
📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜
***
“Apa Ayah bilang? Ayah tidak mengizinkan aku untuk bekerja di perusahaannya Jovan lagi? Tapi kenapa Ayah? Apa yang terjadi?” tanya Krystal mencecar sang ayah saat dirinya diminta agar tidak menjejakkan kakinya lagi di perusahaan milik Jovan. Padahal rencananya setelah sarapan Krystal akan langsung berangkat kesana karena dia sedang menjalani sanksi skorsing selama dua minggu.
“Krys, Jovan dan ayahnya sudah merendahkan harga diri keluarga kita. Kemarin saat Ayah dan Ibu datang kesana, kami di usir oleh ayahnya Jovan hanya karena mereka lebih memilih untuk membela Nania. Coba kau bayangkan. Mau ditaruh dimana wajahmu nanti kalau kau masih tetap kekeh ingin datang kesana, hm?” jawab Kendy yang memang baru sempat memberitahu Krystal tentang kejadian saat dia dan Aileen dipaksa pergi oleh Ardan. Hal memalukan yang baru pertama kali Kendy rasakan di hidupnya dimana dia dan istrinya di permalukan oleh sahabatnya sendiri.
Krystal langsung membelalakkan matanya begitu mendengar kalau ayah dan ibunya di usir oleh Paman Ardan hanya karena mereka lebih memilih untuk membela Nania. Sungguh, Krystal benar-benar tak habis pikir sekarang. Bukankah selama ini Paman Ardan tidak menyukai Nania? Lalu kenapa Paman Ardan tega mengusir ayah dan ibunya yang nyata-nyata adalah teman dekatnya sendiri? Apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh Nania sampai ayahnya Jovan bisa lebih berpihak kepadanya? Ini aneh. Sepertinya ada yang tidak beres di sini.
Apa jangan-jangan Nania melakukan guna-guna untuk meluluhkan hatinya Paman Ardan ya? Wahhh, ini tidak bisa di biarkan. Sebaiknya aku menelpon Rhea saja untuk menanyakan hal ini. Ya, benar. Aku masih punya peluang untuk mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Paman Ardan, ujar Krystal dalam hati.
“Ayah, Ibu. Aku permisi ke kamar dulu. Tidak apa-apakan kalau Ayah dan Ibu sarapan berdua saja?” tanya Krystal meminta izin pada orangtuanya untuk tidak ikut sarapan.
“Sayang, memangnya apa yang mau kau lakukan? Sarapan dululah,” sahut Aileen sambil menatap seksama ke arah putrinya yang terlihat terburu-buru.
“Maaf, Ibu. Aku perlu mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi pada Paman Ardan. Aku tidak percaya Paman Ardan tega mengusir kalian seperti itu. Pasti ada penyebabnya,” ucap Krystal dengan mimik wajah yang sangat serius. Dia kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah cepat menuju kamar.
Kendy dan Aileen hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap putri mereka. Wajar saja sih jika Krystal bereaksi sedemikian rupa. Karena sampai sekarang pun mereka masih sulit untuk percaya akan perlakuan Ardan kemarin. Tak mau berlarut-larut, Kendy pun mengajak Aileen untuk menghabiskan sarapan mereka tanpa ada niat untuk mencaritahu apa yang sedang dilakukan Krystal di kamarnya.
__ADS_1
Sementara itu sesampainya di kamar Krystal langsung menghubungi Rhea. Raut wajahnya terlihat sangat tidak sabaran saat Rhea tak kunjung menjawab panggilan. Sambil berjalan mondar-mandir di dekat jendela, Krystal terus menggerutu dan mengumpat karena tak biasanya Rhea mengabaikan panggilannya seperti ini.
“Cepat angkat teleponku, Rhe. Apa sih yang sedang kau lakukan. Sok sibuk sekali,” gumam Krystal jengkel.
Tepat setelah Krystal menggumam, Rhea akhirnya merespon. Secepat mungkin Krystal merubah gaya bicaranya dari yang tadinya kesal menjadi pura-pura senang. Sangat muka dua sekali bukan? Masa bodo, yang penting Krystal bisa mengorek informasi tentang apa yang terjadi di keluarganya Jovan dari gadis kolot ini.
“Hai, Rhe. Apa kabar?” tanya Krystal membuka percakapan saat Rhea hanya diam tak menyapa. Agak aneh sih karena biasanya Rhea akan langsung menyapa Krystal setiap kali mereka bicara di dalam telepon.
“Kabarku baik. Kau sendiri?” sahut Rhea dari dalam telepon.
“Em, kabarku juga baik,” jawab Krystal sambil mengerutkan keningnya.
“Oya, Rhe. Hari ini kau sibuk tidak?” tanya Krystal merubah rencananya. Dia berniat mengajak Rhea pergi jalan-jalan dengan tujuan mengambil hati gadis angkuh ini. Krystal tidak bodoh. Dia jelas tahu kalau Rhea sedang kesal padanya.
