My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
59. Resiko Orang Cantik


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜


***


"Selamat sore, Nona Nania!"


"Selamat sore. Terima kasih sudah repot-repot menyapa," sahut Nania sembari mengedipkan sebelah matanya pada seorang karyawan pria yang baru saja menyapa. Saat ini Nania tengah berada di perusahan Jovan, dan dia berniat memberitahu kekasihnya itu tentang insiden lucu yang terjadi di kampus. Tak lupa juga Nania membawa oleh-oleh yang telah di persiapkannya secara khusus di mana ada Krystal dan teman-temannya yang sedang di interogasi oleh Marcell dan para mahasiswa yang lain. Nania yakin, Jovan pasti akan merasa sangat terhibur setelah melihat rekaman video tersebut. Haha.


Sambil mengibaskan rambut panjangnya, Nania melangkah masuk ke dalam lift. Dia tak ambil pusing saat ada beberapa karyawan wanita yang mulai berbisik-bisik di belakangnya. Biasalah, resiko orang cantik. Di mana-mana pasti akan selalu membuat para wanita sibuk bergunjing karena iri.


Ting


Segera Nania melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari dalam lift begitu pintu terbuka. Dan sebelum pergi menuju ruangannya Jovan, Nania menyempatkan diri untuk berbalik menatap para wanita yang masih sibuk menggosip.


"Ekhmmm, Nona-Nona sekalian. Aku tahu aku ini cantik dan menarik, tapi kalian tidak perlulah memujiku lewat cara berbisik seperti itu. Katakan saja secara langsung. Karena dari yang aku tahu, mereka yang suka membicarakan orang lain di belakang adalah orang yang memiliki banyak penyakit hati. Dan aku rasa kalian adalah salah satu dari orang tersebut. Benar tidak?" sindir Nania secara terang-terangan. "A, satu lagi. Kalian berada di sinikan untuk bekerja, Jovan pasti akan sangat marah jika tahu kalau anak buahnya malah lebih aktif bergosip ketimbang berburu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena kebetulan aku akan pergi ke ruangannya, nanti aku akan memberitahukan Jovan tentang sikap kalian. Kalau begitu aku pergi dulu ya? Daaahhhh," ....


Kalian pasti bisa membayangkan sendiri bukan betapa paniknya para karyawan itu setelah di ancam akan dilaporkan pada atasan mereka oleh Nania. Tapi yang tidak mereka tahu, Nania sebenarnya tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya itu. Dia hanya iseng mengerjai mereka saja. Hehe.


"Jovan, lihat apa yang aku bawa untukmu!" seru Nania begitu dia membuka pintu ruangan Jovan. Setelah itu Nania mengerutkang kening melihat Jovan yang sedang duduk berhadapan dengan dua orang tamu yang tidak Nania kenal. Tak hanya mereka saja, di sana juga ada ayahnya Jovan yang terlihat tegang dalam duduknya.


"Siapa gadis itu, Jo?" tanya Aileen sambil menatap lekat seorang gadis yang baru saja menerobos masuk ke dalam ruangan ini.

__ADS_1


"Dia Nania. Kekasihku," jawab Jovan tanpa ragu. Dia lalu melambaikan tangan pada Nania, meminta agar gadis itu datang mendekat.


"Oh, jadi dia yang bernama Nania?" ucap Kendy dengan nada suara yang cukup tinggi. "Tidak kusangka aku akhirnya bisa bertemu langsung dengan gadis nakal yang sudah lancang memfitnah putri kesayanganku. Cihhh!"


Nania duduk di samping Jovan sambil terus memperhatikan orang yang baru saja menyebutnya sebagai gadis nakal. Karena tak merasa mengenal orang tersebut, Nania memutuskan untuk bertanya saja pada Jovan. Dia merasa ada yang janggal dengan perkataan pria asing ini. Sungguh. "Jo, Paman ini siapa? Kenapa nada suaranya terdengar seperti sedang menuduhku?"


"Beliau adalah orangtuanya Krystal. Namanya Paman Kendy dan Bibi Aileen," jawab Jovan dengan santai.


"Oh, jadi mereka orangtuanya Krystal ya? Pantas saja mereka langsung bersikap aneh setelah mendengar namaku!" cibir Nania. Setelah itu Nania dengan sangat berani menatap bergantian ke arah ayah dan ibunya Krystal, sudah paham mengapa kedua orang ini terlihat sangat membencinya. "Paman, Bibi. Apa Krystal memberitahu kalian kalau aku telah memfitnahnya?"


"Tutup mulutmu, Nania. Kami tidak sudi di panggil dengan sebutan Paman dan Bibi oleh gadis rendahan sepertimu. Paham kau?" hardik Kendy penuh emosi.


"Jika kalian menolak di panggil Paman dan Bibi, haruskah aku memanggil kalian dengan sebutan Kakek dan Nenek buyut saja?" ledek Nania. Heh, tidak anak tidak orangtua, mereka sama-sama arogannya. Pantas saja Krystal tumbuh menjadi gadis yang sangat angkuh, ternyata karena memang sudah dari bibitnya yang seperti ini. Sayang sekali. Hmm.


