
Setelah obrolan Dean dan Dinda berakhir marekapun memutuskan untuk makan malam bersama, dimana sudah ada mama Chinta dan papa Bima yang menunggu mareka untuk bergabung dimeja makan.
Dinda Mendudukan diri disamping kursi Dean, iapun berinisiatif mengabilkan nasi untuk Dean dan memberikanya kepada suaminya itu.
Dean menerima nasi tersebut, membuat dengan senang.
membuat mama Chinta bertanya tanya, sambil menatap sang suami.
Sedangkan papa Bima hanya mengangkat bahu, tanda tak tau apa apa, tapi terpancar kegembiranan melihat anak anaknya itu.
"Lauknya gak sekalian sayang?" tanya mama heran karena Dinda hanya mengambilkan nasinya saja.
"Iya ma, soalnya Dinda tak tau apa yang Dean suka!" ujar Dinda menjelaskan membuat sang mama mengangguk angguk mengerti.
Marekapun menyantap makan malam dengan hikmat tampa ada obrolan lagi, hanya ada suara denting senduk yang bertabrakan dengan piring.
Selesai makan malam Dinda membicarakan rencananya yang akan berangkat ke jakarta besok.
Meskipun harus melewati drama dari si mama mertua yang seakan tak mau Dinda pergi. Tapi mau bagaimana lagi, mama pun terpaksa mengalah, untuk cita cita mulia menantunya yang ingin menjadi seorang Dokter.
Mana mau Dinda berhenti kuliah, mengingat hanya tinggal satu tahun lagi ia akan lulus.
Lagi pula dulu Renof sangat mendukungnya, makanya Dinda menerima lamaran Renof, karena Renof berjanji tak akan mengekang ataupun membatasi Dinda.
Dia akan memberi kebebasan untuk Dinda berkarya.
Ardeanpun ikut mendukung Dinda kala ia menceritakan cita citanya untuk menjadi seorang dokter, Dean menatap bangga dengan Dinda diusianya yang masih 23 tahun, walaupun tampa orang tua namun ia mampu menempuh Kuliah kedokteran yang semua orang tau sendiri bila biayanya tidaklah sedikit.
Sementara yang Dean Tau dari Renof Orang tua Dinda hanyalah pegawai PNS biasa.
.
.
Malamnya Dean memutuskan untuk tidur diruang perpus yang terletak disamping kamar mareka, Dinda hanya diam ia, meskipun tak tega melihat Dean harus tidur disofa.
Namun ia enggan menawarkan Dean tidur dikamar, takut disalah artikan oleh pria itu. Nanti dikira nyasih lampu hijau lagi.pikir Dinda was was. Sementara Dean hanya kecewa melihatnya. Tak ada tawaran dari dinda untuk berbagi kamar, jangankan tawaran, basa basi saja tidak ada.
Sungguh sadis memang, iapun mencoba memejamkan matanya kasar.
.
__ADS_1
.
Paginya Dean yang akan mengantar Dinda ke jakarta, meskipun dia menerima penolakan dari wanitanya, tapi Dean ngotot tak mau dibantah dengan alasan takut Dinda nyasar.
Kan Dinda tak tau letak tempat tinggalnya.
"Hati hati ya? Dean bawa mobilnya jangan ngebut?" perintah mama sambil memeluk Dinda erat,Dean memutar matanya jengah melihat tingkah mamanya itu, "Sebenarnya anak siapa, menantu siapa?" pikir Dean kesal melihat mamanya itu, yang terkesan sayang pada Dinda dari pada dirinya.
.
.
"Kalau dipeluk terus kapan Dindanya bisa pergi?" ucap papa Bima sambil menggeleng kepalanya, mama Chinta sudah lama ingin punya anak perempuan, tapi gak kesampaian, makanya dia senang setelah mengetahuin akan mendapat anak perempuan cantik kekasih dari si sulung, yang kini malah menjadi istri bungsu Anggara.
Dengan berat hati akhirnya mama Chinta melepaskan pelukkannya, sedangkan Dinda hanya tersenyum kecil, "Dinda pergi dulu ya ma?" ucap Dinda pamit.
"Iya hati hati!" ucap mama sambil mencium kening Dinda dalam.
Dinda pun masuk ke mobil dimana Dean sudah menunggunya didalam mobil tersebut.
"Bye...!" ucap Dinda sambil melambaikan tanganya.
"Sudah lah ma, kan bandung jakarta dekat!" hibur papa Bima sambil memeluk istrinya itu.
"Kalau kangen nantikan papa bisa antar." hibur papa Bima.
yang disambut gembìra oleh sang istri.
.
.
Bersambung
Syair
Ketika Aku Meminta Bunga Mawar, Tuhan Malah Memberikan Aku Katus Berduri.
.
.
__ADS_1
Ketika Aku Meminta Kupu Kupu Yang Indah, Tuhan Malah Memberikan Aku Kepompong?.
.
.
Aku Marah Dan Kecewa Kepada Tuhan, Karena Tuhan Tak Pernah Memberi Apa Yang Aku Inginkan, Tapi malah Memberi Yang Tidak Aku Inginkan?.
.
.
Tapi Suatu Hari Aku Terkejut....Melihat Katus Berduri Telah Berbunga Indah.
.
.
Sedangkan Kepompong Telah Menjadi Kupu Kupu Cantik.
.
.
Aku Menangis Menyesal Karena Tlah Menyalahi Tuhan, Dia Selalu Mengasihi Walaupun Aku Salah?.
.
.
Satu Yang Aku Mengerti Tuhan Takkan Memberi Apa Yang Kita Minta,
Tapi Tuhan Tau Apa Yang Kita Butuhkan
.
.
.By Anna Maria
Hay guys jangan lupa likenya ya?
__ADS_1