My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
45. Umpan Balik


__ADS_3

πŸ“’πŸ“’πŸ“’BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Setelah kelas berakhir, Nania mencegah Susan dan Tasya agar jangan pulang ke rumah mereka dulu. Entah mengapa Nania terus merasa tidak tenang seharian ini, seperti ada hal buruk yang akan segera terjadi padanya.


"Nania, jangan bilang kau ingin memintaku dan Susan untuk menemanimu latihan bela diri ya. Jika itu benar, dengan tegas aku akan langsung menolaknya!" tanya Tasya sambil menatap kesal ke arah Nania yang sedang memegangi tangannya dengan sangat erat.


"Ck, kau kenapa sensitif sekali sih, Sya. Memang apa salahnya kalau kalian menemaniku latihan. Aku saja tidak pernah protes saat diminta untuk menunggu di depan pintu toilet saat kau membuang air. Perhitungan sekali sih!" protes Nania ikut kesal. Dia lalu mengajak Susan dan Tasya untuk duduk di kursi yang tak jauh dari parkiran. Setelah itu Nania mengedarkan pandangan ke semua sudut, mencari-cari apakah ada sesuatu yang mungkin mengancam keselamatannya atau tidak.


Ck, sebenarnya siapa sih yang ingin main-main denganku. Kenapa rasanya aku jadi tidak tenang begini ya. Apa jangan-jangan Krystal yang ingin mencari masalah denganku. Tapi untuk apa? Hari ini saja dia tidak masuk, mustahil kalau dia yang menjadi penyebab kegelisahanku sekarang, batin Nania bertanya-tanya.


"Nania, kau sebenarnya kenapa sih. Apa yang sedang kau cari?" cecar Susan sambil memperhatikan gelagat Nania yang terlihat aneh.


"Diam bodoh. Aku itu sedang mencari sesuatu di sekitar sini. Jangan berisik!" jawab Nania sambil mendelikkan mata.


"Sesuatu? Apa itu?"


Susan dan Tasya segera mengikuti apa yang Nania lakukan. Mungkin karena usia pertemanan mereka yang sudah cukup lama, Susan dan Tasya bisa langsung tahu ada yang tidak beres begitu Nania menyebutkan kata sesuatu.


"Tidak ada apa-apa di sini. Lalu apa yang sebenarnya sedang kau cari?" tanya Susan semakin penasaran.


"Kalian tahu tidak. Seharian ini perasaanku terus saja merasa tak enak. Aku merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku diam-diam, makanya aku melarang kalian agar jangan pulang dulu. Paham sekarang?"

__ADS_1


"Oh, jadi begitu. Tapi Nania, tumben sekali kau merasa takut. Kalaupun benar ada seseorang yang sedang mengawasimu, kau kan bisa langsung menghajar mereka begitu mereka muncul di hadapanmu," ucap Tasya mempertanyakan keberanian dari sahabatnya.


"Iya kalau mereka muncul tidak dengan membawa senjata. Kau pikir tubuhku ini berlapis baja apa sampai aku tidak boleh merasa takut. Aku ini masih manusia dan tubuhku sangat lembut. Jadi wajar saja kan kalau aku merasa was-was. Ingat, Sya. Biaya perawatanku sangat mahal. Memangnya kau mau memberiku uang jika kulitku yang mulus ini sampai lecet? Tidak ,kan?"


"Ya tidaklah. Kenapa juga harus aku yang mengeluarkan uang. Kau minta saja pada orang yang sudah mencelakaimu!"


"Makanya kalau tidak mau itu diam saja. Jangan malah protes. Bagaimana sih!"


"Iya-iya. Galak sekali,"


Saat Nania dan kedua temannya sedang fokus mengamati keadaan, tiba-tiba saja ada yang datang dari arah belakang mereka. Sontak saja hal ini membuat Nania, Susan dan Tasya menjerit kaget. Setelah itu mereka berbalik, menatap galak ke arah seorang mahasiswa laki-laki yang tengah berdiri dengan ekspresi yang sedikit ... aneh.


"Yakkk, apa yang baru saja kau lakukan, hah. Kau mau membuat kami bertiga mati jantungan atau bagaimana!" amuk Susan dengan berapi-api.


"Hei tampan, kenapa kau mengangeti aku dan kedua temanku, hm? Apa kau ingin menyampaikan sesuatu pada kami?" tanya Nania dengan sangat lembut. Kalau tidak salah ingat, mahasiswa ini juga mengikuti latihan bela diri di kelas yang sama dengan Nania. Dan entah mengapa Nania merasa kalau anak ini datang dengan membawa suatu kabar untuknya.


"Em maafkan aku, Nania. Aku benar-benar tidak tahu kalau kedatanganku mengagetkan kalian semua. Sungguh!"


"It's okay, tidak masalah," sahut Nania santai. Dia kemudian berjalan memutari kursi kemudian mendekatkan diri ke hadapan si mahasiswa tersebut. Sambil memilin rambutnya, Nania kembali bertanya. Dia yakin sekali kalau anak ini datang dengan membawa kabar yang cukup penting. "Jadi ... apa yang ingin kau sampaikan padaku? Kalau kau bersedia mengatakannya, aku janji aku akan mengajakmu makan malam bersama. Bagaimana? Kau mau tidak?"


