
Membuat para tamu undangan bertepuk tangan.
Ditempat lain, tak jauh dari pemandangan itu.
Berdiri seorang lelaki dengan setelan jas senada dengan gaun mempelai wanita. Ia memandangi Dinda dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Hatinya Remuk hancur berantakan, melihat wanita yang ia kasihin, menjadi milik pria lain. Meskipun pria itu adiknya sendiri, Tetap saja hatinya tak terima. Namun ia tidak dalam keadaan bisa memilih, ia di paksakan untuk berkorban dan diharuskan untuk melepaskan sesuatu yang teramat penting baginya.
"Dindaku sayang, Maafkan lah cintaku ini, yang terlalu besar, Sehingga membuatku harus rela melepaskanmu. Kau bagaikan pasir, semakin ku genggam erat, maka semakin banyak yang keluar. Tapi satu yang harus kau tau, bahwa cintaku padamu, bukan lah Semu..." ucapnya lirih dengan suaranya yang bergetar, pertanda betapa rapuhnya ia saat ini.
"Maafkan aku Dinda, ku harap dirimu selalu bahagia." ucapnnya tulus. Tak terasa air matanya menetes, tak mampu ia tahan lagi. Sekarang ia bisa bernafas lega, melihat wanita yang ia cinta sudah bersama pria yang tepat dan pantas untuknya.
"Selamat tinggal sayang?," ucapnya sambil meninggalkan pekarangan gareja, berjalan menuju mobil sedan yang terparkir di dekat gerbang...
__ADS_1
"Apa kau sudah selesai?," tanya seorang wanita kepada Arenof, ketika pria itu sudah masuk kedalam mobil itu.
Arenof hanya diam, sambil menjalankan mobilnya meninggalkan lokasi pernikahan, semakin jauh...
Ditempat lain
Kini Dinda dan Dean tengah menyalami satu persatu tamu undangan. sekarang mareka berada dihotel berbintang diaerah itu.
Dinda menggerutu kesal, bagaimana tidak dari tadi ia hanya berdiri sambil memasang senyuman palsunya kepada tamu yang datang silih berganti, tak ada habis habisnya itu.
Ia tersenyum kecut, ketika teringat akan ucapan dulu, dimana ia pernah berkata bahwa ia menikah hanya satu kali dalam seumur hidup.
Namun apakah ia harus menjelat ludahnya sendiri? Adinda Putri yang dikenal pantang melanggar janjinya itu, apakah harus melanggar prinsipnya itu sendiri?
__ADS_1
Ini semua karena Renof . Alasan renof hilang dihari pernikahan. Sungguh membuat ia prustasi, dan bingung dengan apa yang terjadi.
Berlahan Dinda melirik pria yang ada disebelahnya itu.
Pria yang menjadi menyelamat harga diri seorang Adinda Putri. Primadona yang menjadi rebutan para kaum adam itu, hari ini telah dipermalukan oleh calon suaminya sendiri.
Pria yang mengejarnya pantang penyerah, dan selalu melakukan apa yang Dinda katakan itu, telah melanggar janjinya. Mungkin ini adalah takdir...."Tuhan tlah membuktikan bahwa Renof bukanlah jodoh Adinda Putri," ucap dinda untuk mehibur dirinya.
Malampun tiba, kini Adinda dan Dean sudah tiba dikediam Anggara, mareka memilih pulang kerumah dari pada menginap dihotel tersebut. Karena menurut Dinda itu tak perlu, bisa mati berdiri ia bila terus berdekatan dengan Ardean yang memiliki muka tembuk dan datar. Yang kekurangan kadar gula pada wajahnya. Mareka disambut oleh, mama dan papa Arenof...Wanita itu memeluk Adinda sayang, sambil mengelus kepalanya lembut. Ia adalah mama dari Arenof....ya, inilah yang membuat Dinda bertahan, ia sudah menganggap mama Chinta seperti mamanya sendiri. Papah Bima Anggara hanya menatap putra bangga. Bagaimana tidak, putra sulungnya hampir membuat nama baik keluarga Anggara tercoreng. Untung anak bungsunya mau menutupin kesalahan sang kakak. Tapi tak semua pengorbanan itu tidaklah gratis, imbalan adalah semua harta dan aset keluarga Anggara jatuh ke Ardean. sebagai pewarisnya, dan menghapuskan nama Arenof dari ali waris
.
.
__ADS_1
. Bersambung
Jangan lupa likenya ya, guys😗😗😗