
Ditempat lain kini Wina tengah berhenti disebuah kedai bakso saat hendak pulang.
Ya tadi sebenarnya dia hendak menemui Dinda namun, dia urungkan saat melihat keberadaan Dean disana.
jadi dia putuskan untuk pulang saja, dia tak mau menganggu kebersamaan sahabatnya itu dengan suaminya.
Dan di sinilah Wina sekarang, sedang mendudukkan dirinya disebuah bangku yang memang disediakan untuk para pengunjung tempat itu.
Wina memilih tempat yang paling pujuk, karena tidak mau jadi pusat perhatian.
Karena semua pengunjung yang datang semuanya membawa gandengan semua.
Kecuali dirinya, sehingga membuat Wina merasa agak minder jadinya.
Ya meskipun jomblo itu tidak dosa? tapi ada juga saatnya jomblo itu juga butuh kasih sayang.
Entah karena sedang terbawa suasana atau apa, karena 99% pengunjung kedai bakso itu semuanya berpasangan.
Wina menupang dagunya dengan satu tangan sambil menggerutu dalam hati.
Namun betapa terkejutnya dia saat ada beberapa pria duduk dihadapannya saat itu.
Wina menatap wajah kedua pria itu satu persatu, namun sungguh Wina sama sekali tidak mengenalnya.
Winapun melirik kiri kanan dan melihat kedai itu sudah penuh dengan para pelanggan.
"Ehm, maaf kami menganggu nona.?" ucap salah satu pria itu dengan sopan.
"Karena hanya ini sisa bangku kosong...?"
Belum sempat pria itu melanjutkan ucapannya Wina lebih dulu memotongnya.
"Tidak masalah?!" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya pelan, sebenarnya Wina sangat terganggu, karena seumur hidupnya dia tidak pernah berhadapan dengan pria asing.
__ADS_1
"Hey apa kau mengingatku?" tanya salah satu pria yang ada disebelah Wina saat itu.
Wina menatap pria itu dengan seksama, dan menyengitkan alisnya tampak berpikir, kemudia dia pun menggeleng pelan.
Pria itu hanya tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya kearah Wina saat itu.
"Nama aku Chalvin?" ucap Chalvin saat Wina menyambut uluran tangannya saat itu.
"Aku Wina!" jawab Wina ramah sambil menyalami kedua pria itu bergantian.
"Gue Remy?" ucap Remy sambil tersenyum menggoda.
"Oh iya masih tidak mengenalku?" tanya Chalvin lagi.
Membuat Wina jadi kelabakkan mendengarnya, merasa tak enak karena sama sekali tidak ingat dengan pria dihadapanya saat ini.
Chalvin hanya tersenyum kecil sambil memesan bakso untuk mareka berduan Remy saat itu.
"Aku pria yang waktu itu kau tabrak waktu dimall, ingat?" kata Chalvin dengan hati hati.
"Sorry?" teriak Wina sambil berajak berdiri dengan tissue ditangannya untuk membantuk Remy membersihkan diri.
"Tidak apa apa!" jawab Remy sambil mengambil alih tissue yang ada ditangan Wina saat itu.
"Aku ketoilet dulu!" pamitnya dengan wajah masam karena sungguh entah mimpi apa dia semalam sehingga pagi ini dimandikan bakso yang sudah bercampur dengan saliva itu.
Dan tentu saja menjadi pusat perhatian semua pengunjung kedai itu sekarang, sehingga membuatnya hanya bisa memaki dalam hati.
"Sabar Remy, sabar?" ucapnya sambil mengelus dadanya.
Sementara Chalvin hanya tersenyum geli, dia tak kuasa menahan senyumnya melihat tingkah konyol wanita dihadapannya saat ini.
Namun senyum Chalvin memudar saat Wina memandangnya dengan tatapan tidak suka dan kedua mata melotot.
__ADS_1
"Mengapa dengan matamu itu?" tanya Chalvin dengan wajah tampa bersalah sedikitpun.
"Jadi kamu yang membuat jidat aku bengkak, membiru dan terluka?" geram Wina kesal, sambil menutup kedua matanya saat itu.
Chalvin hanya mengangguk kepalanya pelan sambil tersenyum pelik melihat wanita yang mati matian menahan diri agar tidak memaki dirinya saat itu.
"Waktu itu aku tidak sengaja, kamu juga sech tidak hati hati?" Chalvin menghentikan ucapannya sambil menatap Wina pelan.
Ya saat itu Wina tengah memakan baksonya dengan cepat, tampa memperdulikan Chalvin yang melongo melihatnya saat itu.
Namun Wina tak mengubisnya dan masih meneruskan aksinya memakan baksonya ada dihadapannya itu dengan lahap.
Membuat Chalvin yang melihatnya hanya menggeleng pelan tak habis pikir dengan apa yang ada didalam otak wanita yang ada dihadapannya itu, yang tidak ada jaim jaimnya sama sekali.
Biasanya wanita akan bertingkah manis dihadapanya, namun berbedan dengan Wina yang terkesan cuek, sehingga membuat Chalvin ingin mengenal wanita itu lebih jauh.
"Aku pulang duluan!" ucap Wina sambil berajak meninggalkan Chalvin yang saat itu masih menatapnya terpaku.
"Cepat sekali?" tanya Chalvin heran
Namun Wina tak mengubisnya dan semakin mempercepat langkahnya meninggalkan Chalvin yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan itu.
"Loh? mana wanita aneh tadi?" tanya Remy heran saat melihat hanya ada Chalvin disana dengan dua buah mangku bakso dan dua gelas es jeruk itu.
Chalvin tidak menjawabnya karena mulutnya saat itu sedang penuh dengan makanan, dan alhasil Remy yang tak mendapat jawaban pun ikut memakan bakso dihadapannya itu dengan lahap sehingga kandas tampa sisa.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa Vote dan jempolnya.