My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
42. Memberi Pelajaran


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? 💜💜💜


***


Rhea memalingkan wajah saat berpapasan dengan kakaknya yang sama-sama baru sampai di rumah. Hatinya yang masih sangat sakit gara-gara kejadian siang tadi membuat Rhea enggan untuk bergabung ketika sang ibu meminta mereka untuk makan malam bersama.


"Rhe, kau mau kemana? Ayo makan dulu, mandinya nanti saja!" tanya Silvi ketika melihat Rhea yang ingin pergi menuju kamar.


"Aku tidak lapar, Bu. Kalian saja yang makan," jawab Rhea tanpa menatap ke arah sang ibu. Rhea terlalu malas untuk menjelaskan mengapa dia menolak untuk makan malam bersama keluarganya.


"Apa tadi kau sudah makan di luar sebelum pulang?"


"Dia menolak untuk makan bersama kita karena marah padaku, Bu!" celetuk Jovan. "Tadi siang aku meninggalkannya sendirian di depan sebuah restoran!"


Silvi dan Ardan langsung menatap Jovan begitu mendengar ucapannya. Mereka cukup kaget mendengar pengakuannya di mana Jovan telah meninggalkan Rhea sendirian di sebuah restoran. Sedangkan Rhea, dia hanya mendengus kasar ketika sang kakak membahas tentang kejadian di mana dia di tinggalkan begitu saja hanya karena Rhea menolak untuk tidak berteman lagi dengan Krystal.


"Jo, tolong jelaskan pada Ayah dan Ibu kenapa kau bisa sampai meninggalkan adikmu seperti itu. Apa yang terjadi sebenarnya, hm? Kalian bertengkar?" tanya Ardan seraya menatap bergantian ke arah Jovan dan Rhea.


Di tanya seperti itu oleh sang ayah tak serta merta membuat Jovan langsung bersedia untuk menjawab. Dia sengaja membuka ruang agar Rhea yang menjawabnya lebih dulu. Bukan apa, Jovan sebenarnya cukup mengerti alasan mengapa Rhea menolak untuk menjauhi Krystal. Dan alasannya adalah karena hanya Krystal-lah yang mau berteman dengan gadis seangkuh dan seculas Rhea. Selama ini adiknya itu tidak pernah memiliki teman dekat, jadi keberadaan Krystal membuat Rhea tidak terlalu merasa kesepian. Andai saja Krystal benar-benar tulus berteman dengan adiknya, Jovan dan Nania tidak mungkin tidak membiarkan pertemanan mereka tetap berlanjut. Namun sayangnya Krystal hanya ingin memanfaatkan Rhea saja yang mana tujuannya adalah untuk mendekati Jovan. Sebagai seorang kakak, sudah pasti Jovan merasa tak terima adiknya di perlakukan seperti ini. Jovan merasa mempunyai hak untuk tidak mengizinkan adiknya berteman lagi dengan Krystal.


"Ayah, sebaiknya Ayah minta Kak Jovan untuk segera meninggalkan Nania saja. Gadis itu sudah membawa dampak buruk di hidupnya!" ucap Rhea memanas ketika sang kakak hanya diam tanpa ada niat untuk meminta maaf. Dia benar-benar sangat kesal sekarang.

__ADS_1


"Omong kosong!" sentak Jovan tak terima. Dia sampai menggebrak meja makan saking jengkelnya mendengar ucapan Rhea yang dengan sengaja menjelekkan Nania.


"Cihhh, omong kosong kau bilang?!"


Rhea berbalik. Dia lalu menatap tajam ke arah kakaknya.


"Kalau Nania tidak membawa dampak untukmu kau mana mungkin memintaku untuk menjauhi Krystal, Kak. Sedangkan di sini kita sama-sama tahu kalau Krystal adalah orang yang ingin di jodohkan denganmu. Wajar saja jika Nania merasa kepanasan setelah tahu hal ini kemudian mulai menghasutmu dengan memintaku agar jangan berteman lagi dengannya. Karena jika kami terus akrab, Nania khawatir kalau posisinya akan terganti oleh Krystal. Iya 'kan?" cecar Rhea dengan menggebu-gebu.


Jovan terkekeh. Dia berdiri kemudian berjalan menghampiri adiknya. Sungguh, Jovan benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran Rhea. Bisa-bisanya dia berpikir serendah ini terhadap orang yang telah mempedulikannya. Aneh.


"Oke, sekarang kita anggap kalau asumsimu terhadap Nania itu benar. Tapi bisakah kau menjelaskan kenapa Nania sampai harus merasa khawatir posisinya akan tergantikan oleh Krystal? Dan jika alasanmu masuk akal, aku mungkin akan berpikir untuk mulai menjauhi Nania," tanya Jovan menantang Rhea untuk mengatakan dari segi mana dia bisa berpikir serendah itu tentang kekasihnya.


"Jovan, apa-apaan kau. Yang benar saja kau ingin menjauhi Nania!" tegur Ardan syok. Ini tidak boleh terjadi. Nania sangat berharga, gadis itu tidak boleh putus hubungan dengan putranya.


