
π’π’π’BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? πππ
***
Setelah puas mengobrol dengan Krystal, Rhea memutuskan untuk langsung pulang ke rumah saja. Tubuhnya sudah cukup stress setelah seharian bekerja, di tambah lagi dia terus di pusingkan dengan permasalahan Nania. Tentu saja hal ini cukup menguras pikiran Rhea yang mana membuatnya merasa sangat lelah sekarang.
"Eh, kenapa cara berjalan gadis itu seperti tidak asing ya? Siapa dia," gumam Rhea saat tak sengaja melihat seorang gadis yang sedang berjalan menuju hotel sambil bergelayut manja di lengan seorang pria. "Bentuk tubuhnya begitu mirip dengan Nania, tapi masa iya dia berani berselingkuh di belakang Kak Jovan sih. Aneh!"
Karena penasaran, Rhea memutuskan untuk singgah dulu di hotel tersebut guna memastikan kebenaran dari apa yang baru saja dia lihat. Jujur, setengah hatinya ingin menolak bahwa gadis yang baru dilihatnya adalah Nania. Rhea merasa tak terima saja jika gadis yang menjadi kekasih kakaknya sampai berselingkuh. Jadi untuk membuktikan dugaannya benar atau tidak, Rhea memutuskan untuk mengikuti gadis tersebut masuk ke dalam hotel. Dengan beralibi sebagai seorang tamu yang datang untuk menginap, Rhea akhirnya berhasil masuk ke sana kemudian menyusul gadis itu yang kebetulan baru akan masuk ke dalam lift.
Nania, awas saja jika itu benar adalah kau. Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati kakakku lagi. Cihhh, ujar Rhea dalam hati.
Rhea terus memperhatikan ke lantai berapa lift itu akan berhenti. Dan begitu dia mengetahuinya, Rhea pun bergegas masuk ke dalam lift kemudian pergi menuju lantai yang di tuju oleh gadis yang dia yakini sebagai Nania. Tak lama kemudian Rhea pun sampai. Dia lalu melongokkan kepala untuk melihat keadaan di lantai tersebut sebelum dia keluar. Dan benar saja. Tak jauh dari posisi Rhea sekarang, terlihat gadis yang sedang di kejarnya tengah tertawa bersama pria tersebut. Rhea yang penasaran pun berusaha menguping apa yang sedang di bicarakan oleh mereka.
"Sana masuk, Reiden sudah menunggumu di dalam. Dasar gadis nakal kau!"
"Haih, baiklah-baiklah. Tapi ini tidak gratis ya?"
"Dasar mata duitan. Sudah cepat masuk dan layani Reiden dengan baik. Awas saja ya kalau dia sampai mengeluh, aku tidak akan mengirimkan uangnya!"
Bola mata Rhea hampir terbang keluar saat gadis yang dilihatnya mengikat rambut. Nania, ya, gadis itu benar-benar adalah Nania. Belum hilang kekagetan di diri Rhea, dia sudah kembali mendapatkan syok terapi melihat Nania yang dengan santainya melepas jaket di hadapan pria tersebut. Sungguh, pemandangan ini sangat amat menjijikkan. Rhea benar-benar tidak menyangka kalau di belakang kakaknya, Nania ternyata adalah simpanan seorang sugar daddy. Tak mau kehilangan barang bukti, dengan cepat Rhea mengambil ponsel kemudian merekam aksi Nania ketika menarik tangan pria itu masuk ke dalam hotel. Setelah itu Rhea menyenderkan tubuhnya ke dinding lift sambil mengelus dadanya pelan.
"Kak Jovan, setahuku kau adalah pria yang baik. Kau tidak pernah neko-neko dan tidak suka mempermainkan perasaan wanita, tapi kenapa kau bisa jatuh cinta pada gadis murahan seperti Nania? Ya Tuhan," ujar Rhea dalam keadaan yang masih sangat syok.
__ADS_1
Setelah agak tenang, barulah Rhea turun ke lantai bawah. Tak lupa juga dia mengembalikan kunci kamar pada resepsionis hotel lalu beralasan tidak jadi menginap karena harus buru-buru pergi ke suatu tempat. Setengah berlari Rhea pergi menuju mobil kemudian bergegas melajukannya menuju rumah.
Kau lihat saja, Nania. Aku pastikan malam ini akan menjadi malam terakhirmu bisa mengenal kakakku. Sialan! umpat Rhea dalam hati.
Tak berselang lama Rhea akhirnya sampai di rumah. Dia langsung berjalan cepat sambil menggenggam erat ponsel di tangannya.
"Sayang, malam sekali kau baru pulang. Darimana, hem?" tanya Silvi begitu melihat putrinya datang.
"Bu, di mana Kak Jovan?" tanya Rhea tak menghiraukan pertanyaan sang ibu. Dia lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tengah, tapi yang terlihat di sana hanya kedua orangtuanya saja. Orang yang dia cari tidak ada.
"Oh, kakakmu baru saja masuk ke ....
"Kenapa kau mencariku, Rhe?"