Wajah Kendy dan Aileen berubah menjadi merah padam setelah mereka dihina oleh gadis ingusan bernama Nania ini. Dan kekesalan mereka semakin bertambah saja melihat sikap Ardan dan Jovan yang terkesan acuh tak mau membela. Sebagai orang yang kenal cukup dekat dengan mereka, sudah pasti hal ini membuat Kendy kian meradang. Teman lamanya ini seolah tak menganggap keberadaannya lagi meski sebelumnya mereka pernah memiliki rencana untuk menjodohkan Krystal dan Jovan.


"Ardan, awalnya aku memang ingin menjodohkan Krystal dan Jovan. Tapi setelah melihat sikap kalian sekarang, aku berubah pikiran. Aku kira kau dan putramu itu adalah yang terbaik untuk putriku, ternyata bukan. Sungguh sulit untuk di percaya kalau kau lebih memilih untuk membiarkan Jovan berhubungan dengan gadis rendahan seperti Nania ketimbang menjodohkannya dengan putriku yang sudah jelas bibit, bebet, dan bobotnya. Aku yakin, gadis ini pasti berasal dari keluarga miskin yang tidak berpendidikan. Orangtuanya pasti sangatlah bodoh karena membiarkannya tumbuh liar seperti ini. Kau benar-benar sangat mengecewakan, Ardan. Menyesal aku pernah menjodohkan anak-anak kita. Huh!" amuk Kendy sambil menatap sengit ke arah Jovan dan Nania.


"Kendy, kau telah salah mengartikan sikapku. Di awal kita membicarakan perjodohan Krystal dan Jovan, aku tidak tahu kalau Jovan telah menjalin hubungan dengan Nania. Aku saja kaget saat Jovan memberitahukan hubungan mereka yang sebenarnya!" sahut Ardan berusaha meluruskan kesalah-pahaman yang sedang terjadi. "Dan satu lagi. Nania itu tidak seperti yang kau pikirkan. Dia gadis baik-baik, juga berasal dari keluarga yang baik pula. Tolong kau jangan bicara sembarangan tentangnya. Aku tidak suka!"


"Apa kau bilang? Tidak suka? Hah! Sulit kupercaya!"

__ADS_1


Aileen segera berdiri saat Kendy tiba-tiba bangkit dari duduknya. Dia lalu menahan lengannya yang ingin menghampiri Nania.


"Biarkan saja kalau Paman ingin memukulku, Bi. Kita lihat, seberapa lama dia mampu berdiri begitu melayangkan serangan padaku. Lepaskan saja. Lepas dan biarkan dia melakukan apa yang di inginkannya!" ucap Nania meminta ibunya Krystal agar jangan menahan suaminya. Andai terlihat, saat ini ubun-ubun Nania sudah mengeluarkan asap tebal setelah mendengar perkataan ayahnya Krystal yang dengan begitu berani merendahkan harga diri kedua orangtuanya. "Heh, tadinya aku ingin bersikap sopan pada kalian berdua. Tapi karena kalian berani memandang rendah cara Ayah dan Ibuku dalam mendidikku, maka jangan salahkan aku kalau aku tak sudi menghormati kalian lagi!"


Dengan cepat Jovan mencegah Nania yang ingin balas menyerang ayahnya Krystal. Nania adalah seorang atlet bela diri, ayahnya Krystal bisa babak belur di tangan Nania jika Jovan tak segera menghentikannya.


"Kau lihat itu, Ar. Gadis ini begitu liar, kau yakin akan tetap membiarkannya bersama Jovan?" ucap Kendy cukup kaget melihat keberanian Nania.


"Ken, aku rasa sebaiknya kau dan Aileen pulang saja. Maaf, aku bukannya mengusir kalian. Tapi kata-katamu tadi sudah sangat keterlaluan. Aku khawatir ada hal buruk yang terjadi kalau kau tidak segera pergi dari sini. Tolonglah. Ya?" bisik Ardan membujuk Kendy agar pergi dari sana. Ardan cukup ngeri melihat sorot mata Nania yang begitu membara. Dan takutnya Nania akan mengadu pada keluarganya tentang hinaan yang dilontarkan oleh Kendy. Ardan tak ingin Kendy terlibat masalah besar dengan orang-orang yang berada di belakang Nania. Dia tak mau itu.


Tak mau Kendy salah mengambil langkah, Aileen pun membujuknya untuk pergi saja. Karena jujur, bulu kuduk Aileen berdiri semua melihat cara Nania menatap suaminya. Dia merasa kalau gadis ini seperti ingin melenyapkan suaminya. Sungguh.


"Paman, kenapa Paman membiarkan mereka pergi? Urusan kami belum selesai!" protes Nania sambil menatap galak ke arah ayahnya Jovan.


"Nania, mereka sudah tua. Paman hanya ingin mencegahmu dari tindakan yang salah. Tolong mengerti ya?" sahut Ardan dengan sabar.


"Omong kosong. Awas!"


Jovan mengaduh cukup keras saat tulang rusuknya disikut oleh Nania. Tubuhnya sampai terdorong ke belakang saking tak menduganya Jovan kalau Nania akan menyerangnya seperti ini. Belum juga hilang rasa sakitnya, Jovan sudah lebih dulu di buat panik saat Nania pergi begitu saja dari ruangannya. Dia kemdian bergegas menyusul Nania keluar.


Kendy-Kendy, kau akan berada dalam masalah besar jika Nania sampai mengadukan kejadian ini pada keluarganya. Berdoalah agar Jovan berhasil membujuk Nania dan membawanya kembali ke sini. Hmmm, ujar Ardan dalam hati.

__ADS_1


***


__ADS_2