
“APA? HIDUNGMU RUSAK GARA-GARA DIJEGAL OLEH KRYSTAL?!”
Nania langsung memejamkan mata begitu mendengar suara teriakan Tasya yang menggelegar. Karena bosan di tinggal sendirian oleh sugar daddynya, Nania memutuskan untuk mengganggu istirahat kedua sahabatnya. Sekalian memberitahu kabar pada mereka kalau dia dilarikan ke rumah sakit karena hidungnya lecet. Dan begitu dia selesai bicara, Tasya menunjukkan reaksi yang cukup berlebihan. Dia berteriak dengan kuat hingga membuat Susan yang masih tidur langsung bangun dan terduduk. Mungkin kaget.
“Apa hari sedang hujan?” tanya Susan dengan nyawa yang belum terkumpul semua. Dia lalu menatap bergantian ke arah Tasya dan Nania yang masing-masing sedang menunjukkan ekpresi berbeda. Nania memejamkan mata, sedangkan Tasya membelalakkan mata dengan lebar.
Ada apa ini. Masa iya Nania dan Tasya tersambar petir sih. Tapi kenapa rambut mereka baik-baik saja dan tidak gosong. Aneh.
“Hujan kepalamu. Tidak lihat apa kalau langit sedang begitu cerah!” sewot Tasya sambil menunjuk ke arah jendela.
“Lalu suara yang keras tadi berasal darimana kalau bukan karena ada petir di hari hujan?” sahut Susan masih belum sadar sepenuhnya.
“Itu suara terikanku, bodoh!” jawab Tasya cetus. Dia lalu menatap serius pada Nania yang masih memejamkan mata. “Nania, kau tidak mungkin diam saja kan setelah apa yang dilakukan Krystal padamu?”
“Aku hanya membenturkan kepalanya ke dinding kamar mandi. Setelah itu aku berpura-pura sedang di bully saat mendengar ada suara langkah kaki mendekat. Dan kebetulan sekali yang datang adalah para senior kampus yang merasa namanya ikut menjadi jelek setelah pembullyan yang Krystal lakukan waktu itu. Kalian bayangkanlah sendiri seperti apa marahnya mereka saat mendengarku sedang di bentak-bentak oleh Krystal,” jawab Nania dengan santai. Dia masih belum membuka mata.
Hening. Baik Susan maupun Tasya, keduanya hanya diam tak merespon perkataan Nania. Dan hal ini tentu saja membuat si pemilik cerita merasa penasaran. Pertama-tama Nania hanya membuka sebelah matanya saja. Lalu lima menit kemudian dia membuka kedua mata sepenuhnya. Sambil menahan kedutan di sudut bibir, Nania memainkan kedua alisnya saat mendapati lubang hidung kedua sahabatnya bergerak kembang kempis seperti bunga bangkai.
“Kalau mau tertawa ya tertawa saja. Jangan di tahan-tahan. Nanti kalian berak di celana,” seloroh Nania.
Dan selanjutnya yang terjadi adalah ….
“Pftthhhhh. Hahahahhahahaha!”
Susan, Tasya dan juga Nania tertawa terbahak-bahak. Mereka merasa tergelitik karena lagi-lagi Krystal terkena getah dari ulahnya sendiri. Dan yang pertama kali berhenti tertawa adalah Susan karena dia merasa kesakitan pada leher belakangnya yang terluka.
__ADS_1
“Aduduh, sialan. Rasa sakit ini mengganggu kebahagiaanku!” keluh Susan sambil meringis menahan sakit.
“Apa sakit sekali?” tanya Nania khawatir.
“Apa aku terlihat seperti sedang berpura-pura?”
“Mau aku bantu patahkan sekalian tidak?”
“Sialan!”
“Hehehe,” ….
Nania yang sedang duduk di atas kursi roda memutuskan untuk berpindah ke ranjang yang di tiduri oleh Susan. Setelah itu Nania menatap lekat wajah gadis yang masih meringis menahan sakit. “Susan, aku minta maaf ya. Kalau kemarin malam aku tidak membiarkan kalian pulang sendiri, kalian pasti tidak akan berakhir seperti sekarang. Seharusnya aku yang menjadi korban, tapi malah meleset pada kalian berdua karena Jovan datang. Tolong maafkan aku ya. Aku sungguh tidak tahu akan ada kejadian seperti ini!”
“Nania, kau tidak sedang kerasukan ‘kan? Aku takut melihatmu yang tiba-tiba berubah menjadi baik. Kau baik-baik saja ‘kan?” cecar Susan penuh selidik. Bertahun-tahun mengenal gadis ini, sudah pasti dia sangat mengenal perangainya luar dan dalam. Dan apa tadi? Nania meminta maaf? Ya Tuhan, apakah mungkin dunia sudah akan kiamat sehingga sahabatnya mendadak jadi orang baik?
“Haih, seharusnya kemarin itu aku meletakkan bom di dalam mobilku saja supaya kalian tidak hanya pingsan, tapi menjadi rujak bertulang. Sialan kau, San. Susah payah aku meneteskan air mata karena mengkhawatirkan kalian, sekarang kau malah mengataiku seperti ini. Tahu begitu aku biarkan saja kalian terkapar di pinggir jalan sampai kehabisan darah. Huh!” kesal Nania merasa tak di hargai. Meski begitu, tangannya tak berhenti mengusap leher Susan. Dia tak tega melihatnya kesakitan.
