
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
Krystal dan teman-temannya bergegas menghampiri Rhea yang kala itu menelpon dan meminta pertolongan dari mereka. Krystal khawatir, tapi itu hanya sebatas kepura-puraan saja. Tadi saat Rhea menelpon, Krystal dan teman-temannya sedang sibuk berbelanja di toko tas. Namun karena Krystal ingat kalau Rhea adalah jalan pintas yang bisa dia gunakan untuk terus memantau informasi tentang hubungan Jovan dan Nania, dia dengan sangat terpaksa menghentikan kesenangannya kemudian pergi menghampiri Rhea yang ternyata sedang duduk sendirian di dekat parkiran mobil.
"Rhea, kau kenapa malah di sini. Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Krystal sambil memperhatikan Rhea yang terlihat seperti orang yang sedang ketakutan. Dia curiga.
Anak ini kenapa ya? Sikapnya kenapa aneh sekali, batin Krystal.
"Krys, aku baru saja bertemu dengan Nania. Dan ... kami bertengkar hebat," jawab Rhea terbata. Telapak tangannya terasa begitu dingin, Rhea benar-benar sangat takut sekarang.
"Kau bertemu dan bertengkar dengan Nania? Di mana?"
"Di pintu masuk mall ini. Tadi saat aku datang, aku tidak sengaja berpapasan dengan Nania dan kedua temannya. Setelah itu kami terlibat adu mulut kemudian aku tak sengaja mencakar wajahnya. Nania terluka, Krys. Aku takut sekali!"
Mata Krystal dan teman-temannya langsung membelalak lebar begitu mendengar cerita Rhea. Namun sedetik kemudian, seulas senyum miring muncul di bibir Krystal. Walaupun dia cukup kaget akan apa yang dilakukan Rhea pada Nania, tapi itu tak memungkiri fakta kalau Krystal merasa sangat bahagia mengetahui Nania terluka. Kapan lagi coba dia bisa mendengar kabar sebaik ini tanpa Krystal harus terlibat langsung. Jadi tidak masalah kan kalau sekarang Krystal merasa di untungkan atas kebodohan yang dilakukan oleh Rhea. Haha.
"Krystal, aku harus bagaimana sekarang. Nania bilang dia akan melaporkan perbuatanku pada Kak Jovan beserta Ayah dan juga Ibu. Aku takut, Krys. Mereka pasti akan memarahiku habis-habisan sepulang dari sini nanti!" ucap Rhea pelan. Bola matanya bergerak-gerak gelisah, dia sangat tidak tenang sekarang.
"Rhe, jangan panik. Apa yang telah kau lakukan pada Nania itu sudah sangat benar. Jadi sekalipun dia melapor pada keluargamu, kau tinggal mencari alibi saja untuk membela diri. Katakan pada mereka kalau apa yang kau lakukan hanyalah bentuk untuk melindungi diri dari kebrutalan Nania yang ingin kembali menyerangmu seperti waktu itu. Mudah 'kan?" sahut Krystal membantu Rhea mencari jalan keluar. Kalau rencana ini berhasil, nama Nania pasti akan langsung jelek di hadapan orangtua Jovan dan Rhea. Dan ya, kalian bisa bayangkan sendiri lah keberuntungan akan jatuh ke tangan siapa. Hmmm.
__ADS_1
"Tapi Krys, keluargaku mana mungkin percaya dengan apa yang akan aku katakan nanti. Hati dan pikiran mereka selalu menganggap Nania yang paling benar. Aku rasa alasan ini tidak akan berhasil!"
"Hei, jangan patah semangat dulu. Jovan tidak mungkin tidak tahu kalau Nania itu pandai bela diri. Dengan kau mengatakan kalau masalah ini terjadi karena Nania yang pertama kali ingin menyerangmu, aku rasa mereka akan percaya-percaya saja. Jangan khawatir, Rhe. Siapapun Nania, dia tetaplah orang luar. Jadi kau hanya perlu memoles omongan saja supaya Ayah, Ibu dan juga Jovan mau percaya padamu. Oke?"
Rhea terdiam lama. Dia lalu menatap Krystal, mencoba meyakinkan diri untuk mengikuti saran darinya. Namun, jauh di lubuk hatinya Rhea, entah kenapa dia merasa kalau Krystal begitu ingin dia memainkan alibi seperti ini. Dia seakan di paksa untuk menjatuhkan nama Nania di hadapan keluarganya. Bukannya Rhea tidak mempercayai Krystal, bukan. Dia hanya merasa kurang nyaman saja karena bagaimana pun Rhea-lah yang telah melukai Nania. Sebenci-bencinya dia pada gadis itu, Rhea tetap sadar kalau apa yang dia lakukan sangatlah salah. Karena tanpa sengaja Rhea telah merusak sebuah aset yang selama ini menjadi kebanggaan banyak para gadis, termasuk dirinya juga.
Aku kenapa jadi berpikiran jelek tentang Krystal sih. Tidak mungkin kan dia ingin memanfaatkan keadaan dengan memintaku untuk menjelekkan Nania di hadapan Ayah, Ibu dan Kak Jovan. Astaga, apa-apaan lah aku ini. Krystal gadis yang baik, dia tidak mungkin memanfaatkan aku hanya untuk kepentingannya sendiri. Tidak mungkin, ujar Rhea dalam hati.
