
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
Wajah Krystal dan teman-temannya langsung berubah pucat saat Marcell ingin menyalakan kamera yang di ambil dari dalam tasnya Sintia. Tak mau perbuatan mereka terbongkar di hadapan Nania dan para mahasiswa yang ada di sana, Krystal mencoba untuk merebut kamera tersebut dari tangannya Marcell. Namun nihil. Baru juga Krystal ingin bergerak, Tasya sudah lebih dulu berdiri di hadapannya. Dia lalu menelan ludah melihat seringai tipis yang muncul di bibir juniornya ini.
“Mau apa kau hah?” tanya Tasya . Dia lalu bersedekap tangan, menatap Krystal dengan tatapan menusuk. “Melihat dari gelagatmu, sepertinya di dalam kamera itu ada sesuatu yang ingin kau sembunyikan dari kita semua. Apa dugaanku benar, Krystal?”
“K-kau jangan sembarangan bicara ya. Aku … aku ingin mengambil kamera itu karena di dalamnya ada foto pribadiku bersama dengan teman-temanku. Jadi mana mungkin aku membiarkan Marcell melihat foto-foto kami. Iya kan teman-teman?” jawab Krystal mencoba untuk berkilah. Dia dengan tegang melirik ke arah Sintia yang hanya terdiam dengan wajah pucat pasi.
“Yang dikatakan Krystal benar, Tasya. Di dalam kamera itu ada banyak sekali foto yang tidak boleh dilihat oleh laki-laki. Jadi tolong kembalikan kamera itu padaku ya. Sungguh, tidak ada rahasia apapun di dalamnya selain foto-foto itu. A-aku tidak bohong,” sahut Sintia terbata-bata.
“Benarkah?” Tasya kemudian berbalik menghadap Marcell. Dia lalu mengulurkan tangan meminta agar Marcell menyerahkan kamera itu kepadanya.
Krystal dan teman-temannya dengan perlahan menghela nafas lega saat Marcell menyerahkan kamera mereka pada Tasya. Namun sayang, endingnya tidak seperti yang mereka perkirakan. Alih-alih mengembalikan kamera pada Sintia, Tasya malah meminta mahasiswi lain untuk melihat isi di dalamnya. Sontak saja hal ini membuat Krystal menjadi sesak nafas. Dia takut, sangat amat takut membayangkan konsekuensi yang akan diterimanya nanti jika semua orang sampai melihat rekaman video yang ada di dalam kamera tersebut.
“Santai saja, Krys. Kan yang akan melihat isi kamera itu bukan laki-laki, jadi kau jangan setegang inilah. Santai,” cibir Tasya tergelitik melihat ketakutan di diri Krystal dan juga teman-temannya.
__ADS_1
Tak mau berlama-lama, Nania segera meminta mahasiswi itu untuk melihat isi dalam kamera. Setelah itu Nania berbisik pada Susan meminta agar sahabatnya ini merekam detik-detik dimana Krystal akan merasakan senjata makan tuan yang sebelumnya di tujukan pada Nania. Dia berniat menunjukkan video tersebut pada Jovan, kekasihnya. Pasti sugar daddy-nya itu akan bahagia sekali melihat hadiah yang dia bawa nanti. Hehe.
“Woaahhhh, apa-apaan ini, Krys. Kau bilang di dalam kamera ini berisi foto-foto pribadimu dengan teman-temanmu, tapi kenapa yang aku lihat tidak sesuai dengan yang kau katakan?” pekik si mahasiswi terkejut melihat rekaman video berisi percakapan Krystal yang tengah merencanakan pembullyan pada Nania. Tak mau hanya dia sendiri yang melihatnya, mahasiswi tersebut segera meminta yang lain untuk ikut melihat rekaman tersebut. “Lihat, ternyata memang Krystal yang membully Nania. Tidak kusangka gadis sebaik dia tega melakukan tindakan keji seperti ini. Ayo cepat kalian lihat!”
Tak mau ketingglan, Marcell pun segera melihat video tersebut dengan raut wajah penuh penasaran. Dia sangat tidak menyangka kalau memang Krystal-lah yang telah membully dan menyebarkan video tentang Nania. Sedangkan Tasya, dia berpindah ke sisi Nania sambil mengacungkan jari jempol dari balik tasnya. Rencana mereka berjalan dengan sangat mulus tanpa ada hambatan. Bahkan Krystal tak bisa lagi mengelak meski kemarin dia mencoba membuat alibi dengan sengaja tidak datang ke kampus agar namanya tidak terseret dalam kejadian ini. Tapi bukan Nania, Tasya dan Susan namanya jika mereka tak bisa memutar balikkan fakta dengan menjadikan rencana yang Krystal buat men jadi boomerang untuk dirinya sendiri. Haha.
“Krystal, kau dan teman-temanmu sungguh sangat kelewatan. Nania itu juniormu, kenapa kau tega membullynya hanya karena kami semua lebih menyukai Nania daripada dirimu. Memangnya kau tidak tahu ya kalau di kampus kita dilarang keras melakukan pembullyan antar senior dan juniornya. Wahhh, tindakan ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan melaporkan tindakanmu kepada dekan agar kau dan teman-temanmu mendapat hukuman yang setimpal!” amuk Marcell sambil menatap garang ke arah Krystal yang sedang berdiri ketakutan.
