My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
39. Hanya Dimanfaatkan


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? 💜💜💜


***


Dengan tatapan yang sangat datar Jovan memperhatikan video yang semalam di kirim oleh Nania. Sengaja dia melihatnya di kantor karena semalam dia terlalu sibuk memikirkan hatinya yang sedang membuncah.


"Aku tidak percaya Rhea bisa sebegini mudah di kelabui oleh Krystal. Hmmm, kasihan juga dia," gumam Jovan sambil meletakkan ponselnya di atas meja.


Di dalam video itu, terlihat Krystal yang hanya duduk diam saat Rhea dan Nania terlibat baku hantam. Namun ekpresi Krystal seolah menunjukkan kalau dia begitu senang menyaksikan pertengkaran yang sedang terjadi di hadapannya. Dan seperti yang Nania bilang, rekaman video itu tak sengaja menangkap gerak bibir Krystal yang seperti sedang menahan senyum ketika Rhea kesulitan menghadang pukulan Nania. Benar-benar gadis yang sangat jahat. Terhadap teman sendiri pun dia bisa setega ini, pantaslah jika Nania begitu tak menyukainya.


"Apa yang harus aku lakukan ya agar Rhea percaya kalau Krystal itu adalah gadis yang licik?" ujar Jovan sambil menggosok dagu bawahnya. "Astaga. Kenapa aku bisa lupa menunjukkan video ini pada Rhea. Pantas saja aku merasa seperti ada yang kurang. Jovan-Jovan, usiamu masih begini muda tapi kenapa kau sudah pikun? Haihh, sialan!"


Jovan merutuki kebodohannya sendiri yang lupa memberitahu Rhea tentang video ini pagi tadi. Dia lalu melihat ke arah jam di pergelangan tangannya.


"Sebentar lagi jam istirahat, apa sebaiknya aku pergi menemui Rhea di tempat kerjanya saja ya. Bisa gawat jika Nania sampai menanyakan apakah aku sudah memberitahukan tentang video itu atau belum. Dia pasti akan mengomeliku tujuh hari tujuh malam nanti!"


Tak ingin dimusuhi oleh Nania, Jovan pun bergegas pergi mengunjungi Rhea. Dia berniat mengajak Rhea untuk makan siang bersama sekaligus memperlihatkan rekaman video yang di ambil oleh Tasya. Sambil melajukan mobilnya, Jovan mengirim pesan pada Rhea kalau dia ingin mengajaknya makan siang dan sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Tak lupa juga Jovan mengirimkan pesan manis untuk kekasihnya tercinta.


"Oh, kalau begitu selamat berjuang sugar daddy-ku. Pastikan Rhea mau memutuskan hubungan pertemanannya dengan Krystal. Beritahu dia kalau Krystal adalah nenek sihir bermuka dua. Oke?"


Kalau saja Jovan tak hati-hati, dia pasti sudah menabrak mobil lain saat membaca pesan balasan dari Nania. Mulut kekasihnya itu benar-benar ya. Ada saja julukan aneh yang Nania tujukan untuk Krystal. Menggemaskan.


Tak berapa lama kemudian sampailah Jovan di tempat kerja Rhea. Sebelah alisnya langsung terangkat ke atas begitu melihat Rhea yang ternyata sudah menunggunya. Aneh, entah kenapa Jovan merasa kalau adiknya itu terlihat sangat antusias saat melambaikan tangan ke arahnya. Padahalkan selama ini Rhea terkesan acuh dan juga dingin padanya. Jovan jadi curiga.

__ADS_1


"Hai, Kak!" sapa Rhea begitu mobil kakaknya berhenti.


"Masuklah!" sahut Jovan.


Rhea mengangguk. Segera dia masuk ke dalam mobil sambil sesekali melirik ke arah kakaknya. Jujur, Rhea begitu kaget saat kakaknya tiba-tiba mengirimkan pesan dan mengatakan ingin mengajaknya makan siang bersama. Awalnya Rhea pikir ini hanya candaan. Namun begitu melihat mobil kakaknya datang, senyum bahagia terus mengembang di bibir Rhea. Dia seakan sulit untuk percaya kalau kakaknya benar-benar datang menjemputnya.


"Rhe, menurutmu Krystal itu bagaimana?" tanya Jovan membuka pembicaraan.


"Bagaimana apa maksudnya?" sahut Rhea balik bertanya. Dia kurang paham maksud dari pertanyaan kakaknya barusan.


"Sikapnya terhadapmu," jawab Jovan. Dia kemudian menoleh ke samping. "Kalian berdua kan berteman dekat, aku penasaran seperti apa cara Krystal memperlakukanmu sebagai seorang teman. Apa dia baik?"


"Em, kalau menurutku sih Krystal cukup baik dan dia bisa mengimbangi kemana arah pembicaraanku. Dia juga pintar," ucap Rhea dengan jujur. Dia kemudian menatap kakaknya sambil mengerutkan kening. "Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu tentang Krystal, Kak? Apa Nania yang menyuruhmu?"


