My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
POV Masalalu


__ADS_3

Sebelumnya


Papa Bima berdiri sambil menarik sang istri haru, wanita yang pernah ia sakiti, kini dengan tabah memaafkan dosanya yang begitu besar.


Sehingga membuat papa Bima merasa sangat malu dengan dirinya sendiri.


"Maafkan lah diriku dengan semua kekuranganku ini?" ucap papa Bima sambil mengeratkan pelukannya kepada sang istri.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan pa, ini tak sepenuhnya kesalahanmu!" jawab mama Chinta sambil menenggelamkan wajahnya didada bidang sang suami kala itu.


.


.


.


P.O.V (author Chinta dan Bima)


Gadis cantik itu keluar dari mobilnya dengan perasaan kesal, bagaimana tidak mobilnya tiba tiba mogak ditengah jalan, mana jalannya sepi pula.


Tiba tiba ia dikejukan dengan seorang pria yang tiba tiba datang menawarkan tumpangan untuknya.


Pria itu mengenakan kemeja biru dengan kaca mata hitam yang bertengger manis menghiasi hidung mancungnya.


Ya pria itu adalah Bima Anggara teman satu kampusnya dulu, pria tampan yang playboynya nggak ketolongan.


Selama kuliah banyak cewek cewek yang menjadi korban Bima Anggara, karena selain Tampan dia juga kaya raya, jadi tidak heran banyak gadis yang menjadi korban rayuan pria satu ini.


"Perlu bantuan?" ucapnya sambil menaikan kaca mata hitamnya diatas kepala.

__ADS_1


"Tidak!" jawab Chinta jutek


"Yakin?" tanya Bima lagi sambil menaiki salah satu alisnya.


"Disini rawan kejahatan loe, apa lagi Wanita cantik seperti loe?" jelad Bima lagi sambil memperhatikan lekuk tubuh Chinta saat itu.


Membuat Chinta terpaksa menerima tawaran dari pria tersebut.


Bima tersenyum senang karena Chinta menerima tawarannya.


Diapun mulai menjalankan mobilnya menuju restoran ternama yang ada dikota itu.


"Loh? kita kemana?" tanya Chinta bingung.


"Kita makan lch, tapi loe yang traktir ya itung itung sebagai balas bodi?" ucap Bima asal.


Sehingga membuat Chinta hanya terdiam mengikuti kemauan sang pria.


Mana restoran berbintang lagi bisa habis terkuras uang yang ia sisihkan untuk menunggu akhir bulan datang.


"Makan dong Chin, jangan sungkan kan kamu yang bayar?" ucap Bima usil sambil menyunggingkan senyum mautnya.


Chinta hanya Diam sambil memicingkan matanya kearah Bima tak suka, bagaimana tidak? pria itu telah mengambil keuntungan dalam musibah yang ia alami,


Kemudia ia melihat kelima sahabat pria itu satu persatu, yang bisa Chinta tebak bila semua pria itu adalah public speaking terlihat dari tutur kata mareka ketika menggoda Chinta saat ini sehingga membuat Chinta tambah bad mood.


"Dimakan dong Chin? gak enak nie, masa yang bayar nggak makan? ucap Bima lagi dengan wajah menggoda.


Sehingga membuat Chinta yang melihat jadi kesal mendengar ucapan Bima yang sok perhatian sehingga membuat tangannya gatal pengen nojok tch cowo.

__ADS_1


"Gak usah sok perduli?" jawab Chinta jutek sambil menatap Bima dengan mata melotot.


Sehingga membuat Bima **** senyumnya sejenis senyum kemenangan sehingga membuat Chinta yang melihat tambah sebal.


"Chin makan ya?" kata Bima lagi sambil menyodorkan sushi kemulut Chinta saat itu.


Bima tersenyum geli melihat wajah jutek Chinta yang terlihah ogah menyambut suapanya.


Namun Bima tetap kekeh menyodorkan sushi kemulutnya, sehingga dengan tepaksa Chinta menerima suapan Bima dengan wajah masam.


"Gito dong, nurut?" ucap Bima sambil mengusap puncak kepala Chinta pelan.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Makin seru gak,


jangan lupa like โค komennya.

__ADS_1


Biar author semangat๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Makasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2