“Kenapa memangnya, Krys?”
“Aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan. Gara-gara Nania, aku dilarang datang ke kampus selama dua minggu. Aku difitnah telah membullynya, makanya sekarang aku ada di rumah,” ucap Krystal mencoba mengambil simpatiknya Rhea dengan cara menjelek-jelekkan nama Nania. Setelah itu Krystal tersenyum, merasa yakin kalau sikapnya Rhea pasti akan segera membaik seperti semula.
Alih-alih mendapat pembelaan, Krystal malah di buat terheran-heran akan sikap bungkamnya Rhea yang sama sekali tak merespon perkataannya. Hal ini tentu saja membuat Krystal merasa sangat kesal hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk menyudahi panggilan mereka. “Kalau kau merasa tidak nyaman bicara denganku harusnya tadi kau jangan menjawab panggilan dariku, Rhe. Kau pikir kau itu siapa hah? Sok penting sekali. Sudahlah, tidak ada gunanya aku bicara dengan orang sepertimu. Membuat orang kesal saja. Huh!”
__ADS_1
Sambil mengumpat kasar, Krystal melemparkan ponselnya ke atas kasur. Dia lalu mengacak-acak rambutnya sendiri karena gagal mendapat informasi dari Rhea. “Kenapa sikapnya Rhea jadi ikut berubah begini sih. Apa iya Nania benar-benar mengguna-gunai semua keluarganya Jovan agar menyukainya? Brengsek sekali dia. Argghhhh!”
Kesal karena rencananya gagal, Krystal memutuskan untuk kembali ke ruang makan. Dia berjalan gontai saat menuruni anak tangga.
“Krystal, kau kenapa sayang?” tanya Aileen sambil menatap heran ke arah putrinya yang terlihat begitu lesu saat kembali dari kamarnya.
“Bu, kapan aku bisa masuk kuliah lagi. Aku bosan. Ingin bekerja tapi Ayah melarang, ingin jalan-jalan tapi Sintia sudah pindah ke luar negeri. Aku bosan sekali, Ibu,” keluh Krystal. “Ini semua gara-gara Nania. Gara-gara dia sekarang aku jadi tidak jelas begini. Pokoknya aku tidak mau tahu, Ayah dan Ibu harus melakukan sesuatu untuk membalas perbuatan Nania. Dia harus di keluarkan dari kampus agar hari-hariku bisa bahagia lagi seperti dulu. Ya?”
Kendy dan Aileen saling melempar pandangan saat mendengar keinginan Krystal. Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk Kendy menuruti keinginan putrinya. Akan tetapi di sini pihak kampus mempunyai bukti kuat tentang pembullyan Krystal terhadap Nania, yang membuat Kendy jadi berpikir dua kali untuk menuntut agar gadis liar itu di depak dari universitas. Sebagai seorang pengusaha, Kendy juga perlu menjaga nama baiknya sendiri agar tidak tercoreng. Dan jika dia memaksakan diri untuk menuruti keinginan Krystal, pihak kampus pasti akan men-cap Kendy sebagai orangtua yang tidak becus mendidik anak meski pada kenyataannya Kendy adalah salah satu donatur tetap di universitas tempat Krystal menempuh pendidikan.
“Ayah, kenapa Ayah diam saja. Ayah bisakan mengeluarkan Nania dari kampus?” tanya Krystal sambil menatap ayahnya yang hanya diam tak menjawab. Dia kemudian beralih menatap sang ibu yang juga hanya diam saja seperti ayahnya. “Ibu kenapa diam. Ibu tidak mungkin tidak mengabulkan keinginanku bukan?”
“Krys, sepertinya kali ini Ayah dan Ibu tidak bisa membantumu mengeluarkan Nania dari universitas. Mau bagaimana lagi. Walaupun tidak benar, tapi bukti yang di pegang oleh pihak kampus cukup memberatkanmu. Sebenarnya Ayah bisa saja menekan mereka, tapi itu akan berdampak pada reputasi Ayah nantinya. Dan jika hal ini sampai terjadi maka itu tidak akan baik untuk masa depanmu. Kali ini tolong kau mengerti keputusan Ayah ya. Ini kami lakukan demi kebaikanmu juga. Ya?” jawab Kendy mencoba membujuk Krystal agar berhenti mendesaknya.
Tangan Krystal terkepal kuat begitu dia mendengar penolakan dari ayahnya. Dia sulit untuk mempercayai kalau ayahnya juga tidak bisa menyingkirkan Nania dari hidupnya.
Baiklah kalau begitu. Sepertinya aku memang harus turun tangan langsung untuk memberi pelajaran pada Nania. Lihat saja. Apa yang akan kulakukan nanti pasti akan membuat Nania jera seumur hidup. Heh, geram Krystal penuh benci.
***
__ADS_1