My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
86. Pelakor Kecil


__ADS_3

Susan dan Tasya tampak tersenyum malu-malu saat mereka duduk bersama dengan kakak ipar kedua Nania. Fedo Eiji, si mantan Casanova asal Jepang yang kata Nania adalah keponakan dari istri pemilik Group Ma, Nyonya Liona Serra. Walaupun Susan dan Tasya tahu kalau pria tampan ini sudah memiliki istri dan juga seorang anak perempuan yang sangat lucu, tetap saja kenyataan itu tak bisa menghentikan kekaguman mereka terhadapnya. Pesona yang dimiliki seorang Fedo Eiji sangatlah menyilaukan mata. Jadilah Susan dan Tasya menggunakan kesempatan emas ini untuk mencuci penglihatan mereka supaya segar kembali.


“Ekhmmm-ekhmmmm!”


Dari pijakan anak tangga terakhir, Nania berdehem kuat sambil melipat tangan di depan dada saat mendapati kalau kedua sahabatnya tengah menatap penuh kagum pada kakak iparnya. Dan yang lebih menjengkelakannya lagi kakak iparnya malah seperti sengaja menebar pesona dengan cara tersenyum-senyum tidak jelas pada dua gadis gatal itu. Sebagai adik ipar yang baik jelas Nania tidak terima. Namun apa mau dikata, sekali Casanova tetap saja Casanova. Huh.


“Kalau batuk itu minum obat, Nania. Jangan malah membiarkannya seperti itu. Kalau virusnya sampai menular dan mengenai Sora bagaimana?” ejek Fedo berpura-pura tidak tahu kalau Nania sedang memprotes kelakuannya. Walaupun di hadapannya ada dua orang gadis yang lumayan cantik, hati Fedo akan tetap berlabuh pada Luri seorang. Dan sikapnya yang sedang sibuk tebar pesona hanyalah untuk bersedekah saja. Kan kasihan gadis-gadis ini kalau dia mengabaikannya begitu saja. Benar tidak? 😂


“Aku malah berharap Sora akan benar-benar tertular virus batuk ini supaya kau tidak memiliki kesempatan untuk menggoda sahabatku, Kak!” sahut Nania dengan cetus. Dia lalu berjalan mendekati Susan dan Tasya yang masih terbengang menatap kakak iparnya. Kesal melihatnya, dengan jengkel Nania menjewer telinga keduanya hingga membuat mereka memekik kaget.


“Yakkkk, Nania. Sakit! Lepaskan telingaku!” teriak Susan sambil menepuk kuat tangan Nania yang tengah bertengger di telinganya. Selalu saja ya gadis bar-bar ini, mengganggu kesenangannya saja. Huh.


“Iya, Nania. Ayo cepat lepaskan telingaku. Panas tahu!” imbuh Tasya ikut berteriak seperti Susan. Dia kaget setengah mati saat ada orang yang tiba-tiba menjewer telinganya dengan kuat sekali.


“Lepas-lepas. Sampai lebaran monyetpun aku tidak akan pernah mau melepaskan telinga kalian kalau kalian tidak berhenti menggatal pada kakak iparku!” sahut Nania tanpa merasa kasihan sama sekali. “Sudah tahu Kak Fedo adalah suaminya Kak Luri, masih saja ya kalian mencuri-curi pandang padanya. Seperti tidak ada pria lain saja. Cihhh!”


Mendengar suara gaduh dari arah ruang tamu, Luri yang tengah membuat cemilan di dapur memutuskan untuk datang menghampiri. Dan begitu dia sampai di ruang tamu Luri dibuat bingung oleh sikap Nania yang tengah menarik telinga Susan dan Tasya. Sementara suaminya sendiri sedang duduk santai sembari memangku Sora, putri semata wayangnya.


“Nania, ada apa ini?”


Karena penasaran Luri akhirnya bertanya pada Nania. Setelah itu dia duduk di samping Fedo kemudian mengambil Sora dari atas pangkuannya.

