
Berlahan namun pasti Dean mulai mengecup ****** Dinda yang terekspose tampa tertutupi sehelai benangpun dihadapannya. Menjilat sambil menghisap kecil, tampa rasa jijik sedikitpun.
Membuat Dinda yang sejak tadi memejamkan matanya tersentak kaget, spontan iapun merapatkan pahanya berlahan dengan wajah memerah merona.
Namun dengan sigap Dean mencegahnya, sambil memainkan lidahnya dengan lihainya membuat Dinda mendesah antara nikmat dan malu dibuatnya.
Diusapnya bibir ****** istrinya itu yang basah akibat saliva Dean tadi.
Berlahan ia mulai mengarahkan juniornya yang besar dan berurat itu, kebibir ****** sang istri dengan sedikit bermain disana, sambil mengesek ujung juniornya dibibir ****** sang istri, sehingga membuat sang istri menatapnya dengan wajah merah dicampur marah dan malu dibuatnya.
Dan itu sukses membuat Dean tersenyum mengoda melihat wajah penuh gairah sang istri.
"Aku akan memulainya,," ucap Dean sambil menuntun juniornya untuk memasuki tubuh sang istri.
"Aarrgkh?" teriak Dinda kaget ketika berlahan tapi pasti junior Dean yang perkasa sudah berhasil merobek salaput daranya. Tampa sadar Dinda mengenggam erat tangan Dean sambil meringis tertahan.
Dan sekali hentakan Dean berhasil memasuki tubuh sang istri dengan sempurna, sehingga membuat Dinda menjerit dengan linangan air mata membasahi pipinya yang mulus.
Dean merasa iba melihat wajah kesakitan sang istri, namun rasa ibanya tak mampu mengalahkan gairahnya saat itu, sehingga dengan berlahan dia mulai memaju mudurkan pinggulnya mengikuti irama desakan sang istri, yang bagaikan alunan lagu merdu ditelinga Dean saat ini.
Dean **** ******* Dinda sambil terus mengerakan tubuhnya dengan keriangat yang sudah memanjiri tubuhnya kala itu.
"Arrgghh...Dean....sa....ki......?" teriak Dinda tertahan karena Dean membungkamnya dengan mencium penuh gairah, dengan kedua tangannya masih ******** Dinda dengan gairahnya yang mengebu gebu.
Tampa sadar kedua tangan Dinda sudah rambut Dean sehingga membuat ciuaman mareka semakin dalam dan mengebu.
__ADS_1
Dean belahan mengakat wajahnya sambil menatap wajah gairah sang istri dengan mata berkabut.
Berlahan tangannya menekan kedua pahan mulus Dinda berlahan sambil menghentakan tubuhnya dengan cepat mengisyaratkan bila dia sudah hampir sampai pada puncaknya.
Dirasakannya basah dibawah sana pertanda bila sang istri sudah mencapai klimasaksnya, berlahan Dean mulai memompa tubuh Dinda dengan cepat, sehingga membuat Dinda mendesah tak karuan dibuatnya. Dan tak berapa lama cairan kental dan hangat sudah memenuhi liang ****** Dinda diakhiri oleh desahan liar yang keluar dari bibir sang suami, sambil mengecup kening Dinda dalam.
"Terima kasih sayang, karena aku yang pertama?" ucapnya dengan wajah cerah bahagia dengan nafas tak beraturan.
Dinda tak mampu menjawab, dan hanya bisa mengagukkan kepalanya pelan, dia sangat lelah sekali dan mulai memejamkan matanya,
namun tersentak kaget ketika Dean mencabut juniornya sehingga membuatnya meringis, karena perih diselangkangannya saat itu.
Dean bisa dengan jelas melihat ****** sang istri yang bengkak akibat olahnya, dan darah segar menodai saprei yang mareka gunakan saat itu.
Pertanda keperawanan sang istri yang tlah ia renggut.
.
.
.
Sedangkan diluar
Ketiga sahabat Dean pulang karena tuan rumah yang asyik sendiri.
__ADS_1
Mareka maklum saja, terbukti dengan mareka yang pulang tampa pamit dengan sang tuan rumah itu sendiri.
Bukannya tak sopan, namun mareka tau apa yang sedang sobatnya lakukan, walaupun mareka tak mendengar apapun karena kamar Dean yang kedap suara, tapi mareka tau apa yang sedang terjadi didalam.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
Sorry ya lama upnya, sebenarnya author geli sendiri ketika menulis adegan ini.
Malu author,
Tapi author usahain demi kalian semua.
__ADS_1
jangan lupa like❤n komennya ya?