My sister - in- law my husband

My sister - in- law my husband
Tak Ada Kabar


__ADS_3

Dan alhasil, Chalvin akan memotret setiap aktivitas yang sehari-hari, Dean lalukan, layaknya detektif personal, dan ia akan langsung mengirim foto hasil karyanya tersebut kepada Wina kekasihnya.


Mulanya Dean sempat protes kepada sahabatnya itu,ia sudah berpikir negatif melihat tingkahnya, tapi itu hanya sesaat, setelah Chalvin menjelaskan bila ini untuk dirinya dan sang istri, pria gagah itu tidak jadi protes.


Malah sekarang ia merasa bersyukur, karena memiliki sahabat seperti Chalvin dan Wina, yang dengan tulus membantu dirinya.


"Senyum tampan tak terlepas dari bibir sensualnya, sungguh ia sangat bahagia sangat mengetahui, bila sang istri sedang berbadan dua.


Dadanya membuncah, seakan ada kupu-kupu yang menari-nari memenuhi dadanya.


Sungguh ia tak sabar, ingin memeluk dan mencium sang istri, untuk membagi kebahagiaan ini.


Namun dengan cepat ia urungkan, memikirkannya itu mengingat rencana yang sudah ia susun rapi beberapa waktu ini, ia tak mau membuat rencana yang sudah ia susun rapi hancur, karena rindunya yang memang sudah mengebu-ngebu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Ditempat lain


Dinda saat ini tengah terbaring lemah, diranjang apartemen tempat ia tinggal saat ini, manik lezelnya, memandang langit-langit kamarnya itu nanar.


Badannya seakan tak bertenaga, tulang sakit, dan pegal disekujur tubuhnya, yang membuat merasa lelah, ia memang tidak merasakan morning sicknes, seperti kebanyakan wanita hamil lainnya. Tapi ia yang biasanya rajin dan energi, kini berubah menjadi malas dan lemah tak berdaya, mungkin ini efek kehamilannya.

__ADS_1


Diusapnya perut ratanya sayang, saat mengingat ada mahluk hidup yang sedang bersemayam disana, sungguh ia sangat bahagia. "sayang mama, baik-baik disana ya?!" ucapnya sambil tersenyum bahagia.


Namun senyumnya luntur saat mengingat wajah sang suami.


"HAH..." helaan nafas panjang lolos begitu saja dari bibirnya.


Entah mengapa moodnya gampang sekali berubah, mungkin ini bawaan bayinya juga.


"TOK...TOK...TOK..." lamunan Dinda buyar saat mendengar suara pintu kamarnya yang diketuk


Ia mengalikan pandangannya kearah pintu.


Dan melihat bayangan sahabatnya baiknya dengan senyum merekah dibibirnya.


"Bumil sedang apa?" tanyanya sambil mendudukkan tubuhnya disamping tempat tidur tempat Dinda berada.


"Mau tidur, tapi gak bisa tidur, badan terasa sakit semua!" keluh Dinda sambil memijat pelan tangannya yang terasa remuk itu lemah.


Wina mendekatkan tubuhnya kepada sahabatnya itu. dan mulai memijat, tangan, kaki sahabatnya itu dengan telaten.


"Gak usah Win, kamu pasti capet habis pulang tugas?!" tolak Dinda tak enak.

__ADS_1


"Gak papa, aku senang kok, ngelakuin ini, udah gak sabar mau liat keponakan lucu aku!" jawaban Wina ikhlas, sambil membayangkan wajah imut bayi Dinda nanti.


Dinda hanya tersenyum manis, melihat wajah antusia sahabatnya itu.


Seketika senyumnya sirnah, saat meingat wajah sang suami, "Apakah kamu akan sesenang Wina, bila tau tentang kehamilan ku?" batinnya, sambil memejamkan manik lezelnya, berlahan, terbesit rasa takut dan was-was dalam benaknya saat ini.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sudah berhari-hari Dinda tidak menerima kabar dari sang suami, biasanya ia akan menerima kabar sang suami, dari Wina yang akan memberi tau, tampa bertanya.


Dan ini sukses membuat ia merasa uring-uringan dibuatnya.


Pikiran negatif selalu memenuhi otaknya, yang selalu menerka-nerka hal yang membuat hatinya gundah gulana tak menentu dibuatnya.


Dinda memasuki apartemennya pelan, tak bersemangat, terlihat ruangan tersebut sudah gelap gulita, karena saat ini Wina bertugas malam, sedangkan ia pagi, iapun berlahan berjalan menuju saklar lampu.


"DEG" jantungnya berdetak kencang, saat mencium aroma parfum yang sangat ia rindukan beberapa hari ini, menyuak masuk dipanca inderanya.


Dinda menatap sekelilingnya hening, ia menggeleng pelan sambil memejamkan manik lezelnya pelan. "Tak mungkin!" ucapnya sambil menggeleng pelan kepalanya.


Mungkin efek kelelahan pikirnya sambil masuk ke kamarnya, didalam kamar pun ia merasa wangi itu semakin nyata, "Tak mungkin" pikirnya, sambil berjalan masuk kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket itu...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2