My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Dean pergi


__ADS_3

Paginya Dinda sedang membuat sarapan untuknya dan juga Dean saat itu.


Selesai membuatkan sarapan Dinda pun memutuskan untuk membersihkan diri, karena badannya yang lengket akibat bergulat di dapur tadi.


Saat masuk ke dalam kamar Dinda tertekun melihat Dean yang sudah rapi dengan setelan kantornya sehingga membuat Dinda menyengitkan dahi tampak berpikir.


"Aku mau kebandung, baru saja papa memberi tau, bila sedang ada masalah dalam pemasarannya." ucap Dean mengerti akan apa yang sedang Dinda pikirkan saat ini.


"Aku mungkin beberapa hari disana, kamu gak apa apa kan sendiri?" lanjutnya lagi sambil mengelus pelan pucuk kepala Dinda.


Sebenarnya Dean gak tega meninggalkan Dinda sendirian, tapi mau bagaimana lagi.


"Jangan khwatir aku tidak apa apa koq." jawab Dinda sambil tersenyum pelan.


"Hmm... jam berapa kamu berangkat?" tanya Dinda sambil melirik jam yang ad dikamar mareka saat itu.


" Jam 08:00 WIB." jawab Dean pelan.


"Sebenar lagi dong? ayu aku antar kamu sarapan dulu!" kata Dinda sambil menarik tangan Dean dan membawanya ke meja makan itu.


Kemudian mengambilkan nasi goreng untuk sang suami, dan menyajikan segelas kopi panas untuknya.


"Kamu gak ikut sarapan?" tanya Dean saat melihat istrinya itu hanya duduk melihatnya saja.


Dinda menggeleng pelan kepalanya sambil berkata.


"Aku belum lapar." jawabnya pelan.

__ADS_1


Dean hanya membulatkan mulutnya mendengar jawaban sang istri saat itu.


Beberapa menit kemudian Dean sudah selesai dengan sarapannya.


Dinda mengantar Dean sampai Depan pintu apartemen mareka dan menyalimi suaminya itu dengan hati berat, sebenarnya Dinda gak mau Dean pergi, apa lagi sampai beberapa hari, itu sungguh berat baginya.


Dean yang menyadari raut wajah istrinya itu hanya tersenyum pelan sambil mencubit pipi Dinda pelan.


"Jangan cemberut dong?" pinta Dean sambil mencium kilas bibir merah Dinda saat itu.


Dinda menarik bibirnya sehingga memebentuk sebuah senyuman manis dibibirnya saat itu.


"Nah, gitukan enak dilihatnya?" kata Dean sambil memeluk tubuh Dinda pelan.


"Aku berangkat dulu!" pamitnya


💐💐💐💐💐💐💐


Siangnya Dinda meminta Wina sahabatnya untuk menjemputnya, untuk berangkat bersama kekampus.


Dan disinilah mareka sekarang sedang menikmati secangkir coffelate disebuah Caffe yang tak jauh dari kampus mareka.


"Kamu kenapa?" tanya Dinda sambil menatap Wina yang dari tadi hanya Diam saja.


"Din sebenarnya aku pengen cerita? tapi aku malu!" jawab Wina sambil menatap sahabatnya itu kilas.


"Iihh, apaan sich? pake malu segala?" cibir Dinda pura pura cemberut saat itu.

__ADS_1


Wina hanya tersenyum dibuatnya.


"Abis ini memalukan banget Din?" jawab Wina sambil memupang dagunya dengan kedua tangannya saat itu.


"Cerita dong?" pinta Dinda yang sangat penasaran saat itu.


"Aku jatuh cinta Din, tapi cowok yang aku suka, sukanya dengan wanita lain?" ucap Wina sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Dinda menyengit heran sambil melihat sahabatnya itu lekat.


"Kak Ferry?" tebak Dinda sambil melihat sahabatnya itu.


Wina hanya menganguk pelan, dengan wajahnya yang sangat galau itu.


"Kemaren aku ketemu sama kak Ferry, dan entah mengapa aku tak bisa mengendalikan bibir aku ini, untuk mengutarakan perasaanku Din?"


"Trus?" tanya Dinda masih setia mendengarkan.


"Trus ya ditolaklah, katanya dia udah ada yang disuka, tidak hanya itu, dia juga menyuruh aku untuk melupakan dia Din?"


kata Wina sedih.


Dinda hanya diam sambil berpikir keras, "Apa kak Ferry masih suka padaku ya?" pikir Dinda, namun dengan cepat dia mengubisnya bagaiman mungkin pikirnya, mengingat sudah lama masa itu berlalu, dan Dinda sangat berharap bila wanita itu bukanlah dirinya.


Bersambung


Maaf yang lama upnya dikarena kemaren hp aku errol.

__ADS_1


minta vote n likenya ya? makasih?😘😘😘


__ADS_2