My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Cipratan Minyak


__ADS_3

Dean baru saja keluar dari kamar mandi, dengan hanya mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya saat itu.


Sehingga memperlihatkan ototnya yang sungguh menggoda itu.


.


.


Beberapa menit kemudian Dean keluar dengan menggunakan baju santai karena mengingat hari ini sang istri tidak kuliah, makanya Dean berniat untuk menemani Dinda hari ini, karena waktu kebersamaan mareka yang sangat terbatas itu.


Dean melihat sang istri sedang membantu mbak Sari menggoreng, cumi tepung,


Dean mendudukkan dirinya dimeja makan yang sudah tersedia secangkir kopi disana.


Namun belum beberapa lama Dean mendudukkan dirinya dia sudah disuguhkan dengan pemandangan dimana Dinda takut takut menbalik cumi goreng itu, karena banyak sekali minyaknya yang bercipratan kemana mana.


Tampa sadar Dean berjalan menghampiri, dan sudah mengambil alih spatula yang ada ditangan Dinda sejak tadi itu, dan mencoba membalik cumi goreng tersebut.


Dinda hanya menatap diam Dean saat itu, "Kalau kau ragu ragu, sebaiknya kau matikan dulu kompornya seperti ini?" kata Dean sambil mematikan kompor tersebut, dan berhasil minyak yang sedang menggoreng cumi itupun tidak menyiprat lagi,


"Nach bila sudah dibalik, baru hidupkan lagi?!." jelasnya sambil menoleh untuk melihat istrinya itu, yang saat ini sedang memandangnya dengan kagum.


Mbak Sari yang sedang membening sayur hanya tersenyum melihat keromantisan ke dua majikannya itu saat ini.


Dan berajak dari sana untuk meletakkan sayur bening itu ke atas meja.


"Kau hebat sekali?!" puji Dinda dengan wajah kagumnya.


"Ini mah biasa!" jawab Dean sombong, sambil mengangkat cumi yang sudah memerah itu dan menyajinya kewadahnya memang sudah disediakan di sana.


Saat hedak menaruh Cumi yang masih mentah itu kewajan lagi, tiba tiba minyak panas itu menyprat kepunggung tangan Dean saat itu, sehingga berhasil membuatnya mendesah kepanasan.


"Aasshh." teriaknya keras, sehingga membuat Dinda yang sedang mencuci lubak disampingnya tersentak kaget.


"Kenapa?" tanyanya Dinda sambil berjalan menghampiri Dean, dan melihat bila tangan Dean sudah memerah akibat panasnya minyak tersebut.

__ADS_1


Refleks Dinda berlari kearah lemari pendingin untul mencari tepung terigu disana, dan langsung menaburkannya kearah kulit Dean yang terkena cipratan minyak tersebut.


Dean menyengit heran melihat apa yang dilakukan Dinda saat itu.


"Apakah kau mau menggoreng tangan suamimu ini?" tanya Dean dengan nada menyindir, karena hampir separu tepung itu sudah Dinda tabur ditangannya saat itu.


Dinda hanya melototkan matanya mendengar tuduhan suaminya itu.


"Sudah diam, makanya bila tidak bisa jangan sok jago?!" cibir Dinda sambil membalik Cumi itu dengan kuda kuda.


"Sini biar mbak saja non?" ucap mbak Sari sambil mengambil alih spatula itu sopan.


"Hmm, makasih ya, mbak?" ucap Dinda sambil tersenyum.


Sekitar 20 menit Dinda mencuci tangan Dean yang terkena cipratan minyak tadi, dan Dean tak melihat ada bekas luka bakar ditangannya saat itu.


"Wow, hebat, tangan aku tidak melepuh sama sekali?" ucapnya sambil menatap manik lejel Dinda senang.


"Hmm, makanya lain kali jangan sok jago, masih untung gak melepuhkan?" cibir Dinda sambil menjauh kan tubuhnya yang saat itu ada dibelakan punggung Dean.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Selesai sarapan, Dean mengajak Dinda untuk berbelanja ke mall, namun Dinda menolaknya karena sungguh dia saat lelah saat itu, dan meminta Dean untuk mengajaknya besok, dan langsung di iyakan oleh suaminya itu.


Meskipun tidak dia pungkiri ada sedikit rasa kecewa dalam benaknya saat ini, namun Dean mencoba memahami Dinda, seperti Dinda yang selalu memahami dirinya selama ini.


Dean mendudukan dirinya di bar mini yang ada diapartemennya itu sambil meminum sekaleng bir yang ada dihadapannya saat itu.


Sebenarnya Dean baru saja menerima telepon dari Cesya yang tiba tiba memintanya untuk datang.


Namun Dean tak enak dengan Dinda yang saat ini sedang duduk tak jauh dari dirinya sambil membuat tugas kampusnya dengan serius itu.


Entah mengapa dimata Dean saat ini Dinda sangat cantik dan seksi.


Dinda yang sedang tenggurap di depan ruang keluarga, Dengan baju dres rumahan sepaha, sehingga memperlihatkan kulit mulusnya saat itu.

__ADS_1


Yang tampa sadar membuat Dean menahan nafasnya tak karuan melihatnya.


"Dasar wanita bodoh, apakah dia selalu begini , tidak ada rasa waspada sedikitpun?" pikir Dean sambil berjalan menghampiri Dinda yang masih asyik dengan aktivitasnya saat itu.


Dinda tersentak kaget tiba tiba Dean menidih tubuhnya tiba tiba.


"Dean apa yang kau lakukan?" teriaknya panik.


Namun Dean tidak mengubisnya dan malah menempelkan bibirnya ke bibir Dinda saat itu.


dan mengendong tubuh Dinda membawanya masuk ke kamar mareka, membuat Dinda hanya bisa pasrah meninggalkan tugasnya yang masih belum iya selesaikan itu.


Adinda Putri



Ardean Anggara




.


.


Bersambung


.


.


.


Hay guys, jangan lupa Vote, komen dan jempulnya.

__ADS_1


Dan buat yang sudah dukung author selama ini, author ucapkan banyak banyak terima kasih, author terharu sekali loe dengan dukungan kalian😒😒😒meskipun emang author suruh sichπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2