My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
63. Dunia Perbawangan


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜


***


“Jovan, santai sedikitlah. Nania tidak akan pergi kemana-mana. Dia pasti akan menunggu sugar daddy-nya pulang dari kantor!” ledek Ardan ketika melihat putranya sudah tidak sabaran ingin segera masuk ke dalam rumah. Padahal biasanya tidak seperti ini. Dasar anak muda. Hmmmm.


“Kalau itu aku juga tahu, Ayah. Aku hanya takut Rhea kembali menyerang Nania seperti waktu itu,” sahut Jovan sambil memelankan langkahnya. Dia lalu mengacak rambutnya saat sang ayah menepuk bahunya pelan.


“Adikmu tidak sejahat itu, Jo. Ayah yakin kejadian waktu itu pasti benar Rhea tak sengaja melakukannya. Buktinya Nania tidak melakukan apapun padanya. Iya ‘kan?”


“Hmmmmm, semoga saja mereka bisa akur, Ayah. Aku sebenarnya malah berharap Rhea bisa menerima Nania sebagai teman barunya. Jika dia bisa melakukannya, aku berani jamin hidupnya pasti menjadi sangat berwarna. Walaupun terkadang cara bicaranya Nania ketus dan menohok, tapi dia itu sebenarnya adalah gadis yang hangat dan pengertian. Rhea pasti tidak akan merasa kesepian lagi jika berteman dengannya.”


Ardan mengangguk membenarkan ucapan Jovan. Setelah itu dia mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk menemui gadis seksi yang mulutnya sangat luar biasa beracun.


Sementara itu di dalam rumah, Silvi tengah duduk di antara Rhea dan Nania. Dia sedang melerai kedua gadis ini yang baru saja bertengkar hebat gara-gara salah membedakan mana bawang baik dan mana bawang jahat. Padahal Silvi sudah berusaha menjelaskan, tapi kedua gadis ini tetap ngotot dengan pernyataan masing-masing.


“Loh loh loh. Ada apa ini?” tanya Ardan bingung melihat istrinya duduk di apit oleh dua orang gadis yang wajahnya sama-sama cemberut. “Sayang, Rhea dan Nania kenapa? Mereka bertengkar lagi ya?”


“Ayah, Nania benar-benar sangat keras kepala. Dia tidak mau mengakui kesalahannya,” sahut Rhea dengan sengitnya menuduh Nania yang bersalah.


“Mana ada seperti itu, Rhe. Jelas-jelas bawang jahat itu yang bentuknya bulat dan baunya harum. Kalau yang kau sebutkan itu bawang baik namanya. Tolong kau jangan menistakan dunia perbawangan ya!” sahut Nania enggan mengalah. Dia lalu melirik ke arah Jovan sambil mengedipkan sebelah matanya, memberi kode kalau dia sengaja menjahili Rhea.


Jovan yang tanggap akan kode rahasia dari Nania hanya tersenyum saja sambil membuka jasnya. Dia kemudian duduk memperhatikan adik dan kekasihnya yang kembali berdebat dengan sengit. Sungguh lucu. Jadi ini cara Nania mendekati adiknya yang memang lumayan keras kepala? Menistakan dunia perbawangan. Astaga, kosakata aneh dari planet mana ini?

__ADS_1


Nania-Nania, kau ini kenapa menggemaskan sekali sih. Akukan jadi semakin mencintaimu, batin Jovan.


“Ibu, yang aku katakan itu benar ‘kan? Aku bahkan sudah browsing di internet hanya untuk memastikan kalau jawabanku tidak salah. Nania itu tidak tahu apa-apa. Jangan jadikan dia sebagai menantu Ibu. Ya?” rengek Rhea kesal setengah mati saat Nania tetap kekeh mengakui kalau bawang bombai adalah bawang jahat. Padahal jelas-jelas bawang jahat itu berwarna merah, tapi tetap saja Nania enggan mengakuinya. Membuat Rhea merasa sangat kesal sampai ingin menangis.


“Sudah-sudah. Masalah bawang baik dan bawang jahat kita sudahi dulu sampai di sini. Kakak dan Ayahmu sudah pulang, mereka lelah. Lebih baik sekarang kita makan malam dulu ya? Sekalian Ibu ingin memberitahu mereka tentang menu makanan yang tadi kau masak dengan Nania. Ayo,” sahut Silvi mengajak Rhea untuk pergi ke ruang makan. Sementara Nania, dia biarkan tetap duduk di sana bersama Jovan. Silvi cukup tahu kalau putranya ingin melepas rindu terlebih dahulu dengan gadis seksi itu.


Dengan raut wajah yang begitu masam, Rhea mengikuti langkah Ayah dan Ibunya menuju ruang makan. Dia masih tidak terima Nania tak mau mengakui kesalahannya. Huh.


“Jahil sekali,” ucap Jovan setelah berpindah duduk ke sebelah Nania. Dia lalu mencium bahu Nania yang terbuka. “Sangat cantik dan seksi. Malam ini penampilanmu sangat luar biasa sekali, sayang.”