Melihat Rhea yang terdiam membuat Krystal tertawa dalam hati. Dia yakin sekali kalau Rhea pasti akan melakukan seperti apa yang dia perintahkan barusan. Ya hitung-hitung untuk membayar ganti rugi karena telah mengganggu kesenangannya tadi.
"Krystal, ayo kita masuk ke dalam. Aku belum puas melihat-lihat tas di toko tadi!" ucap Sintia mengajak Krystal untuk kembali masuk ke dalam mall. Dia sedikit kurang menyukai gadis aneh yang bernama Rhea itu.
"Baiklah," sahut Rhea. Dia kemudian berdiri, menggaet lengan Krystal kemudian berjalan beriringan masuk ke dalam mall.
Awalnya Krystal dan teman-temannya sangat bersemangat saat datang ke mall ini. Tapi setelah Rhea datang, suasananya jadi berubah. Ya bagaimana. Rhea sama sekali tak mau menyapa ataupun berkenalan dengan teman-temannya Krystal. Malah Rhea terkesan cetus dengan selalu melirik sinis ke arah mereka.
"Krys, apa teman-temanmu itu sanggup membeli tas yang di jual di toko ini?" bisik Rhea setelah masuk ke salah satu toko tas branded.
"Untuk hari ini aku yang membayar semua barang belanjaan mereka, Rhe. Lagipula teman-temanku itu tidak ada yang miskin. Mereka semua adalah anak orang kaya," sahut Krystal sedikit tersinggung mendengar perkataan Rhea. Dia tidak terima teman-temannya di pandang rendah.
Cihhh, pantas saja tidak ada orang yang mau berteman denganmu, Rhe. Kelakuanmu saja sangat minus, menganggap semua orang rendah hanya karena mereka terlihat bahagia melihat ini dan itu. Kalau begini ceritanya, percuma saja kau memiliki paras cantik dan juga keluarga yang sangat kaya kalau kau sendiri tak pernah bisa bersosialisasi dengan orang lain. Dan jika bukan karena terpaksa, aku juga tidak akan sudi berteman dengan gadis kolot sepertimu. Hih, batin Krystal jengkel.
__ADS_1
"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan sudi membelanjakan mereka seperti ini. Buang-buang duit!"
"Hei, kau ini sebenarnya kenapa, Rhe. Uang uangku, kenapa kau sewot. Lagipula aku tidak akan jatuh miskin hanya karena menyenangkan orang-orang yang telah setia padaku. Asal kau tahu saja. Sebelum datang kemari, mereka semua baru saja membantuku menyelesaikan suatu masalah. Memangnya kau yang datang-datang langsung meminta pertolongan karena ketakutan setelah melukai Nania. Jadi tolong hati-hati ya saat bicara tentang mereka. Hihh, pantas saja kau tidak punya teman. Sikapmu begitu buruk, wajar jika tidak ada orang yang mau dekat denganmu. Awas ah!" sahut Krystal emosi sambil menepis tangan Rhea yang sedang menggaet lengannya. Dia sudah habis kesabaran mendengar teman-temannya terus di hina.
Rhea tergugu melihat sikap Krystal yang tiba-tiba berubah menjadi sangat ketus. Dan jujur, Rhea sangat amat terkejut mendengar Krystal tega mengatainya seperti itu. Padahal niat Rhea itu baik, hanya ingin mengingatkan saja agar jangan terlalu royal pada orang lain. Tapi kenapa Krystal malah membalasnya dengan kata-kata yang begitu menyakitkan?
Apa mungkin ini yang di maksud oleh Nania dan Kak Jovan tentang sikap buruknya Krystal? Tapi tidak mungkin dia seperti itu. Apa jangan-jangan Krystal marah karena ucapanku tadi ada yang menyinggung perasaannya ya? Makanya dia jadi bersikap kasar padaku, ujar Rhea bertanya-tanya dalam hati.
Setelah berpikir cukup lama, Rhea akhirnya memutuskan untuk meminta maaf pada Krystal. Dia berusaha legowo untuk mengakui kesalahannya karena tak ingin hubungan mereka menjadi buruk.
"Krys, aku minta maaf ya jika ucapanku tadi ada yang menyakiti hatimu. Aku tidak bermaksud. Sungguh!"
Krystal sebenarnya kesal. Namun saat teringat dengan tujuannya yang belum tercapai, dia mencoba untuk bersabar dengan memaafkan Rhea. Karena biar bagaimana pun, Krystal masih sangat membutuhkan bantuan gadis bodoh ini untuk menghancurkan Nania.
"Tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya, Rhe. Mereka teman-temanku, aku tidak suka jika ada yang menghina mereka!"
"Baiklah. Aku janji akan lebih berhati-hati lagi saat ingin membicarakan mereka,"
Krystal dan Rhea akhirnya saling berpelukan setelah salah paham itu terselesaikan. Namun, Rhea tidak pernah tahu kalau gadis yang sedang memeluknya menyimpan sejuta rencana licik yang bisa merugikannya di suatu hari nanti. Dia hanya tahu Krystal adalah gadis baik yang begitu peduli pada teman-temannya. Krystal bukan gadis jahat.
***
__ADS_1