sambil menatap jam yang ada diatas samping tempat tidurnya yang sudah menunjuk pukul 07:30 WIB membuat Dinda berajak cepat sambil berlari kekamar mandi.


Tak berselang lama Dinda kini sudah selesai membersihkan diri.


Dan kini iapun berjalan kearah lemari untuk mencari baju santai.


karena saat ini ia hanya menggunakan jubah mandi.


Dinda melirik kearah Dean takut bila pria itu terbangun.


Ternyata pria itu masih tertidur pulas, Dinda masih memperhatikan wajah tidur Dean yang menurut Dinda sangat tampan, pagi ini.


Hindungnya yang mancung, bulu matanya pendek namun tebal, dan terakhir alisnya yang tebal namun teratuh menambah poin tersendiri untuk pria itu.


Setelah sadar sudah terlalu lama memandangi pria itu yang entah mengapa membuat darah Dinda berdesir, seperti ada sesuatu yang membuatnya bahagia.


Tapi dia bingung apa itu? diapun mengeleng kepalanya sambil berjalan kekamar mandi untuk mengenakkan baju santainya.


Dan kini Dinda sedang asyik didapur, sambil memainkan wajan dan spatula ditangannya ia membuat nasi goreng untuk sarapan.


Tapi belum selesai nasi gorengnya masak Dinda tepekik kaget dikala tangan kekar sudah melingkar manis dipinggang rampingnya.


"Pagi pagi kok cemberut?" tanya Dean serak has orang baru bangun tidur, sambil menupang dagunya dipundak kiri Dinda saat itu.


Membuat Dinda keringat dingin dibuatnya, kakinya seakan tak bertenaga, dan jantungnya jangan ditanya.


Karena jantung Dinda seakan mau jatuh dari tubuhnya saat itu juga.


"C...c..cemberut apa?" jawabnya dengan suara terbata bata.


"Aku sedang memasak, bukan sedang melawak?" lanjut Dinda sambil mematikan kompor dan mencoba melepas pelukan Dean yang membuatnya tak nyaman.


"Lepaskan?" katanya tampa melihat kearah Dean, yang kala malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Senyum dulu?" perintah Dean singkat.


Membuat Dinda memutar bola matanya jengah, mendengar permintaan suaminya itu yang entah sejak kapan berubah jadi banyak menuntut.


"Lepaskan dulu?" pinta Dinda namun Dean hanya menggeleng tanda tak setuju.

__ADS_1


Membuat Dinda menghela nafas pasrah.


"Baiklah!" Katanya singkat sambil menarik bibirnya segaris.


"Nah sudah?" katanya sambil meminta Dean untuk melepaskannya.


"Nggak liat?" tolak Dean dengan wajah menyebelkan.


Namun Dinda hanya menurut, males untuk berdebat.


Sehingga Dindapun melihat kearah kiri dimana wajah Dean berada dan. "Cup." Dean mengecup bibir seksi Dinda pelan sambil berkata "morning kiss!" ucapnya singkat, sambil tersenyum nakal kearah Dinda.


Semetara Dinda hanya diam mematung seakan belum mengerti apa yang tadi ia alami.


" Mau lagi?" tawar Dean yang melihat wanita yang ada dipeluk hanya diam dengan wajah bingung, nsmun sekarang sudah memerah seperti tomat.


Sehingga membuat Dean ingin menggoda lebih dan lebih.


Dean kembali mencium pipi Dinda, pelan namun lama, membuatnya bisa memcium aroma lemon yang keluar dari tubuh Dinda kala itu.


Yang membuat Dean jadi bergairah dan melai menurunkan ciumannya kearah leher.


Membuat Dinda merasakan bagaikan tersengat listrik dibuatnya.


"Dean...Apakah kau tak melihat, ini sudah jam 08:25 WIB nanti aku terlambat?" kata Dinda dengan suara memelas.


Membuat Dean dengan berat hati untuk melepaskannya.


Membuat Dinda bisa bernafas dengam lega.


Siangnya


Kini Dinda sedang ada dikelas sambil mengerjakan tugas yang Ibu Dosen berikan tadi.


Ibu dosen yang bernama Vanny itu mengumumkan bila 6 bulan lagi mareka akan praktek di Singapure selamat 3 bulan membuat teman teman Dinda, dan termasuk Dinda begitu antusias mendengar pemberi tahuan itu dengan suka cita.


"Woy? kekantin yuh?" ajak Wina sambil menepuk bahu Dinda yang sedang asyik mengejakan tugas.


"Sebentar?" jawab Dinda tampa mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang ada dihadapannya saat itu.


"Ya elah Nda? kan masih banyak waktu?" tanya Weni sambil mendudukan diri disamping Dinda.


"Selagi rajin." jawab Dinda sambil mengedipkan matanya kearah sobatnya itu.

__ADS_1


Membuat Wina pura pura mau muntah melihatnya.


Sedangkan Dinda hanya tersenyum geli melihat tingkah lebay sobatnya itu.


"Hey...? Gimana dengan hubungan pernikahanmu? apakah ada kemajuan?" tanya Wina antusias.


"Hmm, ya begitulah." jawab Dinda males.


"Begitulah gimana?" tanyanya lagi.


"Jalan ditempat!" jawab Dinda lagi.


"Emang Pramuka?" cibir Wina kesal mendengar jawab Dinda kala itu.


Sedangkan Dinda hanya teresenyum senang, Mengingat kejadian tadi pagi yang seakan membuatnya melayang layang bagaikan layangan.


Wina menyengit dahinya heran melihat ekpresi Dinda yang terpancar cerah saat itu.


Membuatnya bisa menyimpulkan bila ada kejadian gembira.


Membuatnya memaksakan Dinda agar mau menceritakan padanya apa yang telah terjadi


Dindapun memceritakan dari A sampai Z tampa dan yang ia tutupi.


Membuat sobatnya itu tesenyum sambil memeluk Dinda senang.


Bersambung


Hay guys jangan lupa like ❤ n komentarnya.


Untuk


2 minggu kedepan


Author gak bisa up


dulu.


Karena hari ini author mau keluar kota


Mungkin gak ada sinyal disana.


Jadi mungkin bila tidak ada halangan author akan up

__ADS_1


tanggal 2 Bulan depan


Makasih udah mampir.


__ADS_2