
Tak terasa hukuman yang Krystal jalani akhirnya terlewati juga. Dan tanpa terasa juga ada banyak sekali kejadian yang harus dia alami sejak memutuskan untuk membully Nania. Ah, lagi-lagi gadis rendahan itu. Kalau saja Nania tidak muncul di hidup Jovan, Krystal yakin sekali kalau sekarang dia dan pria tampan itu pasti sudah bertunangan. Namun gara-gara Nania sekarang dia harus rela meneguk racun yang sangat luar biasa pahit di mana tak ada lagi celah untuk sekedar mencuri perhatian Jovan. Menyedihkan sekali, bukan? Tapi bukan Krystal namanya kalau akan mengaku kalah begitu saja. Selama Jovan dan Nania belum menikah, maka Krystal akan melakukan segala macam cara untuk memisahkan mereka berdua. Termasuk membunuh Nania sekalipun. Hahaha.
"Fyuuhhh, akhirnya beres juga," ucap Krystal setelah selesai mempersiapkan barang apa saja yang akan dia bawa ke kampus besok pagi. Dua minggu dia tidak bertemu dengan para mahasiswa pengagumnya, jadi mempersiapkan yang terbaik merupakan hal paling penting yang harus Krystal lakukan malam ini.
Krystal kemudian berjalan menuju ruang pakaian lalu memilah stelan mana yang cocok untuk dia kenakan besok pagi. Teringat akan Nania yang suka sekali memakai pakaian ketat dan seksi, Krystal jadi terpikir untuk mengikuti gaya gadis murahan itu. Dan tentunya dengan di dukung oleh brand-brand ternama di mana Nania tidak akan mungkin sanggup untuk membelinya.
Hmmm, sayang sekali. Andai saja Krystal tahu kalau Nania hanya perlu menjentikan jari saja untuk bisa memiliki semua barang branded keluaran terbaru, di jamin Krystal pasti akan terkena serangan jantung saat itu juga. Kasihan. Sikapnya yang kelewat angkuh membuat Krystal jadi tidak bisa melihat kalau gadis cantik dan seksi sekelas Nania sangatlah alergi mengenakan pakaian murah. Ini kata Nania ya, bukan kata penulis. 😎
"Owh, kalau dilihat-lihat aku sebenarnya seribu kali lebih seksi daripada Nania. Buktinya pantatku jauh lebih sintal daripada miliknya. Tapi kenapa para mahasiswa itu seperti akan meneteskan air liur mereka setiap kali melihat Nania melenggak-lenggokkan bokong? Aneh," gumam Krystal sambil menatap pantulan tubuhnya di depan cermin. Saat ini dia tengah memakai kemeja model croftop yang di padupadankan dengan rok pendek sejengkal di atas lutut. Dengan bentuk tubuh yang sangat proposional harusnya Krystal bisa lebih unggul dari Nania. Tapi kenapa orang-orang ....
Hisssshhh, membayangkan wajah palsu gadis itu membuat moodku jadi memburuk. Sialan sekali sih.
Krystal kemudian menoleh ke arah pintu kamar yang tiba-tiba dibuka oleh seseorang. Ternyata ayahnya yang datang. Dia yang masih memendam kesal pada sang ayah lantas mengabaikan kedatangannya dengan menyibukkan diri mencoba ini dan itu. Biar saja. Siapa suruh menjadikannya tahanan rumah sehingga harus kabur diam-diam hanya untuk mencari kesenangan. Huh.
__ADS_1
"Krystal, apa kau masih marah pada Ayah?" tanya Kendy seraya menatap lekat gadis cantik yang tengah sibuk mematut diri di depan cermin. Dia lalu menghela nafas panjang saat gadis ini hanya diam tak menjawab. "I'm sorry. Ayah terpaksa melakukan ini semua karena Ayah tidak mau kau melihat sesuatu yang bisa membuat hati menjadi semakin sakit. Ayah hanya mencoba untuk melindungi putri Ayah saja. Sungguh!"
"Maksud Ayah apa?" Krystal balik bertanya. Di tatapnya wajah sang ayah dari pantulan cermin di hadapannya. Jujur, Krystal merasa penasaran sekali mengapa sang ayah melakukan hal itu.