"Kak-Kak, tidak ku sangka ternyata kau itu polos sekali ya. Aku jadi curiga sebenarnya kau hanya pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak tahu kalau Nania mendekatimu hanya karena mengincar apa yang kau miliki. Dia itu kan miskin, mempunyai kekasih yang seorang bos perusahaan tentu saja adalah tangkapan ikan yang sangat besar untuknya. Jadi wajar saja kalau keberadaan Krystal mengancam Nania, dia pasti takut kehilangan sumber uangnya. Sudah paham kan sekarang?" ucap Rhea menjawab pertanyaan kakaknya dengan penuh percaya diri.


Dan begitu mendengar jawaban Rhea, Jovan dan kedua orangtuanya langsung saling melempar pandangan. Seorang Nania mengincar kekayaan Jovan? Astaga, lawakan macam apa ini. Rhea tidak tahu saja kalau Nania itu adalah adik dari dua pembisnis besar yang jika di gabungkan kekayaan mereka, kekayaan Jovan dan keluarganya masih belum ada apa-apanya. Jadi bagaimana bisa Rhea menganggap kalau Nania adalah seorang gadis miskin? Memang benar kalau Nania mengincar seorang sugar daddy yang sangat kaya, tapi bukan berarti kebutuhannya tidak tercukupi dengan baik. Dia salah mengerti tentang siapa Nania.


"Bagaimana? Apa sekarang kau sudah sadar, Kak?" tanya Rhea sambil tersenyum puas melihat kakaknya diam tak berkata-kata.


"Em Rhe, sepertinya kau salah memahami tentang Nania. Dia itu gadis baik-baik, sayang. Nania bukan seseorang yang hanya menyukai apa yang dimiliki oleh kakakmu saja. Tolong kau jangan salah mengartikan tentang Nania ya!" ucap Silvi menimbrung perkataan putrinya. Dia berniat menjelaskan pada Rhea kalau Nania sebenarnya berasal dari keluarga dengan latar belakang tak biasa. Kedua kakak iparnya merupakan pemilik dari dua perusahaan besar yang bahkan perusahaan keluarga mereka masih kalah besarnya jika di bandingkan dengan perusahaan milik kedua kakak ipar Nania. Silvi tak mau Rhea terus salah paham seperti ini. Dia tak mau itu.

__ADS_1


Rasanya tubuh Rhea seperti terbakar api begitu melihat ibunya yang malah membela Nania. Dia jadi bingung sendiri mengapa keluarganya bisa begitu menyukai gadis miskin yang jelas-jelas hanya menginginkan uang kakaknya saja. Heran.


"Rhea, Nania itu ....


"Ibu, cukup! Tolong berhenti membela Nania di hadapanku. Aku muak mendengarnya!" bentak Rhea langsung memotong perkataan ibunya.


Jovan menatap marah ke arah Rhea setelah dia membentak ibu mereka. Setelah itu Jovan dengan kasar mencengkeram tangan Rhea kemudian mendekatkan wajahnya ke depan wajah adiknya.


"Dengarkan kata-kataku ini dengan baik, Rhea. Kau boleh-boleh saja tidak menyukai Nania, tapi bukan berarti kau boleh meneriaki Ibu seperti tadi. Ingat ya. Nania memintaku untuk memperingatkanmu agar menjauhi Krystal itu ada alasannya. Kau saja yang bodoh karena tidak menyadari kalau sedang dimanfaatkan oleh Krystal. Dia tidak tulus berteman denganmu. Tahu tidak!"


"Lepaskan tanganku, Kak. Kau kasar!" ucap Rhea sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan kakaknya. Jujur, ini menyakitkan. Dan kemarahan kakaknya telah membuat tubuh Krystal gemetaran. Dia takut.


"Kasar? Heh. Ini masih belum seberapa asal kau tahu!" sahut Jovan sambil menggeretakkan gigi. Kali ini dia sudah tidak bisa mentolerir sikap kurang ajar Rhea. Sebagai kakaknya, Jovan perlu untuk memberinya sedikit pelajaran supaya jera. Dia tidak akan tinggal diam membiarkan adiknya bersikap tidak sopan pada orangtua mereka.


"Jovan, Rhea, sudah. Kalian jangan bertengkar!" lerai Silvi panik melihat Rhea yang terus mengaduh kesakitan karena tangannya tak juga dilepaskan oleh Jovan.


"Biarkan saja, Bu. Anak kurang ajar seperti dia sesekali memang harus di beri pelajaran supaya nanti dia tidak mengulangi perbuatannya!" sahut Jovan tak peduli.


"Jo sudah, Ibu tahu Rhea salah. Rhea bersikap seperti itu pada Ibu karena dia beranggapan kalau Nania bukanlah gadis yang baik untukmu. Tolong maafkan dia ya. Ibu mohon!"


Melihat ibunya memohon seperti itu demi Rhea, Jovan akhirnya luluh. Dia melepaskan cengkeraman tangannya kemudian pergi dari sana. Meninggalkan adik dan juga ibunya yang kini tengah saling memeluk.

__ADS_1


Aku belum pernah melihat Jovan sampai semarah ini. Apa mungkin memang benar kalau Krystal itu hanya ingin memanfatkan Rhea? Astaga, sebenarnya anak-anak ini kenapa sih. Bukannya menjadi teman dekat kenapa mereka malah bermusuhan. Hahhhhh, ujar Ardan dalam hati.


*******


__ADS_2