
"Syuutt syuuuttt,"....
Nania menoleh. Dia lalu mengerutkan kening saat mendapati Susan yang tengah memonyongkan bibirnya ke salah satu meja yang ada di dalam cafe. Penasaran, Nania pun melihat kesana. Dia lalu tersenyum lebar mendapati seseorang yang tengah duduk sendirian.
"O waww, ada apa ini girls? Kenapa kita bisa bertemu dengan perawan tua itu di sini?" ucap Nania bertanya pada Susan dan Tasya.
Setelah kelas usai, Nania, Susan dan juga Tasya memutuskan untuk singgah di cafe langganan mereka untuk melepas lelah setelah bekerja keras memeras otak mereka. Namun siapa yang akan menyangka kalau di tempat ini mereka akan bertemu dengan musuh bebuyutan yang sudah beberapa hari terakhir tidak mereka jumpai. Sungguh suatu kebetulan yang sangat langka sekali bukan?
"Sepertinya nasib buruk sedang berpihak pada perawan tua itu karena dia harus berada di tempat yang sama dengan gadis-gadis keren seperti kita," sahut Tasya seraya menyeringai tipis. "Kebetulan beberapa hari ini level emosiku sedang dalam mode santai. Kita butuh perawan tua itu untuk melatih otot leher kita supaya bisa kembali menegang, Nania!"
"Benar sekali," sambung Nania sambil menjentikkan jari tangan. Setelah itu Nania menyesap habis minuman di dalam gelasnya sambil terus memperhatikan Krystal yang sepertinya tidak menyadari kalau dia dan kedua sahabatnya ada di sini. "Susan, Tasya, kalian tunggu di sini dulu ya. Aku ingin menyapa musuh abadi kita dulu."
"Kenapa kami ditinggal, Nania?" protes Susan.
"Karena kalian membuatku repot," sahut Nania asal.
"Ck,"
"Aku dengar ya,"
Susan memutar bola matanya jengah. Sedangkan Tasya, dia langsung bersiap dengan kamera ponselnya. Seperti biasa, Tasya selalu kebagian untuk merekam aksi sahabatnya yang luar biasa itu. Apalagi sekarang sahabatnya akan menyapa seseorang yang sudah beberapa hari ini tidak mereka jumpai di kampus, membuat Tasya merasa yakin kalau sebentar lagi pasti akan muncul adegan seru dimana Krystal akan di bully habis-habisan oleh Nania. Hahaha.
__ADS_1
Sambil melenggak-lenggokkan bokongnya, Nania melangkah menghampiri Krystal yang tengah melamun sembari menggerutu tidak jelas. Mengenaskan, itu kesan yang Nania tangkap ketika hampir sampai di kursi yang Krystal duduki.
Hmmmm, kenapa aku merasa kasihan ya pada perawan tua ini? Ah tidak seru kalau kami baikan sekarang. Akukan belum sempat bergulat
dengan Krystal. Tidak-tidak, perseteruan ini tidak boleh berhenti di sini saja. Karena jika itu terjadi maka aku akan kehilangan mainanku yang sangat menggemaskan ini. Tidak boleh.
"Ekhmm ekhmmm!"
Krystal menoleh. Dan begitu dia tahu siapa yan baru saja berdehem, Krystal langsung tersulut emosi. Dengan marah Krystal berdiri kemudian melayangkan tatapan sinis pada Nania yang kini tengah tersenyum penuh ejek di hadapannya.
"Mau apa kau gadis murahan, hah!" hardik Krystal tak tanggung-tanggung.
"Yooo, santai dulu, Krysl. Kenapa kau langsung marah begini. Santai. Aku bahkan belum menyapamu dan bertanya bagaimana kabarmu setelah di skorsing dari kampus," sahut Nania sambil memilin ujung rambutnya yang tergerai indah. Dia sudah menduga kalau Krystal pasti akan bereaksi seperti ini begitu melihatnya, jadi Nania sudah menyiapkan bumbu peledak yang kiranya bisa membuat perawan tua ini semakin kepanasan. 😂 "Emmm dua minggu ya. Menurutku hukuman itu terlalu sebentar, Krys. Harusnya pihak kampus memberikan sanksi yang lebih tegas lagi pada orang-orang angkuh yang sukanya menindas kaum lemah sepertiku. Aihhh, tapi mau bagaimana lagi. Sepertinya pengaruh orangtuamu cukup besar di sana. Ya sudahlah tidak apa-apa. Walaupun kita sedang tidak bisa saling sapa di kampus, setidaknya kita bisa saling melepas rindu di sini. Iya 'kan?"
"Oya, dimana teman-teman satu gengmu itu, Krys. Mereka tidak mungkin meninggalkanmu sendirian, bukan?" tanya Nania penasaran mengapa tidak ada satupun dayang yang menemani Krystal meratapi nasib di cafe ini.
"Nania, tutup rapat-rapat mulutmu sebelum aku merobeknya dengan tanganku. Aku jijik mendengar bualanmu!" sentak Krystal habis kesabaran.
