My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
60. Penolakan Nania


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜


***


Nania terus saja cemberut meski kini dia sedang bersama Jovan di dalam mobil. Dia benar-benar tidak terima akan hinaan yang dilontarkan oleh orangtuanya Krystal. Dan yang lebih membuat Nania merasa kesal adalah sikap ayahnya Jovan yang terkesan membela ayahnya Krystal saat Nania ingin membuat perhitungan dengan orangtua itu.


“Sayang, sudahlah. Jangan merajuk terus. Aku minta maaf kalau sikap Ayah tadi membuatmu jengkel. Jangan marah lagi. Ya?” ucap Jovan terus membujuk Nania. Dia sampai kehabisan akal untuk meredakan kemarahan kekasihnya ini.


“Ck, kau ini kenapa sih, Jo. Minta maaf minta maaf. Yang salah itu ayahnya Krystal, kenapa malah kau yang meminta maaf padaku. Kau memihak mereka atau bagaimana?” amuk Nania saat Jovan terus meminta maaf padanya. Membuat orang bertambah kesal saja.


“Astaga, Nania. Jangan menuduhku yang bukan-bukan. Sudah gila apa aku memihak pada mereka. Akukan kekasihmu, jadi mana mungkin aku membela orang yang bukan siapa-siapaku. Kau ini!”


Nania memicingkan mata ke arah Jovan saat melihatnya merajuk hanya karena Nania menuduhnya berpihak pada ayahnya Krystal. Aneh. Yang marahkan Nania, tapi kenapa Jovan malah ikut merajuk? Wahhhh, benar-benar. Sepertinya Nania perlu mengeluarkan jurus ampuh untuk menghentikan kegilaan Jovan.


“Heh, giliran dicium langsung kau tersenyum seperti orang tak berdosa. Dasar buaya!” omel Nania sambil bersedekap tangan setelah mencium pipinya Jovan.


“Hehehe, kekasihku ternyata jauh lebih manis ya saat sedang marah. Kalau begini ceritanya besok-besok aku akan lebih sering merajuk saja supaya kau tidak marah lagi padaku,” sahut Jovan sambil mengelus-elus pipinya yang baru saja di cium oleh Nania. Dan dia terus saja tersenyum lebar sambil menatap genit ke arah Nania yang kini tengah menatapnya dengan sinis.


“Coba saja kalau kau berani melakukannya lagi. Bukan ciuman yang akan kau dapatkan, tapi bogem mentah yang langsung membuat tulang rahangmu patah. Mau kau!”

__ADS_1


Jovan berdecak. Dia lalu memberanikan diri meraih tangan Nania kemudian mengecup satu-persatu jarinya dengan penuh perasaan. Mulut kekasihnya ini memang sangat brutal, tapi Jovan tahu kalau Nania sangatlah menyayanginya. Buktinya sekarang Nania terlihat meng*lum senyum saat Jovan memperlakukannya dengan cara yang manis. Dan Jovan … suka itu.


“Nania, kau tahu bukan kalau aku ini sudah menyukaimu sejak kita masih satu sekolah?” tanya Jovan sambil mengelus punggung tangan Nania dengan lembut.


“Ekhmmmm, tentu saja aku tahulah. Kenapa memangnya?” jawab Nania pura-pura cetus. Padahal di dalam hatinya sekarang, Nania tengah berjingkrak-jingkrak kesenangan di perlakukan dengan begini mesra oleh sugar daddy-nya. Nania bahkan sampai lupa kalau tadi itu dia sedang marah. Lucu ya?


“Itu artinya apapun yang terjadi aku hanya akan berpihak kepadamu saja. Aku ingin kau percaya kalau satu-satunya orang yang bisa mengalihkan duniaku hanya kau seorang. Mau secantik dan seseksi apapun gadis lain, mata dan pikiranku hanya akan tertuju padamu saja. Jadi tolong lain kali jangan menuduhku yang bukan-bukan ya. Dan juga tentang Ayahku. Aku mewakilkannya untuk meminta maaf padamu. Ayah tidak bermaksud mencampuri urusanmu dengan Paman Kendy, Ayah hanya tidak mau kau terkena masalah karena Paman Kendy itu mempunyai perangai cukup jelek. Aku tahu kau jago bela diri, tapi tetap saja kau itu seorang gadis. Aku dan Ayah hanya tidak mau kau sampai kenapa-napa, Nania. Kau mengerti bukan?” ucap Jovan dengan sabar menjelaskan maksud ayahnya yang meminta ayah dan ibunya Krystal untuk segera pergi saat Nania mulai terbakar emosi. Meski alasannya sedikit di tambah-tambahi, tapi Jovan melakukannya demi kebaikan bersama.


Nania tertegun mendengar penjelasan Jovan. Dan yang membuatnya seperti ini bukan alasan kenapa ayahnya Jovan mengusir ayahnya Krystal, melainkan pengakuan Jovan yang menyebut kalau Jovan hanya akan mempercayainya seorang. Tidakkah menurut kalian ini adalah tahta tertinggi dalam dunia percintaan? Sungguh, sedikit sulit untuk Nania percaya kalau dia bisa begitu mudah mendapat kepercayaan Jovan. Ini luar biasa, terlalu jauh dari ekspektasi yang pernah Nania bayangkan.


