My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Berubah


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu namun, Dean belum juga pulang. Mana bila ditelepon tidak pernah diangkat, sehingga membuat Dinda sangat khawatir dibuatnya.


"Sebenarnya dia kenapa sich? emang aku kamu anggap apa?" ucap Dinda sambil memandang foto profil Dean diponsel miliknya saat itu dengan raut wajah sedih.


Tak beberapa lama dia pun menyimpan benda itu kembali karena melihat sahabatnya sudah duduk di depannya saat ini.


Ya saat ini mareka sedang berada dikantin kampus saat ini.


"Kenapa sech Din? muka kamu kusut banget?" tanya Wina penasaran dengan sahabatnya itu yang beberapa hari ini terlihat sangat GALAU itu.


Dinda hanya menggeleng sambil meminum jus mangga yang ada dihadapannya saat itu.


Wina memicing matanya tak percaya dengan apa yang diucap sahabatnya itu, namun ia lebih memilih memakan soto dihadapan dengan diam.


"Pulang nanti temani aku belanja ya?" pinta Dinda kepada Wina yang masih asyik mengunyah soto dihadapannya saat itu.


"Hmm." jawabnya dengan mulutnya masih penuh saat itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


sorenya


Dinda baru saja pulang dengan beberapa kantong plastik ditangannya saat itu.


Dia pun memasukan belanjaannya itu ke lemari pendingin kemudian dia pun masuk kekamar.

__ADS_1


Seketika ingatannya teringat akan wajah Dean, orang yang sudah berhasil mengobrak abrik hatinya selama ini.


Dinda merebahkan tubuhnya kekasur dengan wajah lelah, dan memejam manik lejelnya untuk beberapa saat.


Tiba tiba ponsel miliknya bergetar, sehingga membuatnya dengan sigap mengangkat telepon yang ternyata dari sang suami itu.


"Hallo?" ucap Dinda lemah karena dirinya sangat lelah saat itu.


Seberapa saat tidak ada jawaban sehingga membuat Dinda menyengit heran dengan sang suami saat itu.


"Hallo?" teriak Dinda lagi kali ini kencang.


"Apa kabar?" tanya Dean pelan


"Dinda hanya diam karena mendengar suara sang suami yang terdengar sangat lemah saat itu.


"Dan mengapa kamu tak pernah mengangkat teleponku?" tanyanya lagi kesal sehingga membuat air matanya meleleh keluar saat itu.


Dean hanya diam, dan hanya menghela napas dalam, Dinda dapat mendengarnya saat itu, seperti ada beban yang sedang memimpa suaminya itu saat ini.


"Dean kamu masih hidup?" teriak Dinda kesal dengan isaknya entah mengapa dirinya sangat lemah saat itu, tidak mampu memendung kesedihannya.


"Iya aku akan pulang malam ini, dan maaf karena membuatmu khawatir?!" ucap Dean datar.


Dan mematikam ponselnya sepihak.

__ADS_1


Dinda menyengit bingung, namun dia mencoba berpikir positif, namun tetap saja dia bingung, Dimana canda tawa Dean yang kemaren?.


Mengapa begitu cepat berubah, apakah dia ada masalah?. itu lah yang ada dalam benak Dinda saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malamnya Dinda sudah selesai memasak untuk makan malam, dan dia pun duduk diruang keluarga, sambil menonton TV , tapi lebih tepatnya TVlah yang sedang menonton dirinya saat itu.


Karena entah kemana jiwanya saat ini, seakan pergi jauh meninggalkannya saat itu.


Sehingga Dinda tak menyadari akan kehadiran Dean saat ini yang ternyata sudah ada tepat dibelakangnya itu.


"Apa acaranya TVnya sangat seru?" tanya Dean yang sukses membuyarkan Dinda dari lamunannya saat itu.


Dinda memalingkan tubuhnya pelan, dan melihat Dean sedang memandangnya dengan senyum manisnya saat itu.


Tampa sadar Dinda beranjak untuk memeluk prianya sangat ia rindukan itu.


Dean kaget melihat tingkah istrinya itu, namun dian hanya diam sambil mengusap pelan pucuk kepala wanitanya itu.


"Mengapa kau tak menghubungiku? apakah mengabariku sesusah itu?" tanya Dinda sambil menatap manik coklat Dean lekat?


Bersambung.


Maaf ya? novelnya author ubah, dengan alasan tertentu,

__ADS_1


makannya belum tamat.


minta vote dan jempulnya ya?😘😘😘


__ADS_2