
Di pagi yang begitu cerah terlihat mentari baru saja memperlihatkan dirinya dari upuk timur dengan begitu indah.
Disuatu kamar terlihat pasangan sijoli tidur dengan saling memeluk, tanda saling memberi kehangatan saat itu.
Dean mulai mengedipkan manik coklatnya, berlahan lahan ia mulai membuka manik coklat itu dengan pasti.
Dan pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang masih tidur dengan sangat pulas itu.
Dean tersenyum sejuk melihat wajah damai Dinda kala itu, berlahan ia mulai menyikirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu, sehingga ia dapat melihat wajah cantik itu dengan jelas saat ini.
Terlintas rasa bersalah dilubuk hati Dean akan sikapnya selama ini terhadap istrinya
"Maaf?.." hanya itu yang Dean ucapkan sambil mencium lembut kening Dinda sayang.
Sebenarnya ia tidak tega melihat kesedihan yang terpancar jelas diwajah istrinya itu, tapi apa daya, setiap kali melihat Dinda, Dean selalu teringat akan Renof, dan itu membuatnya merasakan penyesalan yang amat mendalam.
Setelah tersadar bila ia terlalu lama menatap istrinya itu Dean pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat Dean sudah masuk ke kamar mandi, berlahan Dinda mulai membuka manik lejelnya.
Tampa terasa, cairan hangat jatuh membasahi pipinya, "Apakah mencintaiku sesakit itu?" gumannya dengan suara bergetar karena isaknya.
Ya sebenarnya tadi Dinda sudah bangun namun ia lebih memilih untuk memejamkan matanya.
Sehingga ia dapat dengan jelas mendengar curahan hati suaminya itu.
"Apakah kau menyesal?" ucap Dinda pelan sambil memeluk kedua lututnya sedih.
__ADS_1
Entah mengapa hatinya bagaikan diremas remas saat memikirkan itu.
Tersirat sebuah rasa takut dihatinya takala memikirkan bila suatu hari Dean akan meninggalkannya.
Bukannya Dinda wanita lemah, atau berbagai lainnya, tapi baginya menikah itu hanya sekali dalam seumur hidup, karena baginya, apa yang sudah disatukan Tuhan tidak bisa diceraikan oleh manusia.
Itulah yang selalu ayahnya katakan kepadanya dulu.
Sehingga semua itu menjadi prinsif dalam hidup Dinda yang selalu ia pegang teguh sampai saat ini.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Saat ini Dinda baru saja menyelesaikan masaknya, dan kini ai baru saja menyajikan masakannya dimeja makan.
Terlihat Dean baru saja keluar dari dalam kamar dengan menggunakan baju santai, karena hari ini ia tidak berkerja, mengingat hari ini adalah hari minggu.
Namun Dinda sudah biasa dengan semua itu, dan ia tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Ini kopinya?" ucap Dinda sambil memberikan secangkir kopi panas untuk suaminya itu.
Dean tidak menjawab, dan memilih untuk memakan nasi goreng yang sudah disediakan istrinya itu sekarang.
Dinda tersenyum senang dengan suara jantung yang tidak beraturan saat itu.
Dean menghentikan sarapannya saat sadar apa yang sedang istrinya itu lakukan saat itu.
Yang benar saja saat ini Dinda sedang asyik memandangnya sambil tersenyum amat manis, dengan tangan sebagai menupang dagunya saat itu.
__ADS_1
Dan itu sukses membuat Dean yang dipandang menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Apakah kau tidak makan?" tanya Dean heran sambil menatap istrinya intens.
Dinda menjawab dengan gelengan kepalanya, tampa mengalihkan pandangannya sedikitpun.
Membuat Dean yang dipandang semakin salah tingkah dibuatnya.
Sehingga tampa sadar Dean meraba raba wajahnya, kalo aja ada yang salah bukan, dengan wajahnya.
Dan itu sukses membuat Dinda tertawa kecil dibuatnya.
"Mengapa kau tertawa? apakah diwajahnya ada sesuatu?" tanya Dean penasaran.
Dinda mengangguk sekali lagi, dan itu sukses membuat. Dean meraih ponsel miliknya, dan menggunakannya sebagai cermin.
"Tidak ada apapun?" ucapnya, namun ia dikagetkan dengan Dinda yang saat ini ternyata sudah ada dibelakangnya.
"Tidak ada apapun apanya? apakah kau tidak melihatnya?" tanya Dinda yang membuat Dean menyengit heran dibuatnya.
"Coba kau lihat baik baik, dimanik coklat itu, mengucapkan bila dia sangat mencintaiku, bukan?" ucap Dinda sambil memeluk leher Dean dari belakang sehingga ia dapat merasakan aroma maskulin dari tubuh suaminya itu.
Bersambung
Minta like n votenya ya?
Makasih
__ADS_1