
"Cerai...ceraikan lah? sampai kapan kamu bertahan?" pinta Dean sambil mengelus pipi Cesya sayang.
Sungguh sakit rasanya melihat wanita yang kita cinta menderita, apa lagi, sampai menerima kekerasan pisik seperti ini.
"Tidak mau!" jawab Cesya sambil menggelengkan kepalanya.
"Sampai kapan Sya? sampai dia dibunuhmu?" tanya Dean setengah berteriak.
Sambil menatap wanita itu sedih.
"Aku gak bisa Dean, aku gak bisa hidup tampa Noel?" kata Cesya dengan suara bergetar.
Dean hanya diam, tak tau mau bilang apa lagi, "Kamu tinggal disini aja dulu, ingat jangan pulang, aku takut dia malah akan menyiksamu lagi." kata Dean sedih.
"Terima kasih Dean, ucap wanita itu tulus sambil memeluk Dean, sehingga membuat Dean tersentak kaget dibuatnya.
"Mengapa....? kamu harus memilih jalan yang sulit Sya?" ucap Dean dalam hati sambil mengelus rambut panjang Cesya sayang.
"Seandainya kamu mau melihat ke aku walaupun sedikit, aku pasti akan melepaskanmu dari kesensaraan ini." ucap Dean dalam hati.
"Dean...!?" kata cesya sepeti teringgat sesuatu.
"Hmm?" jawab dean masih nyaman dengan posisinya saat ini.
"Siapa wanita yang ada diapartemenmu semalam?" Tanya Cesya penasaran sambil melepaskan pelukannya dan menatap pria itu intans.
"D...dia...?" jawab Dean bingung, tapi terhenti ketika mendengar suara dati wanita dihadapanya itu "Istrimu?" tebak Cesya tepat sasaran.
"Dari mana kau tau?" tanya Dean penasaran.
"Tadi malam aku kerumahmu, Tapi kamunya gak ada, jadi wanita itu bilang kamu sedang diluar, jadi aku pulang dech." jelas Cesya lagi.
"Tapi mengapa kau menikah tampa mengundang sahabatmu ini?" tanya Cesya sambil melirik Dean curiga.
"Hmmm, ceritanya panjang, aku gak mau membahasnya sekarang." kata Dean sambil menarik nafas berat. Cesya hanya mengangguk, sambil tersenyum senang karena sikap Dean tak berubah walaupun dia sudah menikah.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Sementara Ditempat yang berbeda
Kini Dinda dan Wina sedang menikmati pijat spa rileks sasi untuk mengendurkan urat urat yang tegang dan menenangkan pikiran.
Tidak hanya itu, Dinda juga memotong rambut panjang seleher dengan gaya rambut bob, (Panjang didepan pendek dibelakang) sehingga membuatnya terlihat lebih fress dan lebih muda dari sebelumnya.
Semulanya Wina tak setuju, tapi mendengar kata Dinda karena dia mau buang sial katanya, terpaksa deh Wina mengiyakan kehendak sahabatnya itu.
.
.
.
Wina memberhentikan mobilnya didepan Gedung pancakar langit itu.
"Wow?" ucapnya takjub.
"Mau mampir?" tawar Dinda.
"Gak ah, takut menganggu!" tolak Wina dengan nada menggoda.
"Rese!" cuap Dinda sambil memanyunkan bibirnya kesal.
"Hahaha, tawa Wina pecah melihat tinggah sobatnya itu,
__ADS_1
"Jangan cemberut Dinda sayang nanti hilang cantiknya." goda Wina lagi melihat tingkah malu malu sobatnya itu.
"Ya udah, aku mampirnya lain kali aja ya? udah sore, kasian ayah nungguin!" kata Wina sambil mengedipkan matanya.
"Terima kasih yang taktirannya teriak Wina sambil memegang rambutnya senang.
Dinda hanya mencibirkan bibirnya melihat tinggah sobatnya itu.
"Eehh...eh...eh...? ingat bulan depan kamu yang bayarin?" ucap Dinda mengingatksn sobatnya itu.
Seketika senyum Wina luntur "Iya jawabnya manyun."
Sementara Dinda tersenyum senang karena berhasil mengubah mood sobatnya itu.
"Aku pulang dulu.?" pamit Wina sambil melambaikan tangannya.
"Iya hati hati!" balas Dinda masih setia melihat sobatnya itu dan melambaikan tangannya ketika mobil Wina sudah mulai berjalan kian jauh.
.
.
.
.Bersambung
.
.
.
.
Hay guys makasih ya udah mampir,
__ADS_1
jangan lupa like n komentarnya.