My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Jalan


__ADS_3

Dinda membuka pintu apartemennya disana sudah berdiri wanita cantik dengan dres warna hijau daun selutut yang melekat manis ditubuh indahnya nan sempurna itu.


"Masuk?" ajak Dinda sambil tersenyum senang melihat kedatangan sobatnya itu.


Wina masuk melewati Dinda yang kala itu masih berdiri diambang pintu.


"Wow...? apartemen kamu bagus banget Din?" ucap Wina kagum melihat apertemen megah yang ada dihadapannya.


"Gak usah lebay dech Win?" jawab Dinda sambil tersenyum geli melihat tinggah heboh sahabatnya itu.


"Lebay? lebay apanya, aku serius seumur hidup baru kali ini Din aku menginjakkan kaki diapartemen semewah ini!" jelas Wina jujur.


"Berarti kamu beruntung dong Win karena bisa melihatnya sekarang sebelum mati!" ucap Dinda bercanda.


" Tega amat kamu din?" ucap Wina sambil memasang wajah sedih, namun tiba tiba wajah sedihnya menjadi cerah, secerah mentari pagi. "


Yey...berarti bisa nie traktirin aku lagi?" ucap Wina lagi sambil memasang wajah imut imutnya dan mengedepkan matanya, membuat Dinda tersenyum geli melihatnya.


"Kamu gimana sich? apartemen inikan milik suami aku, bukan punya aku? koq minta traktir sama aku sech?" tanya Dinda sambil geleng geleng


"Ya sama aja! kamukan nyonya Din? NYONYA MUDA?" Kata Wina sambil menekan kata terakhirnya itu, sambil menaik turunkan alisnya.


"Ya ampun Win? kamu yang ngajak jalan koq aku yang traktir sech?" jawab Dinda lagi sambil mendudukkan dirinya disofa ruang tamu.


"Hehehe, gak apa apa dong sekali sekali menakatri teman yang lagi terkena Kangker kering. ( kantung kering) rayu Wina sambil ?mendudukkan diri disamping sahabatnya itu yang pura pura cemberut.

__ADS_1


Wina menoel noel pipi Dinda karena gemes melihat tingkah sobatnya itu.


Namun ia menghentikan aksinya ketika melihat Mbak Sari datang dengan mampa fi tangannya saat itu.


"Silahkan minun non?" ucap mbak Sari sambil menaruh minuman itu diatas meja.


"Terima kasih ya mbak!" jawab Dinda tulus sambil tersenyum.


Yang dengan cepat dianggukkan oleh mbak Sari sambil berjalan meninggalkan kedua sahabat itu, yang masih asyik bercanda gurau itu.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dinda dan Wina memutuskan pergi ketika jam sudah menunjuk pukul 11:21 WIB


Dinda sudah menceritakan bila Dean yang tengah berada dibandung saat itu jadi mareka


Wina membawa mobilnya memasuki Mall yang ada dikota itu dan memarkir mobilnya disana.


Saat memasuki pintu utama lantai 5 tiba tiba Wina tertabak dengan seseorang yang tidak ia kenalin.


Dan alhasil jidat Wina terbentur dengan dagu pria tersebut.


"Aauuwwwhhh!" teriak Wina sakit sambil mengelus jidatnya yang terasa panas akibat benturan itu, begitu juga pria itu.


"Mas kalo jalan itu pakai mata? jangan pakai lotot?" teriak Wina nyaring dengan air mata berlinang karena sungguh rasanya sakit sekali.

__ADS_1


"Maaf mbak tadi aku tidak sengaja?" ucap pria itu dengan wajah menyesal.


"Udah gak papa!" jawab Dinda melerai pertengkaran sobatnya itu yang masih terlihat sensi dan tidak terima.


"Dinda?" guman pria itu pelan sambil memperhatikan wanita dihadapannya dengan seksama itu.


Dinda yang kala itu tengah membantu Wina menghapus air matanya itu, mengalihkan pandangan yang kearah sumber suaranya menyebut namanya itu.


Dan benar saja ternyata pria itu tidak lain adalah Chalvin, ya pria itu ada lah Chalvianos Pasya, sahabat dari suaminya Ardean Anggara.


"Hmmm, Chalvin benar ya?" tebak Dinda ragu sambil terenyum canggung.


"Iya benar!" jawab Chalvin sambil memperhatikan jidat Wina yang mulai benjol dan membiru itu.


"Kamu tidak apa apakan?" tanya Chalvin dengan wajah tak enak itu.


"Apa kau buta? saya rasa tak perlu saya katakan kau pasti bisa melihat sendiri bukan?" jawab Wina sensi sambil menarik tangan Dinda pergi menjauh dari Chalvin yang masih berdiri mematung saat itu.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Bersambung


Hay guys, bila tidak sibuk akan author usahakan untuk update setiap hari.


Jangan lupa like❀n komentarnya ya?😘

__ADS_1


Makasih


__ADS_2