"Krys, Ayah tahu kau sangat menyukai Jovan. Dan Ayah juga mengerti kau merasa kecewa saat Ayah menolak untuk mendesak pihak kampus agar mengeluarkan Nania dari sana. Maaf, untuk yang satu ini Ayah benar-benar minta maaf sekali. Sedang untuk yang masalah Jovan Ayah hanya tidak mau melihatmu bertambah semakin sedih jika melihat langsung bagaimana Jovan dan keluarganya sangat welcome terhadap gadis liar itu. Jelas-jelas kau ribuan kali lebih unggul darinya tapi entah mengapa mereka semua malah mengabaikanmu. Sebagai orangtua Ayah sangatlah tidak terima. Jadi untuk melindungimu Ayah sengaja meminta Ibu agar tidak membiarkanmu keluar rumah sampai keadaan mereda. Akan tetapi ....
Mendadak jantung Krystal jadi berdegub kuat saat sang ayah menjeda perkataannya. Yakin ada sesuatu yang terjadi, dia segera membuang asal satu dress cantik dari tangannya kemudian bergerak mendekat.
"Ada apa, Ayah? Apa yang terjadi?" cecar Krystal penasaran.
"Apa?? Rhea menghina Ayah dan Ibu?"
Brengsek! Apa-apaan gadis kolot itu. Berani sekali dia mengganggu ketenangan orangtuaku. Lancang!
__ADS_1
"Krystal, mulai sekarang Ayah mencabut semua hukuman yang ada. Kau pikirkanlah cara untuk membalas kedua gadis sundal itu. Jika membutuhkan bantuan, beritahu Ayah saja. Kali ini Ayah pasti akan membantumu!" ucap Kendy penuh keyakinan.
"Benar Ayah akan membantuku?" tanya Krystal memastikan. Agak mengejutkan, tapi syukurlah karena sekarang dia jadi mendapatkan dukungan. Hahaha.
"Iya. Tapi jika berhubungan dengan pihak kampus jujur saja Ayah tidak bisa melakukan. Ayah adalah seorang pembisnis, Ayah khawatir dampak dari keluarnya Nania bisa berimbas pada nama baik dan juga reputasi perusahaan. Kau mengerti itu 'kan?" jawab Kendy sedikit memberi batasan tentang bantuan yang akan dia berikan.
"Baiklah itu tidak masalah," sahut Krystal tak lagi merasa kesal karena sang ayah masih tidak bisa menggunakan kekuasaannya untuk mendepak Nania dari kampus.
"Ya sudah kalau begitu Ayah keluar dulu. Jangan lupa untuk terus berhati-hati saat mulai mengerjai kedua gadis itu. Walau masih berkuasa keluarga kita, tapi ayahnya Jovan pasti tidak akan tinggal diam jika ada yang ingin melukai putrinya. Pesan Ayah kau lakukan hal yang sewajarnya saja, Krys. Anggaplah kalau kau sedang bermain petak umpet dengan mereka. Dan ingat, kau jangan sampai melakukan tindakan yang berbau kriminal karena itu akan sangat berbahaya sekali. Mengerti?"
Krystal mengangguk. Andai saja ayahnya tahu tindak kriminal apa yang hampir dia lakukan, di jamin ayahnya pasti akan langsung marah besar. Sayangnya itu semua gagal dilakukan karena ulah sang ibu. Kalau saja ibunya tidak mengetahui rencana ini, sekarang Krystal pasti sedang mereguk kemenangan besar karena berhasil mencelakai Nania dan kedua sahabatnya. Juga Jovan. Entah apa yang terjadi. Tanpa di duga-duga pria itu malah datang ke klab dan tidak membiarkan Nania pulang naik mobilnya. Haihhh, tapi ya sudahlah. Walaupun gagal tapi setidaknya dia bisa mendengar kabar baik karena Susan dan Tasya dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan mobil. Sungguh suatu kebetulan yang sangat menyenangkan sekali, bukan?
"Lihat, Nania. Pucuk di cinta ulampun tiba. Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang menghampiri. Tunggu saja. Kali ini aku tidak akan main halus lagi. Dan untukmu Rhea. Cihhh! Aku bersumpah aku pasti akan membalas penghinaan yang telah kau lakukan pada Ayah dan Ibuku. Kau boleh saja adiknya Jovan, tapi sayangnya status itu tidak akan membuatku gentar untuk membuat perhitungan dengan gadis brengsek sepertimu. Tunggu saja!" geram Krystal dengan penuh keyakinan. Rhea dan Nania. Secepatnya kedua gadis ini akan dia bereskan. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja. Haha.
__ADS_1
***