My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
POV Masalalu2


__ADS_3

Sejak tadi sebenarnya Bima mati matian menahan tawa, dia memang tidak sengaja bertemu dengan Chinta, Cewe yang dulu pernah menjadi incarannya.


Namun keinginannya harus ia kubur dalam dalam karena sikap jutek Chinta, dan sikap keras kepalanya yang membuat Bima geleng geleng, karena semua caranya iya perbuat tak mampu meluluhkan hati sang pujaan.


Karena cap playboy yang terlanjur melekat pada dirinya sehingga membuat Chinta susah untuk percaya.


"Udah kalian makan aja, mumpung gratis, jarang jarang lo ditraktir cewe cantik?" Ucap Bima sambil mengedipkan matanya genit ke Chinta membuat Chinta memutar mata coklatnya jengah, sambil menupang dagu dengan kedua tangan dengan wajah masam.


"Chinta kalau gue nambah boleh?" tanya salah satu teman Bima dengan mimik menggoda.


"Kalian mau meras gue?" jawab Chinta sensi dengan nafasnya yang tak beraturan karena emosi yang mulai naik sampai keubun ubun, melihat wajah menyebalkan keenam pria dihadapanya saat ini.


"Meras gimana sech?" tanya Bima pura pura tak mengerti "Dari tadi kami cuma duduk mskan, gak ngapa ngapai loe?" jawab Bima lagi sambil tertawa renyah melihat wajah prustasi Chinta."Lah ini apa namanya kalau bukan meras?" balas Chinta jengkel sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


Bima menarik tangan Chinta dan menakupnya dengan tangan kokohnya.


Sehingga membuat Chinta dengan cepat menarik tangannya dan meletaknya ke samping.


"Jangan pegang pengang, dasar modus?" cibir Chinta kesal.


"Yah, kalau nggak modus bukan Bima dong Chin?" jawab Aldo sambil tertawa terbahak bahak diikuti kempat sahabatnya.


Bima hanya tersenyum sambil menatap lekat wajah kesal Chinta, yang memilih bungkam sambil bersedekap dada dengan kedua pipi ia kembungkan kesal, melihat kelakuan Bima CS yang asli menyebalkan.


.


.

__ADS_1


.


Setelah kejadian itu Chinta tidak pernah bertemu Bima lagi.


Sehingga membuat Chinta bisa menjalani harinya dengan tenang.


Namun hari tenang Chinta sirnah, ketika suatu hari ayahnya Utumo Wijaya menjodohkan ia dengan kerabat jauh sang ayah. Rimba Anggara


Yang ternyata adalah ayah dari Bima Anggara.


Singkat cerita Bima dan Chintapun dipersatukan dengan indahnya ikatan pernikahan.


Mulanya Chinta tidak mencintai Bima sedikitpun, namun sikap sabar dan penyayangnya membuat hati Chinta luluh dan menyerahkan jiwa dan raganya untuk sang suami.


Sehingga mareka dikaruniai seorang putra tampan.


Namun semuanya berubah ketika ada seorang wanita yang mengaku memiliki seorang anak dari sang suami.


Mulanya Chinta tak percaya, tapi ketika dilakukan tes DNA 99% bila anak itu adalah darah daging dari Bima.


Dan itu membuat Chinta depresi sampai hampir bunuh diri.


Sehingga menimbulkan luka dihati Dean kecil.


Waktu itu umur Dean baru menginjak tujuh tahun.


Tidak terlalu paham dengan keadaan.

__ADS_1


Namun ketiga menginjak remaja ia mulai mengerti akan derita sang mama sehingga mulai menjaga jarak dengan sang kakak.


Sehingga tertanam sebuah kebencian dilubuk hatinya untuk sang papa.


Papa Bila tidak sadar akan hal itu, sampai suatu ketika ia memarahi Dean habis habisan karena kala itu Dean ikut tawuran, sehingga tampa sadar sang papa menampar bahkan membanding bandingkan ia dengan sang kakak.


Dean yang terlanjur benci dengan sang kakakpun memilih pergi, dan tinggal dengan sang neneknya berada dijakarta.


Papa Bima tak bisa berbuat apa apa karena kedua orang tuanya yang juga kecewa padanya dengan sigam membawa Ardean pergi dari kediam sang papa.


POV (Author Chinta Bima the end)


.


.


Bersambung


.


.


.Paham gak? nie guys?


jangan lupa like❤komennya.


ada yang punya saran author persilahkan..

__ADS_1


__ADS_2