__ADS_1


“Kak Luri, tolong minta Kak Fedo agar jangan menebar pesona lagi pada sahabatku. Dia itukan sudah menikah, setidaknya jangan menggatal di hadapankulah!” jawab Nania bersungut-sungut saat menjelaskan pada kakaknya tentang apa yang terjadi. Setelah itu Nania melepaskan jeweran dari telinga Susan dan Tasya kemudian menatap mereka dengan galak. “Ini terakhir kalinya ya aku menangkap basah kalian yang sedang menggatal pada Kak Fedo. Kalau sampai aku menemukan hal ini terulang kembali, maka saat itu akan menjadi hari terakhir pertemanan kita bertiga. Kak Fedo adalah suaminya Kak Luri, jadi aku tidak akan membiarkan pelakor-pelakor kecil seperti kalian menggerogoti rumah tangga kakakku. Tahu kalian?”


“Ck, kau ini bicara apa sih, Nania. Siapa juga yang ingin menjadi pelakor di rumah tangganya Kak Luri. Walaupun kami tidak secantik dirimu, kami itu masih punya harga diri. Benar tidak, Sya?” sahut Susan tak terima di sebut sebagai pelakor kecil oleh Nania. Dia lalu lanjut berbicara sambil mengusap-usap daun telinganya yang memerah. “Lagipula ya, Nania. Bukankah kau sendiri yang mengajarkan padaku dan juga pada Tasya agar kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk cuci mata? Dan kebetulan di rumah ini sedang ada Kak Fedo. Jadi ya sudah kami pandangi saja ketampanannya agar mataku dan matanya Tasya bisa tercuci bersih!”


Luri dan Fedo sama-sama terperangah kaget mendengar penuturan Susan yang begitu terus-terang. Sungguh, mereka tidak paham dengan cara berpikir ketiga gadis ini. Bisa-bisanya ya mereka beranggapan kalau menatap pria tampan bisa membuat penglihatan mereka menjadi jernih. Hadeehh.


“Masa sih aku yang mengajarkan kesesatan seperti itu pada kalian?” tanya Nania pura-pura lupa. Memang benar sih kalau Nania selalu mengatakan hal ini pada Susan dan Tasya, tapikan bukan kakak iparnya juga yang menjadi target penyucian mata. Ada-ada saja.


“Nah, mendadak amnesia dia!” kesal Susan seraya menatap Tasya.


“Susan benar, Nania. Kaulah yang telah mengajarkan pada kami kalau ketampanan pria bisa membuat kita awet muda dan juga bisa membuat pandangan mata menjadi jernih. Jangan pura-pura lupa kau!” imbuh Tasya sambil mencebikkan bibir. Dia sudah sangat hafal dengan akal bulus sahabatnya ini yang akan selalu menggunakan jurus pura-pura amnesia setiap ajaran kesesatannya di singgung. Tasya sudah sangat hafal kelakuan Nania luar dan dalam.


“Hehehe. Ya maaf sih,” ….


“Suamiku memang tampan. Itulah kenapa aku mau menjadi istrinya,” ucap Luri tak ragu untuk memuji Fedo di hadapan Nania dan kedua temannya. Setelah itu Luri menoleh ke samping saat merasakan ada elusan lembut di pinggangnya. “Dan selain tampan, suamiku juga adalah orang yang sangat bertanggung jawab pada perasaan pasangannya. Dia setia dan juga sangat pengertian. Bukan begitu, Kak?”


“Tentu saja!” jawab Fedo penuh bangga. Sambil menatap penuh ejek pada Nania, Fedo menjelaskan di hadapan Susan dan Tasya betapa dia sangat mencintai Luri, gadis desanya yang pernah membuat Fedo hampir menjadi gila. “Munafik kalau aku mengaku tidak pernah menatap wanita lain setelah menikah. Aku pasti melakukannya, dan itu adalah hal yang wajar karena aku adalah pria yang normal. Namun sesungguhnya aku tidak akan pernah bisa mengangumi wanita lain melebihi rasa kagumku pada istriku. Jadi meskipun ada wanita bertelanjang berdiri tepat di depan mataku, aku tidak akan pernah tergerak untuk menyentuhnya. Karena seluruh hatiku, jiwaku, perasaanku dan bahkan nyawaku, semuanya telah dimiliki oleh wanita cantik yang duduk di sampingku. Dialah pemenang yang sesungguhnya kalau kalian mau tahu!”