Jovan kembali fokus melihat ke arah depan. Jujur, dia merasa kesal saat Rhea langsung menuduh Nania yang membuatnya bertanya tentang Krystal. Namun saat teringat akan kelicikan Krystal, Jovan berusaha menahan diri agar tidak marah. Tadi pagi Nania sudah berpesan padanya untuk bicara baik-baik dengan Rhea, jadi Jovan mau tidak mau harus menahan kekesalannya dulu sekarang.


"Rhe, di dalam ponselku ada sebuah video. Kau carilah lalu cermati isi videonya. Di sana ada alasan kenapa aku bertanya seperti itu tentang Krystal!" ucap Jovan sambil menyerahkan ponselnya pada Rhea. Dia lalu kembali fokus mengemudi.


Dengan raut wajah yang sangat penasaran Rhea segera menuruti ucapan kakaknya. Dia lalu memutar satu video yang ternyata berisi tentang perkelahiannya dengan Nania di restoran waktu itu. Sambil berdecih sinis, Rhea terus menonton video itu sampai selesai.


"Sudah, Kak. Aku sudah menonton videonya sampai akhir!"


"Lalu, apa yang kau lihat?" tanya Jovan.

__ADS_1


"Ck, tidak ada yang penting. Lagipula apa hubungannya sih video itu dengan Krystal. Jelas-jelas di sana Krystal tidak melakukan apa-apa saat aku bertengkar dengan Nania. Jadi di mana salahnya?" sahut Rhea sedikit emosi. Dia benar-benar tidak mengerti mengapa kakaknya meminta dia untuk menonton video konyol tersebut.


Melihat Rhea yang tidak bisa menyadari kelicikan Krystal, Jovan pun menghela nafas. Dia lalu memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Sambil melepaskan seatbelt, Jovan langsung meminta Rhea untuk menjauhi Krystal. Dia tidak mau berbasa-basi lagi.


"Rhe, Krystal bukanlah teman yang baik untukmu. Aku sarankan kau sebaiknya berhenti berteman dengannya atau suatu saat kau akan menyesal. Krystal adalah orang yang licik, Rhea. Dia hanya memanfaatkanmu saja!"


Rhea terdiam sejenak. Namun sedetik kemudian dia tersenyum sinis begitu menyadari alasan mengapa dia diminta untuk menjauhi Krystal.


"Kak, aku tahu Nania adalah kekasihmu. Tapi perlukah kau sampai sebegini patuh menuruti perkataannya? Pasti dia kan yang telah memintamu untuk melarangku agar jangan berteman dengan Krystal lagi? Kurang ajar sekali dia!"


"Rhea, jaga ucapanmu. Nania tidak seburuk yang kau tuduhkan!" bentak Jovan tak terima.


"Kalau memang benar dia tidak seburuk itu lalu kenapa kau tiba-tiba memintaku untuk menjauhi Krystal dan menyebutnya sebagai gadis licik? Ingat, Kak. Krystal adalah anak dari sahabat Ayah. Dia tidak akan mungkin memanfaatkanku. Justru kaulah yang sedang dimanfaatkan oleh Nania. Dia ingin menjadikanmu sebagai budaknya. Sadar Kak, sadar!" sahut Rhea semakin emosi setelah di bentak.


"Sialan. Aku dan Nania itu sedang berusaha untuk menyadarkanmu dari kelicikan Krystal, Rhea. Kenapa malah jadi Nania yang kau salahkan!"


Dada Jovan bergerak naik turun dengan cepat karena menahan emosi. Adiknya ini sangat tidak tahu di untung. Sebegitu percayanya dia pada Krystal sampai tidak bisa menyadari kalau Krystal hanya memanfaatkannya saja. Benar-benar bodoh. Rhea benar-benar sangat bodoh.


"Ck, sudahlah, Kak. Kalau tujuanmu mengajakku pergi makan siang hanya untuk memamerkan kebaikan Nania, lebih baik kita batalkan saja makan siangnya. Aku sudah tidak berselera lagi begitu mendengar kau menyebut namanya!" ucap Rhea dingin. Dia pikir kakaknya datang karena memang ingin menghabiskan waktu dengannya, tapi siapa sangka ternyata ada tujuan di baliknya. Rhea kecewa.


"Oke, siapa takut!" sahut Jovan dengan lantang. "Keluar kau dari mobilku sekarang juga. Dan ingat ini baik-baik, Rhea. Jika suatu hari nanti Krystal sampai melakukan sesuatu yang salah padamu, jangan pernah kau datang meminta bantuan padaku dan juga pada Nania. Kami sudah mencoba untuk menyadarkanmu, tapi responmu sangat mengecewakan. Kau bebal, dan aku sangat amat menyesal sudah datang menemuimu. Keluar sana!"


Rhea syok. Dia tidak percaya kakaknya tega mengusirnya seperti ini hanya demi melindungi gadis sialan itu. Dengan wajah merah padam menahan kesal, Rhea pun keluar dari dalam mobil. Dia lalu menutup pintunya dengan sangat keras sebelum akhirnya dia benar-benar di tinggalkan.

__ADS_1


"Nania, kali ini kau sudah sangat kelewatan. Lihat saja, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu. Dasar tidak tahu diri kau!" umpat Rhea sambil mengeretakkan gigi.


******


__ADS_2