Nah, ini baru Nania. Hiii, melihatnya tiba-tiba meminta maaf membuatku seperti akan berpindah alam saja. Dasar gadis aneh. Tapi aku sayang. Hehe.
“Oya, Nania. Apa kau sudah menemukan siapa wanita pemilik jaket itu?” tanya Tasya yang sudah tidak mempermasalahkan lagi perubahan sikap sahabatnya yang sudah kembali normal. Dia menganggap sikap Nania tadi sebagai bentuk ketidaksadaran diri. Sudah tidak heran, karena yang berbuat adalah Nania. Jadi ya sudah, abaikan begitu saja supaya tidak darah tinggi.
“Masih belum, Sya. Kau kan tahu sendiri kalau aku sedang dirawat di rumah sakit,” jawab Nania sambil menunjuk hidungnya yang terluka. Dia lalu menarik nafas. “Sepertinya keadilan itu memang benar-benar ada. Aku mungkin selamat dari tragedi kecelakaan, tapi Tuhan langsung mengirim Krystal untuk membuatku masuk ke rumah sakit menyusul kalian. Tidakkah kalian merasa kalau persahabatan kita telah mendapat tanda khusus dari Tuhan?”
“Benar juga ya. Waahhh, ini rekor langka. Harus di abadikan!” seru Susan dengan penuh semangat.
__ADS_1
“Umm bagaimana kalau kita mengabadikannya dengan cara melakukan perawatan bersama setelah nanti kita keluar dari rumah sakit. Aku tidak mau ya pamor kita turun gara-gara kalian yang muncul dengan banyak luka jelek di tubuh kalian!” sambung Nania penuh intimidasi.
“Asal kau mau mentraktir kami, aku sih tidak masalah melakukan perawatan apa saja. Operasi plastikpun aku mau asal ada yang membayarkan!”
Ekor mata Tasya langsung melirik ke arah Susan begitu dia selesai bicara. Seperti biasa. Mereka menggunakan kesempatan yang ada agar bisa ikut menikmati uang milik sugar daddy peliharaan Nania. Ada tiga, dan ketiga-tiganya memiliki tingkat kekayaan yang tidak bisa di anggap remeh. Dan sebagai sahabat yang baik, tentu saja mereka harus siap terkena cipratan hujan keberuntungan dari sahabat mereka ini. Hehe.
“Cihhh, dasar lintah darat. Memangnya selama ini siapa yang membayar biaya perawatan kalian kalau bukan aku?” sindir Nania sudah tak heran akan kemiskinan kedua sahabatnya. Dia lalu mencebikkan bibir saat Susan bergelayut manja di lengannya. “Apa kau?”
“Hehehe, kau adalah yang terbaik di seluruh alam semesta ini, Nania. Aku sayaaaang sekali padamu,” ucap Susan memuji-muji. Dia lalu menggoda Nania dengan cara menoel dagunya saat gadis seksi ini tak berhenti mencebikkan bibir.
“Hmmmm, saat ada maunya saja kau baru memujiku seperti ini, San. Jika tidak, kau dan Tasya adalah pembenciku yang sebenarnya!”
“Hei, mana ada kami seperti itu. Oke sesekali kami memang pernah bergunjing, tapi rasa sayang kami padamu itu sangat tulus. Jangan sembarangan kau ya,” protes Tasya tak terima di tuduh hanya berpura-pura sayang pada sahabatnya yang galak ini.
Nania tertawa. Setelah itu dia memeluk Susan dengan hati-hati sembari mengusap rambutnya penuh sayang. “Terima kasih sudah menjadi sahabat yang mau mengerti kekuranganku. Walaupun kadang mulutku sedikit kelewatan, tapi bagiku kalian sudah seperti keluargaku sendiri. Aku bahagia sekali memiliki kalian di hidup ini. Sungguh!”
“Nania, kenapa kau jadi mellow begini sih. Akukan jadi sedih,” sahut Susan dengan mata berkaca-kaca.
“Iya, Nania. Ingusku sampai membanjir keluar gara-gara mendengar ucapanmu,” imbuh Tasya terharu.
“Jangan banyak drama kalian. Cepatlah sembuh supaya kita bisa pergi liburan bersama. Aku sudah memesan bikini keluaran terbaru untuk kita bertiga. Jadi persiapkanlah diri kalian untuk bersenang-senang denganku. Oke?”
Susan dan Tasya kompak memekik kesenangan begitu mendengar kalau Nania akan mengajak mereka pergi liburan. Di ruangan yang harusnya menjadi tempat istirahat untuk orang sakit, kini telah berubah menjadi ruangan rumpi di mana ada tiga gadis cantik yang sedang sibuk membahas pria-pria seksi yang akan mereka jumpai di pantai nanti. Untung saja Jovan sedang tidak ada di sana. Kalau ada, pria tampan itu pasti akan kebakaran jenggot dan mabuk cemburu karena kekasihnya membicarakan pria lain. Biasalah. 😎
***
__ADS_1