Aku benar-benar beruntung memiliki sugar daddy yang kaya luar dalam. Sudah tampan, seorang bos, kaya raya, bucin lagi. Tidak sia-sia aku menjaga hati selama ini. Hah. Nania-Nania, hidupmu sungguh sangat beruntung sekali, ujar Nania bermonolog dengan hatinya sendiri.


“Ekhmm, Jo. Kenapa kau tiba-tiba romantis begini sih. Kau tidak sedang merencanakan sesuatu di belakangku ‘kan?” tanya Nania mencoba mengalihkan pembicaraan saat Jovan terus menatapnya lekat. Jujur, Nania salah tingkah. Dia juga manusia normal yang bisa merasakan rasa malu jika di tatap seperti ini oleh pria tampan. Apalagi yang sedang menatapnya adalah kekasihnya sendiri. Nania kan jadi ingin menerkamnya. Hehehehe.


Nania menyipitkan sebelah matanya saat menyadari ada yang aneh dengan ekpresi di wajah Jovan. Curiga akan sesuatu hal, Nania pun akhirnya menundukkan kepalanya. Dia ingin memastikan apakah kecurigaannya benar atau tidak. Dan begitu Nania menunduk, dia melihat satu penampakan yang membuatnya langsung menyeringai licik. Adiknya Jovan bangun. Hahhahahhaa.


“Hehehe, kau kenapa, Jovan?” goda Nania.


“Sayang, bagaimana kalau sekarang kita menikah. Nanti resepsinya menyusul saja. Ya?” tanya Jovan tanpa pikir panjang langsung mengajak Nania menikah karena sudah tak tahan menahan hawa panas di tubuhnya. Rasa ini membuatnya gila.

__ADS_1


“Menikah ya?”


Nania mengetukkan jari telunjuk ke bawah dagunya. Menikah? Malas sekali dia. Walaupun Jovan kaya, tapi Nania masih belum lulus kuliah. Dia mana mungkin rela nama baiknya sebagai bunga kampus hilang begitu saja dan berganti dengan julukan bunga setengah matang. Tidak-tidak. Walaupun Jovan sangat sesuai dengan kriterianya, tapi Nania enggan jika harus menjadi satu-satunya anak yang tidak memiliki gelar di keluarganya. Kak Lusi adalah lulusan desain, sedangakan Kak Luri adalah seorang dokter. Kedua kakak iparnya pasti akan menertawakan Nania habis-habisan jika dia sampai menikah muda dengan Jovan. Tidak, Nania tidak mau itu terjadi. Dia tidak rela menjadi bahan bullyan kedua kakak iparnya yang jahat itu.


Kalau aku dan Jovan menikah, Krystal pasti akan merebut posisiku sebagai gadis paling cantik di kampus. Wahhh, ini tidak boleh sampai terjadi. Dia bisa besar kepala jika berhasil menggeser posisiku di mata para pria. Tidak-tidak. Aku tidak boleh menikah dengan Jovan sekarang. Aku harus menolaknya. Titik, batin Nania resah.


“Nania?” panggil Jovan dengan suara serak.


“Jovan, aku memang mencintaimu. Tapi aku tidak akan mau menikah denganmu sekarang. Alasannya? Pertama karena aku belum lulus kuliah. Kedua karena aku tidak mau kalah pamor dari Krystal. Dan ketiga karena aku masih belum puas menebar pesona keseksianku pada semua orang. Kau mengerti bukan?” ucap Nania dengan tegas menolak ajakan Jovan.


“Ck. Memangnya tidak cukup hanya dengan memilikiku saja apa? Aku mencintaimu, aku akan menyerahkan semua milikku padamu, dan aku akan terus bersamamu sampai mati. Kurang apalagi, Nania?” protes Jovan tak terima mendengar ketiga alasan Nania menolak menikah dengannya.


“Sudah jangan banyak protes. Lebih baik sekarang kau antarkan aku pulang ke rumah saja. Aku perlu bersiap agar nanti malam Rhea tidak pingsan saat melihat ada bidadari cantik makan malam di rumahnya.”


Mata Jovan langsung berbinar terang saat mendengar kalau Nania ingin makan malam di rumahnya. Dan rasa panas yang tadi menyiksanya entah pergi ke mana. “Benar kau mau makan malam di rumahku?”


“Iyalah. Kenapa memangnya? Tidak boleh?”


“Boleh. Tentu saja sangat boleh,” jawab Jovan dengan cepat. Segera dia menyalakan mesin mobil dan melajukannya ke jalan raya.

__ADS_1


Sekarang kau boleh saja menolakku, tapi aku ingin lihat apakah nanti kau masih bisa menolakku atau tidak saat Ayah dan Ibuku memintamu untuk menjadi menantu mereka. Dan aku yakin kau pasti tidak akan mungkin berani menolak permintaan mereka. Hehehe, batin Jovan diam-diam merencanakan sesuatu yang licik untuk membuat Nania bersedia menikah dengannya.


***


__ADS_2