
π’π’π’BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? πππ
***
Di perusahaan, saat ini Jovan tengah di sibukkan dengan tumpukkan berkas di atas mejanya. Wajahnya yang tampan jadi terlihat semakin tampan saat sedang serius seperti ini. Namun tak lama kemudian, kesibukan Jovan terganggu dengan kemunculan ayahnya Krystal yang datang bersama dengan ayahnya. Sepertinya kesabaran Jovan akan kembali di uji kali ini.
"Jovan, kemarilah sebentar. Paman tahu kau sedang sibuk, tapi ada hal penting yang perlu Paman bahas denganmu sekarang juga. Bisa 'kan?" tanya Kendy tanpa basa basi. Dia kemudian duduk di sofa tanpa melepaskan pandangannya dari arah di mana Jovan berada.
"Tolong tunggu sebentar, Paman. Aku perlu menyelesaikan satu berkas ini dulu. Tidak apa-apa 'kan?" sahut Jovan enggan untuk mengabaikan tanggung jawabnya.
Haihh, pekerjaan ini terlalu berharga jika harus ku tinggalkan demi berbicara dengan Paman Kendy yang pasti hanya akan membahas tentang Krystal. Dia tidak tahu saja kalau di dalam berkas ini ada kesejahteraan Nania yang perlu aku perjuangkan. Hmm, gerutu Jovan dalam hati.
"Ken, tolong mengerti sedikit. Oke?" ucap Ardan santai.
"Haih, kau ini bagaimana sih, Ar. Aku menitipkan putriku padamu, tapi kenapa kau tidak membela Krystal ketika ada gadis lain yang ingin merebut calon tunangannya? Tahu tidak, Krystal mogok makan setelah mengadu padaku kalau dia telah di permalukan oleh seorang gadis yang bernama Nania!" jawab Kendy kesal. Dia tak terima ada yang menyakiti putri kesayangannya.
"Aku bukan tidak mau membelanya, Ken. Aku hanya bingung saja siapa di antara Krystal dan Nania yang harus aku pilih. Krystal adalah putrimu, yang juga sudah kuanggap seperti putriku sendiri. Sedangkan Nania, dia adalah kekasihnya Jovan. Kalau kau ada di posisiku, pilihan mana yang akan kau ambil, hem?" sahut Ardan sambil melayangkan pertanyaan yang cukup sulit untuk temannya ini. Dia tak mau Kendy memberikan tekanan padanya dan juga pada Jovan gara-gara Krystal yang kalah saing dari Nania.
Hanya orang gila yang akan membiarkan gadis berlatar belakang hebat seperti Nania lepas dari genggaman. Nania dan Krystal, sudah pasti aku akan lebih memilih Nania ketimbang putrimu yang manja itu, Kendy. Bibit, bebet, dan bobot Nania seratus kali lebih menggiurkan ketimbang status keluargamu. Ini bukan hanya tentang siapa Nania, tapi ini juga adalah tentang kebahagiaan putraku, Jovan. Jadi maaf, kali ini jalan kita bersebrangan, ujar Ardan dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian Jovan akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Segera dia meminta sekertarisnya masuk ke dalam ruangan untuk mengambil berkas yang sudah dia tanda tangani. Setelah itu Jovan barulah ikut bergabung bersama dengan ayahnya dan juga ayahnya Krystal.
"Bagaimana, Paman? Hal apa yang ingin Paman bicarakan denganku?" tanya Jovan membuka pembicaraan.
"Jovan, apa benar Nania adalah kekasihmu?" sahut Kendy penuh selidik.
"Benar, Paman. Dan satu hal lagi yang perlu Paman ketahui tentang hubungan kami. Nania bukan hanya akan menjadi kekasihku saja, tapi dia akan menjadi calon istriku juga," jawab Jovan tanpa ragu.
"Omong kosong!"
Kendy naik pitam. Di tatapnya tajam pria muda yang baru saja bicara dengan begitu tenang. Sungguh, Kendy merasa tidak percaya ada pria yang berani menolak putrinya. Krystal sangatlah sempurna, dia tidak mengerti kenapa Jovan bisa tidak tertarik padanya. Aneh.
"Cihhh, anak bau kencur sepertimu tahu apa tentang arti sebuah hubungan. Kau itu masih sangat muda, Jovan. Kau masih belum bisa membedakan mana wanita yang benar-benar bisa menjadi pasangan hidupmu dan mana wanita yang hanya ingin menumpang hidup enak saja!" sahut Kendy tak segan mengejek Jovan di hadapan Ardan. Dia tak terima putrinya di abaikan demi gadis lain.
"Menumpang hidup enak?"
Jovan terkekeh. Dia lalu menoleh ke arah sang ayah ketika merasakan sebuah elusan pelan di punggungnya. Jovan tahu, ayahnya sedang memohon agar dia tidak terpancing amarah dalam menanggapi hinaan Paman Kendy.
"Ya, menumpang hidup enak. Memangnya kata apalagi yang cocok di peruntukkan bagi perempuan seperti Nania itu. Krystal bilang pada Paman kalau di kampus Nania terkenal sebagai seorang gadis yang suka mengumbar keseksian di hadapan para pria. Dia juga bilang kalau Nania hanya tertarik pada pria-pria yang kaya saja. Bukankah dari fakta ini kita bisa menarik kesimpulan kalau Nania adalah gadis miskin yang haus akan kekayaan? Benar tidak?" ungkap Kendy sambil menatap bergantian ke arah Jovan dan juga Ardan. Dia sedang berusaha menyadarkan kedua orang ini dari kesalahan mereka dalam menilai sosok gadis yang bernama Nania itu.
