My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Bertemu dengan sahabat


__ADS_3

Pagi menyapa dengan suara kendaraan yang sudah mulai ramai, menunjukkan betapa padatnya ibu kota itu.


Dean berlahan-lahan membuka manik coklatnya, rasa pegal diotot tubuhnya, langsung menyapa.


Pelan-pelan ia merenggangkan otot-otot pada tubuhnya itu, baru tersadar ternyata ia tertidur dikamar mandi.


Ia tersenyum pelan, karena merasa tidak mual-mual lagi.


Berlahan ia berjalan keluar, menghampiri tempat tidur, dan membiarkan tubuhnya yang terasa remuk redam, itu untuk istirahat sejenak.


Namun ia urungkan saat tak kala manik coklatnya,. tak sengaja menatap foto pernikahan dirinya dan sang istri, yang berada tepat diatas TV yang berada didepannya itu.


"Ah...Dinda...?" gumannya sambil beranjak menghampiri benda pipih yang ada dimeja samping tempat tidurnya itu.


Ia mencari nomor istrinya, dan mencoba untuk menghubungi nomor tersebut.


Namun sepertinya tidak aktif, iapun mencoba untuk mengirimkan pesan, namun hanya centang satu. ia menghela nafas berat.


"Kamu sedang apa?, maaf...!" ucapnya lirih dengan suaranya beratnya.


Ketika pikiran dan hatinya sedih, tiba-tiba rasa mual yang sudah tidak ia rasakan lagi, datang menghampirinya.


"Hoeekk...!" Dengan sigap ia berlari sempoyongan menuju closet memuntahkan cairan bening berwarna kuning itu, Tampa henti, sehingga membuat pengelihatannya menjadi gelap.

__ADS_1


"Hoeeek....hooeeek...hoek...D...Inda...?! erangnya pelan diselah-selah muntahnya.


Tubuhnya ambruk tak berdaya, sungguh ia sangat lelah, sampai cairan bening membasahi pipinya, nafas yang tak teratur, dan otot perutnya keram karena kelamaan muntah.


"Dinda..." ucapnya lagi sambil memejamkan manik coklatnya, sungguh ia sangat tersiksa sekali saat ini.


Dengan langkah tertatih-tatih ia berjalan sempoyongan, karena mengelihatannya ya berkunang-kunang, dan pelan tapi pasti iapun berhasil menggapai kasur empuknya.


Hening hanya ternengar suara nafasnya yang kian teratur dan detak jam yang kian terdengar dipanca indaranya saat itu.


Dalam keheningan, yang ada dalam benaknya saat itu hanya sang istri, entah mengapa ia sangat ingin bermanja-manja rasanya.


Sungguh itu bukan seperti dirinya saja, tapi itu lah yang ada dipikirannya saat ini, sungguh lucu memang, tapi itulah kenyataannya.


Dalam keheningan, tiba-tiba bunyi, ponselnya memecahkan keheningan saat itu, berlahan Dean mengalihkan pandangannya kebenda pipih itu, dengan sigap ia berjalan menghampiri benda pipih tersebut, dengan mimik wajah gembira, namun hanya sesaat, karena ternyata yang menghubungi. dirinya saat itu bukanlah orang yang ia harapkan.


"BRUUKK." Tubuh gagahnya ambruk tak berdaya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dilain tempat


Dinda baru saja selesai sarapan, ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, yang berarti dijakarta baru jam tujuh.

__ADS_1


Ia sudah rapi karena ia hari ini praktek pagi, namun karena belum hapal tempat disana, iapun meminta antar Wina sahabatnya yang memang sudah lebih dulu kesana daripada dirinya.


...


Ketika mendengar suara bel berbunyi iapun beranjak dari duduknya, untuk membuka pintu, sambil tersenyum manis yang tak lepas dari bibir mungil nya, sungguh ia sangat rindu kepada sahabatnya itu, yang sudah beberapa Minggu tidak bertemu.


"Hay...?" sapanya lantang.


Tampa melihat siapa yang ada dibalik pintu itu.


Dan benar saja, terlihat Wina tengah merentangkan kedua tangannya lebar-lebar disana, dan Tampa menunggu perintah Dinda langsung menghambur kepelukan sahabatnya itu.


"Kangen?!" ucap Wina sambil membalas pelukan sahabatnya itu rindu.


"Sama!!" balas Dinda dengan duara bergetar, Tampa terasa cairan bening keluar begitu saja membasahi kedua pipinya yang mulus.


Wina melepaskan pelukannya, untuk menatap wajah sahabatnya itu.


"Kamu kenapa?...apa yang terjadi...?" tanyanya saat melihat sahabatnya itu terisak.


"Dinda hanya menggeleng pelan sambil tersenyum, tak kuasa melihat wajah khawatir dari sahabatnya itu. Entah mengapa membuat dadanya menjadi sesak, saat mengiat kejadian yang telah terjadi beberapa hari ini. Sungguh ia tak kuasa menahan beban yang selama ini ia pendam.


...

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih ya untuk para reader yang masih setia menunggu novel ini, sungguh author terharu😭😭😭dan maaf ya bila novelnya banyak typo. tolong dimaklumi🤭🤭 terimakasih 🤗🤗


__ADS_2