“Marcell, tolong kau jangan melaporkan masalah ini ke dekan ya. Ini kami lakukan hanya untuk bersenang-senang saja. Iyakan teman-teman. Kita tidak sungguh-sungguh ingin menyakiti Nania kan?" sahut Sintia panik mendengar Marcell yang ingin melaporkan masalah ini ke pihak kampus. Bisa tamat masa depannya nanti jika pihak kampus sampai memberikan sanksi yang berat. Sintia tak mau itu terjadi.
Krystal yang melihat sikap kurang ajar Marcell dengan marah menepis tangannya agar melepaskan Sintia kemudian mendorongnya ke belakang. Setelah itu Krystal menatap sengit ke arah Nania yang sejak tadi terus menahan senyum setelah berhasil mengelabui semua orang. Benar-benar gadis yang sangat licik. Krystal sungguh tak mengira kalau rencananya malah balik meyerangnya seperti ini. Dia yakin sekali kalau video yang ada di dalam kamera milik Sintia telah ditukar oleh gadis tidak tahu diri itu.
Tertawalah sepuasmu, Nania. Tapi ingat, aku tidak akan diam saja membiarkanmu mempermalukanku dan teman-temanku seperti ini. Tunggu saja. Aku bersumpah akan membalasmu dengan sesuatu yang bisa membuatmu jera seumur hidup. Heh, ujar Krystal dalam hati.
Marcell dan para mahasiswa dengan kencang meneriaki Krystal yang membawa semua temannya pergi dari sana. Nania yang melihat kekalahan telak Krystal pun kembali berpura-pura memasang wajah sedih saat para mahasiswa berbalik memperhatikannya.
"Teman-teman semua, terima kasih banyak ya karena kalian sudah membantu mencaritahu siapa orang yang telah menyebarkan video itu. Rasanya aku malu sekali karena kalian harus melihatku yang sedang menangis ketakutan. Sekarang kalian pasti tidak mau berteman lagi denganku 'kan?" tanya Nania sambil memasang ekpresi sesedih mungkin.
__ADS_1
"Ya ampun, Nania. Kenapa kau bicara seperti itu sih. Semua orang pasti memiliki ketakutan mereka sendiri, termasuk juga dengan dirimu. Itu hal yang normal, dan akan sangat konyol jika kami sampai tak mau lagi berteman denganmu hanya karena melihat videomu yang sedang menangis ketakutan. Benar begitu kan teman-teman?" jawab Marcell mewakili semua orang dalam menanggapi pertanyaan Nania. Rasa kasihan di hatinya jadi semakin bertambah saja melihat Nania seperti ini setelah apa yang dilakukan oleh Krystal cs.
"Iya, Nania. Apapun isi video itu kami semua akan tetap berteman denganmu dan akan terus menganggapmu sebagai bunga kampus kami yang cantik dan paling seksi."
"Benarkah? Wahhhh, kalian semua sungguh sangat baik hati. Tapi ....
Ucapan Nania terjeda. Ekpresi wajah Nania menjelaskan kalau dirinya sedang meragukan sesuatu, membuat Marcell dan para mahasiswa yang lainnya merasa cemas.
"Nania, ada apa? Kenapa kau terlihat seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Marcell penasaran.
"Em itu, Cell. Aku bingung harus bagaimana dengan video yang sudah tersebar. Tadi kalian semua secara tidak langsung telah mempermalukan Krystal dan teman-temannya, aku takut mereka akan kembali dan menuntut balas padaku. Bagaimana jika mereka sampai mengunciku di ruangan yang gelap lagi? Aku ... takut," cicit Nania pura-pura trauma. Dia lalu menggaet lengan Susan dan Tasya, bersikap seolah dia benar-benar takut terhadap Krystal. Licik sekali bukan? Haha, itulah Nania.
"Untuk masalah video pembullyan itu kau tidak perlu meraa cemas, Nania. Aku yang akan memastikan sendiri kalau mereka tidak akan berani menyakitimu lagi. Jangan khawatir, kami akan segera melaporkan masalah ini ke dekan kampus. Sikap buruk Krystal dan teman-temannya harus segera di hentikan karena jika tidak, takutnya mereka akan kembali mengincar korban lain!" ucap Marcell dengan sangat yakin. Dia lalu mengajak semua orang pergi dari sana, berniat mencarikan keadilan untuk Nania.
Sepeninggal semua orang, di bibir Nania cs nampak tersungging senyum penuh kemenangan. Karena masih berada di kampus, Nania Susan dan juga Tasya berusaha menahan diri agar tidak terbahak-bahak setelah berhasil membuat Krystal kalah telak karena permainannya sendiri. Tak mau mati kaku karena menahan tawa, Tasya pun mengajak Susan dan Nania pergi dari sana. Mereka butuh tempat sepi untuk memelampiaskan kemenangan mereka. Haha.
***
__ADS_1