Mata mahasiswa laki-laki itu langsung bersinar terang begitu dia mendapat tawaran yang sangat amat menarik dari gadis tercantik di kampus ini. Dan dengan cepat mahasiswa tersebut langsung menganggukkan kepala kemudian mengatakan tentang apa yang dia ketahui.

__ADS_1


"Nania, tadi salah satu temannya Krystal bertanya padaku tentang jadwal latihanmu. Karena kami adalah teman, jadi aku memberitahu dia kalau hari ini kau ada jadwal kelas bela diri. Lalu saat aku pergi ke kantin aku baru tahu kalau Krystal telah membully-mu. Sebelumnya aku tidak mengetahui hal ini karena beberapa hari kemarin aku tidak masuk ke kampus. Aku khawatir, jadi memutuskan untuk memberitahumu tentang hal ini. Temanku adalah teman dekatnya Krystal, aku takut mereka ingin kembali membully-mu. Makanya sejak tadi aku terus mencari kesempatan untuk menemuimu, dan baru sekarang kita bisa bicara. Tolong maafkan aku, Nania. Aku benar-benar tidak sengaja memberitahu mereka tentang jadwal latihanmu. Tolong kau jangan marah ya?"


"Marah? Ya Tuhan, aku mana mungkin bisa marah pada seseorang yang sudah begitu peduli padaku. Justru aku merasa senang karena berkat kebaikanmu, aku jadi terhindar dari kejahatan yang ingin dilakukan Krystal dan teman-temannya!" sahut Nania sambil tersenyum dengan sangat manis. Dia lalu meraih tangan si mahasiswa tersebut kemudian menggenggamnya dengan sangat erat. "Terima kasih banyak ya. Aku terharu sekali. Kau benar-benar pria yang sangat baik. Sungguh sangat beruntung bagi gadis yang akan menjadi pasanganmu nanti!"


Susan dan Tasya mencebikkan bibir mereka melihat bagaimana cara Nania membuat mahasiswa itu meleleh seperti jeli. Benar-benar ya anak satu ini. Sudah mempunyai sugar daddy sesempurna Jovan masih saja dia menebar pesona pada pria lain. Haiihhh. Mau heran, tapi itu adalah Nania. Jadi ya sudah terserah dia ingin melakukan apa, Susan dan Tasya cukup menjadi penonton dan pendengar saja.


"Em, Nania. Apa kau sungguh-sungguh akan mengajakku makan malam bersama?"


"Tentu saja. Kau sudah menyelamatkan nyawaku, jadi aku tidak mungkin tidak menghargai usahamu!" jawab Nania dengan mimik wajah yang sangat serius. "Sekarang tolong berikan nomor ponselmu agar aku mudah menghubungimu nanti. Boleh 'kan?"


"Boleh, tentu saja sangat boleh!"


Nania lagi-lagi tersenyum. Dia lalu mencatat nomor mahasiswa ini yang ternyata bernama Marcell. Setelah itu Nania mengedipkan matanya saat Marcell pamit pergi dari sana. Dan apa kalian tahu apa yang terjadi pada Marcell? Anak itu hampir saja menabrak mobil milik mahasiswa lain saking groginya di goda oleh Nania.


"Ck, kau ini benar-benar ya, Nania. Lihat, dia hampir celaka kan gara-gara kau goda. Dasar gatal!" omel Susan sambil menggelengkan kepala.


"Itu bukan salahku, Susan sayang. Salahkan saja kecantikanku yang sangat luar biasa ini. Lagipula pria mana sih yang mampu menolak pesonaku. Tidak ada, sayang," sahut Nania sambil mengibaskan rambut panjangnya. Setelah itu pandangan Nania berubah menjadi sinis begitu teringat akan rencana Krystal dan teman-temannya. "Heh, dasar bodoh. Seharusnya mereka itu tidak bertanya pada seseorang yang adalah penggemarku. Lihatlah bagaimana tadi Marcell langsung bertekuk lutut di bawah pesonaku. Hanya dengan menjanjikan akan mengajaknya makan malam saja dia sudah langsung mengatakan semuanya pada kita bertiga. Kalau sudah begini kan mereka sendiri yang repot. Baru juga akan memulai, tapi aku sudah mengetahui rencana mereka lebih dulu. Haihh, beginilah jika keledai di biarkan lepas tanpa pengawasan. Sesuka hati membuat kerusuhan tanpa memikirkannya lebih dulu. Dasar sekumpulan idiot. Huh!"


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Nania? Aku yakin Krystal dan teman-temannya pasti sedang mengatur rencana untuk membalas dendam padamu nanti!" tanya Susan cemas.


"Kalian tenang saja. Aku ini Nania, tidak mudah untuk orang-orang seperti mereka menjatuhkan harga diriku. Kemarilah. Aku akan memberi tugas pada kalian berdua!" jawab Nania sambil menyeringai licik.

__ADS_1


Nania Tasya dan Susan segera mengatur strategi untuk mengumpan balik pembully-an yang ingin dilakukan oleh Krystal dan kelompoknya. Walaupun hanya bertiga, tapi mereka jamin rencana ini akan membuat Krystal dan teman-temannya merasa jera. Haha.


*******


__ADS_2