My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Ini nyata


__ADS_3

Dinda membuka matanya pelan, sambil memperhatikan sekelilingnya, dan melihat Dean yang masih tertidur pules, bertelanjang dada, sehingga Dinda bisa melihat otot kuat sang suami disamping saat ini, ia memperhatikan suaminya itu seksama, sangat sempurna, membuatnya teringat akan kejadian beberapa jam yang lalu, sehingga membuat wajahnya merona karena malu, ia memperhatikan dirinya yang juga tak mengenakan apapun saat ini.


"Ini nyata?" ucapnya dengan wajah merona sambil menatap sang suami yang masih tertidur nyenyak.


Berlahan ia mulai menuruni tempat tidur, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sambil meringis merasakan sakit disekujur tubuhnya.


Selesai mandi Dinda memutuskan untuk keluar dari kamarnya, dan melihat sang mama mertua yang sadang asyik menyiapkan makan malam disana.


Dindapun memutuskan untuk menghampiri sang mertua, "Masak apa ma?" tanya Dinda yang sudah berada disamping mama Chinta kala itu.


"Eh....sayang!! ini mama lagi masak sop mutiara sama perkedel!,," jawab mama sambil memasukan perkedel kewajan yang sudah terlebih dulu ia panaskan.


Dinda hanya mengagukkan kepalanya sambil membantu sang mama mencuci perabutan yang kotor.


Mama Chinta memyajikan menu masakan yang dia masak tadi, dibantu oleh menantu tersayang yang dengan setia membantunya dari tadi.


"Selesai!" ucap mama senang sambil tersenyum puas.


Dibalas dengan senyuman manis dari sang menantu, membuat sang mama teringat akan satu hal.


"Tunggu disini dulu ya, mama ada sesuatu untukmu?" perintah mama sambil beranjak pergi.


Dinda hanya diam sambil mendudukkan diri dikursi meja makan tersebut menunggu sang mertua.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mama datang dengan paper bag ditangannya, sambil menyerahkannya kepada menantunya itu.


"Apa isinya ma?" tanya Dinda menasaran dengan kening berkerut.


"Buka aja!" jawab mama sambil mendudukan diri disamping menantunya itu.


Dinda membuka paper bag itu penasaran dan terkejut melihat isinya sambil memandang ngeri sang mertua, sedangkan sang mama hanya tersenyum geli melihat tingkah Dinda saat itu.


"Kamu suka?" tanya mama penasaran


"Hmm!" jawab Dinda pelan, sambil tersenyum kikuk


Bagaimana tidak dia malu dengan hadiah sang mertua yang ternyata sebuah lingerie seksi, sehingga membuat Dinda teringat kejadian beberapa saat lalu, dan alhasil membuat kedua pipinya memerah.


Mama tersenyum geli melihat reaksi Dinda sehingga membuatnya bisa menyimpulkan bila sudah terjadi, apa yang seharusnya suami istri lakukan pada mustinya.


"Dipakai ya? lingerienya biar suaminya makin sayang?" goda mama lagi.


Membuat wajah Dinda makin panas dibuatnya.


"Apa?" jawab Dean yang kini sudah ada ditengah dua wanita beda generasi itu.


Sehingga membuat Dinda dan mama Chinta memandang ke arahnya secara bersamaan.

__ADS_1


"Ini, mama membelikan lingerie untuk istrimu tadi nak, biar proses pembuatan cucu untuk mama lancar?" jawab mama usil sambil mengedipkan matanya. Membuat kedua anaknya tersepu malu mendengarnya.


"Oh...,"jawab Dean sambil menetralkan wajahnya dan mendudukkan diri disamping sang istri, beberapa saat mata mereka bertemu, sehingga membuat Dinda tambah malu, melihat wajah sang suami, membuatnya teringat apanya telah mareka lakukan tadi, sehingga dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dengan jantung berdebar tak beraturan.


Dean menyengit melihat tingkah Dinda saat ini.


Sambil tak henti hentinya menatap wanita yang sudah seutuhnya ia miliki itu dengan tatapan penuh cinta.


Membuat sang mama yang memperhatikan berdehem pelan, menyadarkan Dean bila masih ada dirinya disana, dan itu sukses membuat Dean tersenyum genit kearah sang mama


.


.


.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like❤n komennya ya?


Makasih.


__ADS_2