My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Ungkapan21+


__ADS_3

Sebelumnya


"Kenapa? tanya Dean santai, "Bukankah kau menikmatinya juga? tanya Dean lagi.


Membuat Dinda hanya diam tampa bisa mengelak ucapan Dean semuanya benar adanya itu.


Dan kini Dinda hanya diam dengan rona merah dikedua pipinya sambil menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut tidur mareka.


"Apa yang ku lakukan?" ucapnya dalam hati sambil melirik malu kearah Dean yang kini hanya diam sambil tersenyum tampan melihat kearah Dinda juga membuat tatapan mareka bertemu, "Sudahlah untuk apa kita bicara masalah ini, gimana kalau lansung pada intinya saja?" ucap Dean sambil menaik turunkan alihnya itu.


"Maksudmu?" tanya Dinda tak mengerti,


"Maksudku begini!" jawab Dean sambil menarik tangan Dinda, hingga membuat tubuh mareka saling bertabrakan.


Dan alhasil saat ini Dinda tengah berada di pangkuan Dean.


"Apa kau tau? bila sedang menyentuhmu begini, entah mengapa jantungku berdebar tak menentu, apakah kau ingin merasakannya?" tanya Dean sambil menarik tangan Dinda dan meletakkannya kedadanya agar Dinda bisa merasakan detak jantungnya yang terpacu lebih cepat itu.


"Gimana? apakah kau merasakannya?" tanya Dean lagi sambil menatap Dinda lekat.


"Hmm!" jawab Dinda pelan sambil mengagukkan kepalanya gugup.


"Aku rasa, aku...?" Dean menghentikan ucapannya ragu sambil menatap Dinda, "Mencintaimu?" ucapnya lagi sambil mengenggam erat tangan wanitanya.


"Sebenarnya akupun ragu, tapi setiap kita bersentuhan aku merasa nyaman dan tenang, aku rasa itu pertanda bila aku memiliki rasa itu," lanjut Dean lagi.


Dinda hanya diam, cinta sungguh tak pernah ada dibenaknya selama ini, dan karena cintalah yang sudah menjerumusnya kepada pernikahan ini, dan sekarang pria yang seharusnya memanggilnya dengan sebutan kk ipar itu, mengatakan bila dia memiliki rasa?


Dinda mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman suaminya itu.


Namun Dean tak ingin melepasnya malah semaki mempererat genggamannya, "Apakah kau tak ingin menjawabnya nona?" tanyanya penasaran sambil tersenyum menggoda.


Dinda hanya terdiam sambil berpikir,


karena iapun juga merasakan perasaan nyaman kepada pria ini, tapi terlalu dini untuk menyimpulkannya.


"Aku rasa, aku...sedikit menyukaimu?" jawabnya pelan sambil menunduk, takut akan reaksi dari pria yang ada dihadapannya saat ini.


Wajah Dean sedikit sedih mendengar ucapan yang keluar dari bibir mungil istrinya itu.


Namun ia harus bersyukur setidaknya wanita itu tidak membencinya.


Dinda yang sadar bila pria itu hanya diam, memberanikan diri untuk melihat kearah Dean, dan terlihat sedih itu, membuat Dinda merasa tak enak.

__ADS_1


"Mengapa kau sedih? bukankah cinta akan hadir karena terbiasa?" jawabnya ragu dengan ucapannya, namun tak tega melihat aura sedih yang terpancar dari wajah tampan sang suami.


Dean hanya menatapnya lembut sambil memeluk tubuh Dinda lembut.


"Bolehkah?" tanyanya lembut ditelinga Dinda sehingga nafasnya yang hangat menerpa kulit Dinda membuat wanita itu merinding dibuatnya.


Dean menatap Dinda yang hanya diam itu, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu.


Dan "Cupp" Dean mengecup pelan bibir sang istri. Tapi Dinda masih bungkam membuat Dean menyimpulan jika Dinda mengijinkanya.


Dan mulai mendorong pelan tubuh istrinya sehingga terlentang, sambil melepaskan baju koas yang sudah terlepas dari tubuhnya sehingga memelihat otot ototnya yang sungguh sangat mengoda itu.


Dean menatap Dinda dengan tatapan mengebu karena gairah tertahan.


Sementara Dinda hanya diam dengan tubuh bergetar hebat, dia sadah akan situasi ini, namun tak memiliki alasan untuk menolaknya, karena Dean sudah mengungkapkan perasaannya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut!" ucap Dean sambil **** tubuh Dinda dengan tangan menjadi menyangganya,


Dinda hanya Diam, menolak seakan tidak terlintas diotaknya dan kini dia hanya memejamkan kedua matanya ikut menikmati ciuman panas yang tlah Dean ciptakan.


Tangan Dean memengelus lembut kulit halus Dinda yang saat ini tak tertutup apapun dibagian atasnya.


Sambil mengelus pelan gundukan pada wanita itu.


Erang Dinda kaget ketika Dean M****** payudaranya pelan, sambil mengusap pujuknya pelan.


Membuat Dinda merasakan rasa geli disekujur tubuhnya.


Dean mulai menurunkan ciumannya kebagian dada Dinda sambil mengelus lembut V****** Dinda yang masih terbungkus kain itu.


Dean melahap payudara Dinda seperti anak kecil, dengan tangannya sedang berusahan membuka seleting celana yang Dinda kenakan saat itu.


Setelah berhasil dengan tak sabar Dean melemparnya semberangan. kini Dinda hanya mengenakan dalam saja itupun tidak lama, karena Dean kini sudah melepasnya juga.


Dean mengelus pelan Bibir ****** Dinda membuat Dinda menutup kedua pahanya. Namun dengan segap Dean mencegahnya.


"Aku malu?" ucap Dinda pelan.


"Kenapa malu? akukan suamimu? kau sangat indah?" puji Dean kagum sambil menatap tubuh indah Dinda tampa busana itu.


Membuat Dinda semakin malu dibuatnya.


"Jangan dilihat?" teriak Dinda panik,

__ADS_1


Membuat Dean tertawa berbahak bahak mendengarnya.


"Bagaimana aku memasukimu, bila tidak melihatnya? godanya lagi.


Membuat Dinda hanya memejamkan matanya pasrah.


"Baiklah, aku mulai ya?" tanya Dean, namun Dinda hanya diam dengan dada deg-degan tak karuan.


Dean mencuim leher mulus Dinda lagi sambil *** ******** Dinda lembut membuat Dinda mengigit bibir bawahnya menahan suara yang ingin keluar dari bibirnya.


Dean menurunkan tangannya sambil mengelus lembut ****** Dinda yang sudah basah itu.


Dean mengecup payudara Dinda, membuat Dinda tak mampu menahan lagi suaranya sehingga erangan indahpun lulus dari bibir mungilnya, sehingga membuat Dean semakin semangat dengan aksinya.


Dean membuka celana santai yang dia kenakan saat itu, dangan tidak sabar, karena gairah yang sudah memuncak.


Beberapa saat kemudian Diapun berhasil sehingga mempertonton juniornya yang sudah tegang, tanda sudah siap tempur.


Dean membuka kedua paha Dinda sehingga ia bisa melihat ****** Dinda yang berwana merah muda, indah bagaikan sekunjup bunga yang baru mekar itu, sehingga membuatnya ingin memcicipinya.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


.


Hay guys sorry yang lama upnya.


karena salon author lagi ramai mungkin karena mau natal dan tahun baru kali ya,


jadi ramai.


Makanya author gak bisa up banyak

__ADS_1


inipun tergesa gesa nulisnya.


__ADS_2