"Kak Jovan, mulai malam ini kau harus memutuskan hubunganmu dengan Nania. Gadis itu bukanlah gadis baik-baik seperti yang selama ini kau bilang. Nania adalah gadis yang sangat amat murahan, Kak!" ucap Rhea menggebu-gebu.
"Rhe, harus berapa kali aku katakan padamu untuk jangan asal bicara tentang kekasihku. Kau sengaja memancing kemarahanku atau bagaimana? Hah!" sentak Jovan langsung tersulut emosi mendengar Rhea yang menyebut Nania sebagai gadis murahan.
"Kakakmu benar, Rhea. Kau mana boleh bicara sembarangan tentang Nania. Tahu tidak!" sahut Ardan langsung menegur putrinya yang sudah asal bicara.
"Ayah, Kak Jovan, aku tidak bicara sembarangan. Aku berani bicara seperti itu pada kalian karena aku memiliki buktinya. Lihat ini!"
Rhea segera memutar video yang ada di dalam ponsel kemudian dia arahkan pada keluarganya. Merasa menang, Rhea pun menjelaskan apa isi dari video tersebut.
__ADS_1
"Tadi saat dalam perjalanan pulang aku tidak sengaja melihat seorang gadis yang sedang bergelayut manja di lengan seorang pria sambil berjalan masuk ke dalam hotel. Karena aku merasa tidak asing dengan gadis itu, aku memutuskan untuk membuntuti mereka. Dan ternyata dugaanku benar kalau gadis itu adalah Nania. Pria itu lalu meminta Nania untuk melayani seseorang yang sudah menunggunya di salah satu kamar hotel, lalu pada akhirnya mereka berdua sama-sama masuk ke dalam sana. Nania bukan gadis baik-baik, Kak Jovan. Tolong sadarlah!"
Tadinya Jovan, Ardan, dan juga Silvi sempat terkejut saat mendengar penuturan Rhea. Akan tetapi setelah mereka tahu siapa pria yang sedang bersama Nania, wajah mereka pun langsung pias seketika. Harus mereka akui kalau kali ini Rhea telah melakukan tindakan yang sangat amat bodoh. Rhea telah salah memahami kedekatan Nania dengan pria itu karena pria yang dilihat Rhea sebenarnya adalah kakak ipar Nania, Gleen. Sementara hotel tempat Nania berada merupakan hotel milik kakak iparnya sendiri. Jovan dan Ardan benar-benar tak habis pikir pada Rhea. Otak mereka sampai berdenyut nyeri karenanya.
"Ayah, Ibu, Kak Jovan ... tolong dengarkan kata-kataku kali ini. Nania tidak sebaik yang kalian pikir, dia tega berselingkuh di belakang Kak Jovan hanya demi mendapatkan uang lebih dengan cara melayani para pria hidung belang. Tolong kalian sadar ya, jangan terus terpedaya oleh sikap sok polos yang di tunjukkan Nania di hadapan kalian semua. Dia itu tidak sebaik yang kalian pikir!" ucap Rhea dengan sepenuh hati berusaha menyadarkan anggota keluarganya.
Tanpa mengatakan sepatah katapun Jovan langsung pergi dari sana. Dia lelah, benar-benar lelah melihat betapa kuatnya keinginan Rhea untuk memisahkannya dari Nania. Andai saja Rhea tahu siapa Nania sebenarnya, dia pasti tidak akan berani bicara seperti itu tentang kekasihnya. Menyebalkan.
"Ayah, Kak Jovan ....
"Rhea, apa kau begitu membenci Nania sampai kau tega menyebutnya sebagai gadis murahan tepat di hadapan kakakmu sendiri?" tanya Silvi seraya menghela nafas.
Rhea tertegun. Aneh, kenapa reaksi keluarganya tidak seheboh yang dia pikir. Apa yang salah di sini?
"Kenapa Ibu bertanya seperti itu padaku? Aku memang tidak menyukainya. Wajar saja kan kalau aku menyebutnya seperti itu setelah apa yang dia lakukan di belakang Kak Jovan?" sahut Rhea balik memberi pertanyaan pada sang ibu.
"Kau salah, Rhea. Kau salah jika menyebut Nania seperti itu karena pria yang sedang bersamanya adalah kakak iparnya. Nania bukanlah gadis murahan seperti yang kau pikir, dia terhormat. Tahu kau!" omel Ardan sembari memijit pinggiran kepalanya. "Untung saja tadi kau tidak menghampiri mereka. Kalau itu sampai terjadi, entah apa yang akan kakakmu lakukan kepadamu. Haihh!"
Rhea hanya bisa terdiam seperti orang bodoh begitu di beritahu kalau pria yang dia anggap sebagai sugar daddy-nya Nania ternyata adalah kakak iparnya sendiri. Sungguh, Rhea sama sekali tidak menyangka kalau dirinya telah salah menilai Nania.
Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku merasa sedih setelah melihat kedekatan Nania dengan kakak iparnya. Apakah mungkin aku merasa iri karena hubunganku dengan Kak Jovan tidak bisa sedekat mereka? ucap Rhea dalam hati.
*******
__ADS_1