__ADS_1
"Oh, jadi Krystal menjelek-jelekkan kekasihku di hadapan Paman juga ya? Aku pikir dia hanya menghasut Ayah dan Ibuku saja. Ternyata tidak!" jawab Jovan dengan santai. Dia kemudian menopang dagu, merasa tidak ada yang salah dengan apa yang di katakan oleh Paman Kendy. "Paman, sejak awal aku juga tahu kalau Nania itu adalah jenis gadis yang tidak ragu untuk memperlihatkan keseksiannya. Dan juga adalah benar kalau Nania hanya menyukai pria-pria yang kaya saja. Semua fakta tersebut tidak ada yang salah karena memang seperti itulah Nania. Namun, di sini Paman hanya melihat dari sudut pandang Krystal saja. Paman tidak tahu sepenuhnya siapa Nania dan kenapa dia memiliki prilaku sedemikian rupa. Begini, aku akan menjelaskannya!"
Sebelum lanjut berbicara, Jovan menyandarkan tubuhnya ke sofa kemudian menopang kepalanya menggunakan kedua tangan. Setelah itu Jovan menatap langit-langit ruangan sambil membayangkan wajah cantik Nania yang selalu membuatnya tersiksa rindu.
"Kekasihku di kenal sebagai sosok gadis yang seksi, itu benar. Wajar bagi Nania melakukannya karena bentuk tubuhnya memang sangat proposional. Wajahnya begitu cantik dan bodinya hampir menyaingi model-model dari luar negeri. Dan mengenai kesukaannya terhadap pria-pria kaya, aku rasa itu hal yang wajar karena di zaman sekarang semuanya selalu di beli dengan uang. Mulai dari perawatan tubuh dan perawatan kecantikannya, pakaiannya, makanan yang dia makan, gadget yang dia butuhkan, belum lagi dengan printilan-printilan lain yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Dengan porsi sesempurna Nania, mungkinkah dia akan mencari pasangan yang tidak mampu mencukupi semua kebutuhannya? Itu mustahil, Paman. Dan aku rasa Paman juga tidak akan mungkin membiarkan Krystal berhubungan dengan pria miskin. Paman pasti khawatir bukan kalau kebutuhan Krystal tidak akan tercukupi jika dia sampai berhubungan dengan laki-laki yang tidak kaya? So, seksi dan matrealistis adalah hal yang wajar dimiliki oleh Nania-ku. Karena di mataku semua itu memiliki arti yang berbeda dari apa yang Paman pikirkan tentang kekasihku. Nania seksi karena dia tahu bagaimana cara merawat diri. Nania matrealistis karena dia tahu kalau cinta tidak bisa membuat perutnya menjadi kenyang. Sampai sini paham?"
Kendy langsung pergi meninggalkan ruangan Jovan begitu mendengar penuturannya. Dia merasa telah di permalukan. Ardan yang melihat sahabatnya pergi dengan membawa kemarahan hanya bisa menghela nafas panjang sambil menepuk bahu Jovan. Setidaknya ini jauh lebih baik dari apa yang dia khawatirkan tadi.
"Ayah tenang saja. Aku tidak akan mungkin membuat hubungan baik antara Ayah dengan Paman Kendy merenggang. Paman Kendy hanya belum tahu saja siapa Nania, jadi dia menganggap kalau Nania tidaklah pantas untukku!" ucap Jovan mencoba meredam kekhawatiran sang ayah.
"Hah, Ayah jadi serba salah berada di posisi ini, Jo. Tadinya Ayah itu berniat menjelaskan pada Paman Kendy kalau kau sebenarnya sudah mempunyai kekasih. Tapi sepertinya Krystal sudah lebih dulu mengadukan yang tidak-tidak tentang Nania. Makanya dia datang dengan ekpresi yang begitu kesal!" sahut Ardan.
"It's okey. Percaya padaku, semuanya pasti baik-baik saja. Dan ... apa kesimpulan Ayah setelah tahu siapa Nania? Mungkinkah Ayah masih terpikir untuk memisahkan kami?" tanya Jovan iseng. Dia lalu menatap sang ayah, tersenyum tipis ketika melihat raut semringah di wajahnya.
"Ayah mungkin akan tercatat sebagai orang paling bodoh di muka bumi ini jika sampai menolak Nania menjadi bagian dari keluarga kita, Jo. Asal kau tahu, Ayah dan Ibu sampai tidak bisa tidur memikirkan Nania yang ternyata adalah bagian dari keluarga Ma. Ini benar-benar sangat mengejutkan, Jovan. Sampai detik ini Ayah dan Ibumu masih sulit untuk mempercayainya. Sungguh!" jawab Ardan.
Setelah berkata seperti itu Ardan langsung memeluk Jovan dengan penuh bangga. Dia benar-benar tidak menyangka kalau gadis yang di pilih oleh putranya ternyata bukanlah gadis sembarangan. Untung saja Ardan belum melakukan tindakan apa-apa demi agar bisa memisahkan Jovan dari Nania. Dan jika hal itu sampai terjadi, entah penyesalan macam apa yang akan Ardan tanggung seumur hidupnya. Sungguh, dia tidak bohong.
*******
__ADS_1