
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? 💜💜💜
***
Sesampainya Krystal di rumah, dia langsung melemparkan tasnya ke atas ranjang. Marah, dia benar-benar sangat marah sekarang. Krystal tidak menyangka kalau hari ini dia akan di permalukan separah ini oleh Nania, si gadis tidak tahu malu itu. Dua kali, bayangkan! Dua kali! Siapalah yang tidak emosi jika berada di posisinya Krystal sekarang. Dan gara-gara Susan, Krystal kini di anggap sebagai senior yang suka membully juniornya sendiri. Padahal jelas-jelas kejadian di parkiran kampus pagi tadi Krystal yang menjadi korbannya Nania, tapi kenapa sekarang malah dia yang di anggap sebagai pelaku kejahatannya? Gila. Semua ini sudah tidak benar.
"Nania, hari ini kau boleh saja menang dariku. Tapi di lain waktu, aku pastikan aku lah yang akan menjadi pemenangnya. Kita tunggu saja kapan tanggal mainnya. Heh!" geram Krystal sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Seperti biasa, setelah pulang dari kampus Krystal akan pergi ke perusahaan milik Jovan guna menjalankan tugasnya sebagai sekertaris magang di sana. Sembari membersihkan tubuhnya, Krystal mencari cara bagaimana agar Jovan mau berpihak padanya. Agak sedikit membuang waktu jika Krystal hanya mengandalkan Rhea. Buktinya masalah yang kemarin saja masih belum bisa membuat Jovan percaya padanya. Jadi Krystal memilih untuk tidak terlalu berharap lebih pada Rhea.
"Maaf Rhea, sepertinya aku baru akan membutuhkanmu di saat-saat tertentu saja. Sampai sekarang saja kau masih belum berhasil mendapatkan kepercayaan Jovan, jadi aku sedikit sanksi kau mampu membuat Jovan pergi meninggalkan Nania. Tolong jangan kecewa ya," ujar Krystal sembari mengeringkan rambut.
Setelah semuanya siap, Krystal bergegas memacu mobilnya menuju perusahaan. Kali ini dia sengaja berpenampilan cukup seksi dengan harapan bisa menarik perhatian Jovan. Ekhmm, anggaplah kalau Krystal sedikit meniru gaya berpakaian Nania, dan tentunya dengan gaya yang jauh lebih berkelas. Krystal bukan Nania yang suka memakai barang palsu, jadi otomatis semua benda yang melekat di tubuhnya berharga mahal, termasuk juga dengan alat-alat make-up yang dia pakai. Dan dia yakin orang miskin seperti Nania tidak akan mungkin mampu untuk membelinya.
(Andai saja Krystal tahu siapa Nania. Dia pasti tidak akan pernah berani berpikiran seperti itu. Hmmm)
Tak lama kemudian Krystal akhirnya sampai di perusahaan Jovan. Dia lalu dengan sangat percaya dirinya melangkah masuk ke dalam. Krystal kemudian tersenyum tipis ketika melihat semua karyawan menatapnya penuh kagum, terlebih lagi para karyawan pria. Mata mereka membelalak dengan mulut yang ternganga lebar. Wajar saja, kali ini penampilan Krystal memang sangat luar biasa seksi. Jadi dia tak merasa aneh menyaksikan bagaimana orang-orang ini tercengang penuh kagum terhadapnya.
"Selamat siang, Nona Krystal!"
"Selamat siang," sahut Krystal. Dia lalu melihat ke arah ruangan Jovan. "Apa Jovan ada di dalam?"
__ADS_1
"Ada, Nona. Tuan Jovan baru saja masuk ke dalam ruangannya."
Krystal tersenyum. Dia lalu berpamitan pada rekan kerjanya kalau dia ingin masuk dan menyampaikan sesuatu hal pada Jovan. Awalnya Krystal dilarang, tapi setelah Krystal memberitahu kalau ini adalah perintah dari sang ayah, dia akhirnya di izinkan untuk masuk ke dalam. Sebelum mengetuk pintu, Krystal membuka satu kancing bajunya terlebih dahulu. Krystal sangat amat percaya begitu Jovan melihatnya, Jovan pasti akan langsung terpesona. Haha.
Kita lihat saja, Nania. Setelah ini Jovan pasti akan jatuh ke pelukanku dan memutuskan hubungannya denganmu. Heh, kau pikir hanya kau saja apa yang bisa berpenampilan seksi. Aku juga bisa, batin Krystal sesaat sebelum membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Jovan dingin. Tanpa harus melihat siapa yang membuka pintu Jovan bisa langsung tahu itu ulah siapa. Krystal, sudah pasti dia pelakunya.
"Em Jo, malam ini kau ....
"Aku sibuk. Dan malam ini aku ada janji untuk keluar bersama Nania!" ucap Jovan langsung memotong perkataan Krystal. Setelah itu Jovan menatapnya. Jijik, itu yang Jovan rasakan begitu melihat penampilan Krystal. Namun sejijik apapun Jovan sekarang, dia masih berusaha menahan diri agar tidak memaki perempuan ini. Dan yang Jovan lakukan hanyalah diam sambil menatap dingin ke arah Krystal yang sedang tersenyum-senyum tidak jelas.