Susan dan Tasya langsung memekik gemas melihat betapa romantisnya Fedo pada kakak Nania. Sedangkan Nania sendiri diam-diam meng*lum senyum menyaksikan kakaknya yang tersipu malu mendengar pengakuan Kak Fedo. Sebagai orang yang pernah menjadi saksi permasalahan kakaknya di masa lalu, Nania jelas sangat mengerti betapa Kak Fedo berusaha dengan begitu keras menanti kepulangan kakaknya dari London dengan tidak melakukan kontak apapun selama lima tahun lamanya. Dan jujur, Nania iri sekali melihat keromantisan keduanya. Dia bersumpah akan mencari suami yang mampu memperlakukannya dengan begitu mesra dan juga romantis di hadapan orang lain tanpa harus merasa malu.


“Jadi untuk kalian para gadis yang belum memiliki pasangan resmi, carilah pria yang bisa mencintaimu dengan sepenuh hati. Dengan begitu kalian akan merasa dunia milik sendiri ketika diratukan oleh pasangan yang tepat. Mengerti?” ucap Fedo sebelum dia mengecup pinggiran kepala Luri. Dia kemudian berbisik mesra di samping telinganya. “I love you, sayang. Selamanya kau akan menjadi gadis desaku,”

__ADS_1


“Aaaaaaaa, tidak, Kak Fedo. Kau dan Kak Luri benar-benar sangat menggemaskan. Aku iri sekali!” teriak Susan heboh sambil memegangi kedua pipinya. Dia benar-benar tidak tahan menyaksikan keuwuan ini. Sungguh.


“Kak Fedo, kau membuka lowongan untuk seorang pelakor tidak? Kalau iya, tolong segera kabari aku ya. Aku benar-benar sangat ingin mempunyai kekasih yang mirip denganmu!” ucap Tasya menggila sendiri. Dia tak kuat menyaksikan hantaman kemesraan dari kakak iparnya Nania.


Plaaakkkkk


“Yaakkkk, Nania! Kau ini kenapa sih. Seenaknya memukul kepala orang. Kalau aku sampai gegar otak bagaimana haa!” teriak Tasya penuh emosi setelah Nania menggeplak kepalanya. Dia memalingkan muka ke arah lain sambil mendengus kasar.


“Kau bilang apa barusan? Ingin menjadi pelakor di rumah tangga kakakku?” kesal Nania dongkol sekali akan apa yang diinginkan oleh Tasya. Benar-benar ya. “Ingat ya, Sya. Kau harus melangkahi mayatku terlebih dahulu jika ingin menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya Kak Luri dan Kak Fedo. Kalau kau sampai nekad melakukannya, aku bersumpah akan langsung memasukanmu ke dalam mesin cuci kemudian menggilingmu seharian penuh. Mau kau?!”


“Ck, hanya bercanda pun. Galak sekali!” gerutu Tasya dengan suara pelan.


“Aku dengar ya, aku dengar!”


“Iya-iya. Lagipula yang tadi itu aku hanya bercanda saja. Siapa suruh Kak Fedo begitu romantis pada kak Luri. Sebagai gadis normal wajar sajakan kalau aku merasa iri. Kau ini,”


“Apapun alasannya aku tetap tidak akan membenarkan keinginanmu itu. Jangan lupa Sya kalau ucapan adalah doa. Bagaimana jika seandainya nanti kau benar-benar menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kakakku? Jawab!”


Wajah Tasya langsung berubah memelas begitu Nania memberikan teguran keras padanya. Sekarang dia jadi merasa bersalah pada Kak Luri. Tak mau ada salah paham, Tasya memutuskan untuk meminta maaf saja. Namun begitu dia berbalik muka, dia dikejutkan oleh kelakuan semua orang yang sedang menahan tawa mereka. Sadar kalau tadi Nania hanya sedang mengerjainya saja, tanpa berkata apa-apa Tasya langsung berlari pergi dari sana sambil menutupi wajahnya yang merah padam. Sumpah, dia merasa malu sekali begitu mendengar suara gelak tawa semua orang. Menyebalkan.


Awas saja kau, Nania. Tunggu pembalasan dariku nanti. Aaaaaaa, malunya aku. Apa yang harus aku lakukan nanti jika bertemu dengan Kak Luri dan Kak Fedo? Tasya, kenapa kau bodoh sekali sih. Malu sendirikan kau jadinya sekarang., 😝

__ADS_1


***


__ADS_2