“Tentu saja,” sahut Nania dengan bangga. Dia lalu melepaskan dasi yang masih terpasang di kerah bajunya Jovan. Setelah itu Nania memainkan dasi tersebut sambil memandang Jovan dengan tatapan nakal. “Karena malam ini adalah malam yang sangat special, tentunya aku tak boleh tampil biasa saja. Karena semakin banyak kau memberiku uang, maka aku akan semakin cantik dan menarik. Jadi … rajin-rajinlah bekerja agar aku selalu bisa memanjakan matamu. Oke?”


Jovan terkekeh. Dia menyenderkan tubuhnya ke sofa kemudian menengadahkan wajahnya ke atas sambil memejamkan mata. Sungguh, dia sangat amat takjub akan kejujuran Nania. Untung dia kaya. Kalau tidak, Nania-nya pasti sudah lari ke pelukan sugar daddy lain.


“Jo, aku memiliki janji makan malam bersama seorang pria bernama Marcell. Dan besok malam rencananya kami baru akan makan bersama di sebuah restoran,” ucap Nania memberitahu Jovan tentang Marcell. Dia gadis yang sangat jujur sekali bukan?


“Nania, aku tidak mengizinkanmu pergi makan malam dengannya. Aku sugar daddy-mu, jadi hanya aku saja yang boleh pergi denganmu. Paham?”


Sebelah alis Nania terangkat ke atas. Dia lalu menyeringai, merasa lucu akan reaksi Jovan saat dia memberitahunya ingin makan malam bersama Marcell.


Aaaaaa, sugar daddy-ku imut sekali. Jadi ingin mencubit ginjalnya, batin Nania gemas sendiri.


“Nania, ayolah. Kau jangan malah menyeringai seperti itu. Aku benar-benar tidak rela kau makan malam dengan pria selain aku. Sungguh!” rengek Jovan gelisah melihat respon Nania saat dia melarangnya pergi.

__ADS_1


“Cemburu ya?” ledek Nania sambil menaik-turunkan kedua alisnya. Dia lalu tersenyum lebar saat Jovan langsung memeluknya. Sambil mengelus-elus punggungnya Jovan, Nania akhirnya menjelaskan siapa dan kenapa dia ingin makan malam dengan Marcell. “Jo, kau tenang saja. Aku mengajak Marcell makan malam itu hanya untuk membalas kebaikannya saja. Karena jika tidak ada Marcell, aku pasti sudah menjadi bahan tertawaan seluruh mahasiswa di kampus. Tolong kau jangan cemburulah. Marcell tidak sepadan jika harus di bandingkan denganmu. Kau itu sudah yang paling cocok untuk menjadi suamiku. Tahu?”


Jovan mendongak. “Aku belum melihat isi videonya.”


“Itu gampang. Lebih baik sekarang kita makan dulu. Cacing di dalam perutku sudah merusuh sejak tadi.”


“Cium aku dulu,” rengek Jovan.


“Tunggu setelah kau mandi. Sekarang kau masih berdebu dan bau keringat, sayang lipstick mahalku jika di gunakan untuk mencium sesuatu yang kotor,” sahut Nania dengan kejamnya.


Nania tertawa lebar saat Jovan berdecak kesal karena tak mendapatkan apa yang diinginkannya. Tak mau mengulur waktu, Nania segera mengalungkan kedua tangannya ke leher Jovan. “Kau boleh menciumku dengan satu syarat.”


“Syarat? Apa itu?” tanya Jovan penasaran. Dia lalu menelan ludah saat wajahnya berada dalam jarak yang sangat dekat dengan bibirnya Nania.


“Baby, di dunia ini tidak ada yang gratis, sayang. Bukan niat ingin memerasmu, tapi kau harus mentransfer uang dulu jika ingin menciumku. Mau bagaimana lagi, lipstikku ini sangat mahal. Jadi hanya sugar daddy kaya raya saja yang boleh merasakan seperti apa rasanya lipstick ini.”


Sekarang gantian Jovan yang tertawa lebar begitu mode memalak Nania keluar. Segera dia mengambil ponselnya kemudian mengirim uang ke rekeningnya yang dipegang oleh Nania. Setelah itu Jovan mengarahkan layar ponselnya ke depan wajah gadisnya yang sedang tersenyum kesenangan. “Apa begini sudah boleh?”


“Hehehe. Kau memang yang terbaik, Jo. Aku benar-benar sangat mencintaimu,” ucap Nania menggombal.


“Mencintaiku apa mencintai uangku?” goda Jovan.


“Pertama-tama jelas aku lebih mencintai uangmu, Jo. Nanti setelah kita menikah baru aku akan mencintaimu sepenuhnya. Kau tidak keberatan bukan?”

__ADS_1


Tanpa banyak kata lagi Jovan segera menyesap bibir berhiaskan lipstick mahal milik Nania. Dan ciuman itu berlangsung tidak terlalu lama karena perut Nania sudah lebih dulu berbunyi. Setelah Jovan membantu merapihkan lisptik di bibir Nania, dia segera mengajaknya pergi ke ruang makan. Jovan berencana melanjutkan kesenangan ini nanti saja setelah tenaga Nania pulih. Pasti kekasihnya ini akan bersikap lebih agresif darinya. Hahay.


***


__ADS_2