Yess, kena kau Jovan. Sudah aku duga kau pasti akan jatuh cinta begitu melihat penampilanku yang seksi ini. Heh, Nania-Nania. Sepertinya kekalahanmu sudah ada di depan mata. Kasihan, batin Krystal kegirangan.
"Sebagai sekertaris magang," jawab Krystal pelan. Mendadak perasaannya jadi tidak enak melihat cara Jovan menatapnya.
"Benar. Kau adalah seorang sekertaris magang yang sedang bekerja di perusahaanku," ucap Jovan lagi. "Dan jika benar kau tahu posisimu adalah seorang sekertaris, lalu kenapa kau berpakaian seperti wanita yang ingin datang ke klub malam? Memakai rok yang begitu pendek dengan kemeja yang sengaja di biarkan terbuka bagian atasnya. Kau sebenarnya ingin pergi bekerja atau menghibur orang, hah?!"
Skak matt. Wajah Krystal menjadi merah padam begitu mendapat teguran dari Jovan. Sambil menahan rasa malu yang sangat luar biasa, cepat-cepat Krystal mengancingkan kemejanya kemudian menarik turun roknya ke bawah. Tanpa bisa berkata-kata, Krystal hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan Jovan. Dia syok, sama sekali tidak menyangka kalau Jovan akan bereaksi seperti ini. Padahal di awal tadi Krystal sempat merasa sangat senang karena dia pikir diamnya Jovan adalah karena terpesona melihat penampilannya yang seksi seperti Nania,tapi ternyata bukan. Jovan marah, dia membenci penampilannya yang seperti ini.
"Krys, aku harap kau tidak salah memahami teguran dariku. Ini aku lakukan agar karyawan lain tidak mencontoh cara berpakaianmu yang sangat tidak sopan. Sebagai seorang bos, aku wajib berlaku adil kepada siapapun yang bekerja padaku. Termasuk dirimu!" ucap Jovan berusaha melunak melihat Krystal yang terus menundukkan kepala karena malu.
__ADS_1
"Aku minta maaf, Jo. Aku ... aku tidak tahu kalau penampilanku yang sekarang membuatmu merasa tidak senang. Sungguh!" sahut Krystal lirih. Dia benar-benar sangat malu sekarang.
"Karena itulah aku memperingatkanmu agar tidak mengulangi hal ini di lain waktu. Apa penilaian orang nanti jika mereka tahu kalau sekertaris yang sedang magang di perusahaanku suka berpenampilan tak senonoh. Mereka pasti akan berpikir kalau aku adalah seorang bos yang mesum!"
Jovan kemudian menggerutu kesal. Dan ternyata hal itu membuat Krystal tersinggung. Krystal kemudian protes, merasa tak terima di anggap telah mencemari pemandangan kantor karena mengenakan pakaian seksi.
"Jovan, aku tahu aku salah dan aku pun sudah meminta maaf. Tapi kenapa kau terus memojokkan aku dengan kata-kata seperti itu? Kau pikir hanya aku saja apa yang suka berpenampilan seksi seperti ini di kantor. Masih ada orang lain juga asal kau tahu!"
"Siapa orang itu?" tanya Jovan kaget mendengar penuturan Krystal.
"Nania," jawab Krystal dengan menggebu-gebu.
Jovan langsung menutupi mulutnya menggunakan tangan begitu mengetahui siapa orang yang di maksud oleh Krystal. Setelah itu Jovan menyender ke kursi kerjanya, lalu menatap tak percaya ke arah Krystal yang kini terlihat begitu marah.
"Krystal, kau tahu tidak siapa Nania?"
Hening. Krystal diam tak mau menjawab. Lidahnya terlalu mahal untuk menyebut kalau Nania adalah kekasihnya Jovan. Dia tidak terima itu.
"Nania itu kekasihku, dan Nania bukan bagian dari perusahaan ini. Jadi dia bebas mengenakan pakaian apapun sesuka hatinya saat datang kemari. Berbeda denganmu. Kau adalah sekertaris magang di sini, jadi kau harus mematuhi peraturan yang sudah ku buat, sama seperti para karyawan yang lain. Paham?"
Jovan tak kuat lagi menahan tawanya saat Krystal keluar dari ruangannya dengan wajah yang sangat amat merah. Bagaimana tidak malu! Krystal dengan sengaja ingin menjatuhkan nama Nania di hadapan Jovan di mana Nania bukanlah pekerja di perusahaan ini. Sudah pasti hal tersebut sangatlah menggelitik hatinya Jovan. Ada-ada saja. Nania mungkin bukan bagian dari perusahaan ini, tapi Nania akan menjadi istri dari pemilik perusahaan. Yaitu Jovan. Haihhh.
__ADS_1
*******