"Wahhh, mana bisa seperti itu, Krys. Kalau aku menuju mulutku kasihan para pengagumku. Nanti mereka tidak bisa mendengar suaraku yang indah ini. Jadi tolong jangan memintaku melakukan yang tidak-tidak ya?" sahut Nania santai. Dan di detik selanjutnya, ekpresi Nania tiba-tiba berubah menjadi dingin. Dia lalu maju selangkah agar bisa mensejajarkan wajahnya dengan wajah Krystal. "Dengarkan perkataanku dengan baik, Krys. Kau boleh saja jika ingin menggoda Jovan, aku tidak masalah. Tapi jangan sekali-kali kau coba menghasut Rhea lagi. Karena apa? Karena aku tidak rela jika calon adik iparku sampai terbujuk rayuan sesat dari gadis tidak jelas sepertimu. Selama kalian berteman, kau sudah cukup membuat Rhea berbalik arah dengan tidak mempercayai keluarganya sendiri. Jadi aku minta jangan pernah lagi kau mengganggunya atau kau akan berurusan denganku. Paham?"
Whaaatttt? In-ini ... Nania sedang mengancamku? Woaahh, berani sekali dia. Memangnya dia pikir dia itu siapa hah! Dasar brengsek.
__ADS_1
"Nania, kau ....
"Dan satu lagi. Kini posisimu di kantornya Jovan sudah di gantikan oleh sekertaris baru pilihanku yang tentunya jauh lebih meyakinkan lahir batin daripada kau. Jadi kalau kau berniat menggoda Jovan ataupun menjadi pelakor di dalam rumah tangga kami, silahkan lakukan di luar saja. Namun, pastikan kalau aku tidak melihat perbuatanmu. Jika itu sampai terjadi, maka bersiaplah wajahmu akan muncul di semua situs kencan buta agar seluruh pria di muka bumi ini tahu kalau seorang Krystal adalah perawan tua yang tidak laku-laku. Hahaha!"
Setelah berkata seperti itu Nania kembali ke meja tempat dimana Susan dan Tasya sedang bertepuk tangan. Bangga, itu sudah pasti. Nania sebenarnya tidak mau ikut campur lagi dengan urusan antara Rhea dengan Krystal karena sekarang calon adik iparnya itu sudah sadar siapa Krystal sebenarnya. Namun karena Krystal kebetulan juga ada di cafe ini, jadi ya sudah Nania sikat saja. Sekalian melatih level savage-nya yang sedang libur panjang setelah Krystal dan antek-anteknya di skorsing dari kampus.
"Hiyuh, aku pikir akan terjadi baku hantam antara kau dan Krystal, Nania. Sayang sekali kalian hanya saling sapa saja. Aku jadi merasa sia-sia sudah merekam adegan tadi!" keluh Tasya merasa kurang puas akan apa yang dilakukan Nania terhadap Krystal.
"Baku hantam akan terjadi jika seandainya Krystal menyerangku lebih dulu, Sya. Tapi sepertinya itu tidak akan mungkin terjadi karena Krystal tahu kalau aku adalah atlet bela diri. Nyalinnya pasti sudah down lebih dulu bahkan sebelum aku mengepalkan kedua tanganku. Benar tidak?" sahut Nania santai. Dia kemudian menyambar minuman milik Susan dan langsung meneguknya sampai habis. "Ahhhh, segar. Sesegar bibir sugar daddyku."
"Dasar mesum!" cemooh Susan.
"Halah, kau tidak usah sok mengataiku mesum, San. Kau juga pasti sudah sangat sering bukan bercocok tanam lewat mulut dengan para mantan kekasihmu?"
"Tentu saja sering. Lagipula siapa sih yang mampu menahan pesona pria dengan bentuk bibir yang sangat seksi? Kalau aku sih tidak kuat," sahut Susan tanpa ragu.
"Nah itu tahu. Dan di antara semua mantan kalian berdua, kekasihku adalah yang paling tampan. Haha," ucap Nania yang lagi-lagi memamerkan kelebihan sugar daddynya. Dia lalu terkekeh girang melihat Susan dan Tasya yang terlihat kesal mendengar perkataannya.
Sementara itu di meja lain terlihat Krystal yang tengah memperhatikan Nania sambil mencengkram kuat gelas minumannya. Kesal, marah, merasa kalah saing, dendam, semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu di dalam pikiran Krystal. Namun, Krystal sadar kalau saat ini posisinya sangat tidak menguntungkan jika harus balas menyerang Nania. Harga dirinya bisa hancur karena sekarang dia sedang berada di tempat umum. Alhasil, Krystal hanya bisa memendam kemarahannya di dalam hati sembari memikirkan rencana apa yang bisa dia lakukan untuk membalas semua perbuatan buruk yang pernah Nania lakukan terhadapnya.
Jangan senang dulu, Nania. Aku diam bukan berarti aku takut, tapi aku hanya sedang mengalah untuk menang. Lihat saja. Akan kubuktikan padamu kalau suatu hari nanti Jovan pasti akan berbalik mencintaiku. Kupastikan Jovan akan meninggalkanmu selamanya. Tunggu saja ....
__ADS_1
***